Akhiri Keserakahan Korporasi dan Wujudkan Negara Kesejahteraan

by -18 views

JAKARTA – Sejuta buruh dari berbagai elemen di Tanah Air turun ke jalan. Seperti biasa, mereka merayakan Hari Buruh Internasional, atau biasa disebut May Day, yang jatuh pada Jumat 1 Mei 2015.
May Day kali ini bertema “Akhiri Keserakahan Korporasi dan Wujudkan Negara Kesejahteraan”. Aksi para buruh digelar serentak di seluruh provinsi di Indonesia.
Di DKI Jakarta, Aceh, Sumatera Utara, Kepulauan Riau, Lampung, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara, Gorontalo, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Papua, dan daerah lainnya.
Kepala Kepolisian Republik Indonesia, Jenderal Badrodin Haiti, mengatakan kepolisian siap mengawal perayaan May Day. Dia sudah berkoordinasi dengan seluruh kepolisian daerah.
“Kami sudah koordinasi dengan semua Kapolda untuk berjaga. Kami juga sudah koordinasi dengan para serikat buruh untuk bisa menjalankan aksi dengan damai,” ujar Badrodin di Jakarta, Kamis 30 April 2015.
Badrodin berharap perayaan Hari Buruh di seluruh wilayah berjalan kondusif dan aman, sehingga tidak merugikan masyarakat.

“Dalam pertemuan dengan para pemimpin organisasi buruh, mereka menjamin tidak akan melakukan sweeping, tidak ada penutupan jalan tol, dan tidak ada perusakan-perusakan,” ujar Badrodin.
Di Ibu Kota Jakarta, sebanyak 150 ribu buruh se-Jabodetabek yang merupakan gabungan dari KSPI, KSPSI, KSBSI, KP KPBI, dan sejumlah elemen lain, mulai beraksi pukul 10.00 WIB. Mereka melakukan long march dari Bundaran Hotel Indonesia menuju Istana Negara.
Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Risyapudin, mengatakan Istana Negara menjadi titik bagi para massa buruh untuk melakukan unjuk rasa setelah semua berkumpul di Bundaran HI.
“Mereka akan kumpul semua dulu di Bundaran HI dan jam 09.30 WIB akan melakukan long march menuju Istana untuk melakukan unjuk rasa,” kata Risyapudin.
Untuk mengamankan perayaan May Day, Polda Metro menerjunkan sebanyak 14.404 personel yang terdiri dari 5.217 personel Satgas Polda, 6.689 personel Satgas Polres, BKO Mabes Polri sebanyak 1.597 personel, BKO TNI sebanyak 300 personel dan 601 personel BKO Pemda DKI.
“Rencananya akan ada 2.000 bus dalam perayaan May Day ini, dan kami sudah menyediakan lahan parkir di kawasan Monas, IRTI dan sekitarnya,” kata Risyapudin.
Pada peringatan Hari Buruh kali ini, Pemprov DKI dan Polda Metro Jaya sepakat untuk menggelar Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB), atau biasa disebut car free day di sepanjang Jalan Thamrin dan Sudirman.

Kegiatan yang biasa dilangsungkan pada hari Minggu ini, sengaja dilaksanakan Jumat, bertepatan dengan peringatan May Day. Langkah ini, guna memberi ruang kepada para buruh untuk menggelar aksi. Waktu pelaksanaan sama, yakni mulai pukul 06.00 WIB hingga pukul 11.00 WIB.
Buruh akan lebih leluasa melakukan long march dari Bundaran HI ke Istana Negara. Apalagi, Hari Buruh sudah ditetapkan sebagai hari libur nasional. Sehingga, aktivitas masyarakat di jalan sedikit berkurang.
Meski begitu, Kepolisian telah melakukan pengalihan arus lalu lintas dalam pelaksanaan Hari Buruh.

Tuntutan buruh
Seperti biasa, dalam melakukan peringatan May Day setiap tahunnya para buruh menyampaikan tuntutan. Untuk tahun ini, ada 10 tututan para buruh  kepada pemerintah Joko Widodo-Jusuf Kalla. Berikut, tuntutan buruh pada May Day kali ini:
1. Tolak politik upah murah dengan menuntut kenaikan Upah Minimum Provinsi, atau Upah Minimum Kabupaten/Kota sebesar 32 persen. Juga menolak kenaikan upah lima tahun sekali dan mendesak pemerintah untuk mengubah Kebutuhan hidup Layak menjadi 84 item dari 60 item.
2. Mendesak pemerintah untuk menjalankan jaminan pensiun buruh wajib pada awal Juli 2015, dengan manfaat pensiun 60 persen hingga 75 persen dari gaji terakhir (seperti Pegawai Negeri Sipil).
3. Mendesak pemerintah untuk menambah anggaran jaminan kesehatan Rp30 triliun dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara.
4. Mendesak pemerintah untuk segera menghapus sistem kerja outsourcing khususnya di Badan Usaha Milik Negara.
5. Menolak kenaikan harga bahan bakar minyak, elpiji, tarif dasar listrik sesuai harga pasar.
6. Mendesak pemerintah untuk menurunkan harga barang pokok.
7. End Coorporate Greed.
8. Mendesak pemerintah untuk mencabut aturan tentang objek vital dan setop tindakan union busting dan kekerasan terhadap aktivis buruh.
9. Angkat guru dan pegawai honorer menjadi PNS tanpa tes lagi.
10. Sahkan Rancangan Undang-undang Pembantu Rumah Tangga dan revisi Undang-undang Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia.
Sekretaris Jenderal Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Muhammad Rusdi, mengatakan bahwa dasar 10 tuntutan buruh itu sangat jelas. Sebab, dia menilai selama ini buruh dan rakyat tidak hidup sejahtera akibat rakusnya para pengusaha.
“Selama ini, KSPI menilai selama perusahaan besar, atau korporasi besar tidak mau sharing profit secara fair dalam bentuk upah layak, jaminan sosial dan pajak untuk mewujudkan kesejahteraan buruh dan serta menanggulangi kemiskinan rakyat Indonesia. Jika seperti itu, selamanya buruh dan rakyat tidak akan sejahtera akibat rakusnya para pengusaha tersebut,” kata Rusdi.
Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Fadli Zon menganggap wajar aksi buruh yang menyampaikan pendapatnya dengan turun ke jalan untuk menuntut perbaikan.
“Saya kira, nasib buruh harus diperbaiki dengan kenaikan kebutuhan hidup. BBM, gas, listrik yang berdampak pada kenaikan bahan pokok dan kehidupan sehari hari,” kata Fadli di gedung DPR RI, Jakarta, Kamis 30 April 2015.
Atas dasar itu, kata Fadli, buruh menuntut kenaikan upah minimum, mengoreksi upah minimum lama. “Saya kira itu tuntutan yang wajar,” katanya.
Politikus Partai Gerindra itu mengingatkan pemerintah Joko Widodo-Jusuf Kalla untuk memperhatikan tuntutan buruh yang menurutnya berkaitan dengan pertumbuhan ekonomi dan industri.
“Kesejahteraan buruh menopang banyak sektor. Itu perlu diperhatikan, sepanjang bisa dijangkau,” kata Fadli.

Janji pemerintah
Wakil Presiden Jusuf Kalla berjanji akan mensejahterakan buruh. “Tentu, menjaga tingkat kesejahteraan buruh dengan upah yang wajar, fasilitas lebih baik di bidang pendidikan, kesehatan dan perumahan,” ujar Kalla, Kamis 30 April 2015.
Kata Kalla, satu yang sedang diwujudkan pemerintah adalah membuat rumah bagi para buruh. Program itu sudah diresmikan Presiden Joko Widodo Rabu 29 April 2015.
“Presiden baru saja memulai, kita baru memulai membuka suatu rumah yang sebagiannya untuk buruh,” ujar dia.
Tak hanya itu, Kalla juga berjanji akan membuka lapangan pekerjaan yang lebih banyak. Sehingga, secepatnya bisa mengurangi angka pengangguran di Indonesia.
Presiden Jokowi telah melaksanakan peletakan batu pertama untuk pembangunan rumah susun sederhana milik (rusunami), rumah tapak, dan rumah susun sederhana sewa (rusunawa) di sembilan kota, Rabu kemarin.
Mewakili banyak lokasi yang berbeda, Presiden melakukannya di Ungaran, Semarang, Jawa Tengah.
Peresmian sembilan hunian dilakukan dalam rangka memperingati Hari Buruh. Tujuan didirikannya hunian itu, agar para buruh dan warga lain dapat memiliki rumah yang layak untuk ditempati.
“Memang, terdengar ambisius untuk membangun satu juta rumah dalam satu tahun. Namun, jika berani melakukan loncatan, ya angka itu bisa tercapai,” ujar Presiden dari Ungaran melalu telekonferensi dengan delapan kepala daerah lain.
Menurut Jokowi, untuk mencapai target pembangunan itu adalah dengan cara mengumpulkan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang memiliki tabungan uang yang besar.
“Banyak BUMN yang tidak berani ambil risiko karena regulasi tidak mendukung. Contohnya, BPJS Ketenagakerjaan itu memiliki tabungan Rp180 triliun, tetapi hanya bisa digunakan lima persen untuk pembangunan rumah. Mau jadi apa, kalau cuma lima persen.”
Pemerintah berencana mengganti aturan, sehingga BUMN bisa turut membantu pembangunan rumah bagi warga yang membutuhkan.
“Pemakaian uang negara ini kita lakukan dengan manajemen pengawasan dan kontrolnya yang ketat, sehingga betul-betul digunakan untuk kepentingan rakyat. Ini yang mau kita ubah, banyak uang rakyat yang didiamkan begitu saja padahal bisa digunakan, asal fokus dan manfaatnya jelas,” ujar Jokowi. (viva.co.id/jk)

0 0 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments