Dana PEM Kota Kupang Naik Jadi Rp 1 Miliar

by -25 views

Kupang, mediantt.com — Pemerintah Kota Kupang menaikan anggaran pemberdayaan ekonomi masyarakat (PEM) yang dikelola lembaga pemberdayaan masyarakat setiap kelurahan menjadi Rp 1 miliar, dari sebelumnya Rp 500 juta/kelurahan.

“Kebijakan menaikan anggaran ini untuk mewujudkan masyarakat Kota Kupang yang sejahtera dan maju,” kata Wali Kota Kupang Jonas Salean, saat peringatan ulang tahun Kota Kupang ke-129 dan Hari Jadi Kota Kupang sebagai daerah otonomi ke-19, di Kupang, Sabtu (25/4).

Ia mengatakan, kebijakan penambahan anggaran itu penting, untuk terus memberikan dorongan berkarya dan berusaha, bagi warga masyarakat Kota Kupang, terutama pengusaha kecil dan menengah, termasuk pedagang kaki lima.

Dalam catatan Pemerintah Kota Kupang, kata Jonas, ada dampak kemajuan dari program pemberdayaan masyarakat melalui dana pemberdayaan ekonomi masyarakat sejak diluncurkan pada 2013 lalu.

Dalam peluncuran pertama di 2013, Pemerintah Kota Kupang menggelontorkan anggaran Rp 4,1 miliar dengan alokasi setiap kelurahan berjumlah Rp 250 juta. Dari jumlah alokasi anggaran tersebut, tercatat pada penggelontaran pertama, terserap dana sebesar Rp 4,1 miliar untuk 925 penerima warga masyarakat pemilik usaha kecil dan pedagang kaki lima di 51 kelurahan yang ada.

Di tahap kedua pada 2014 alokasi anggaran meningkat menjadi Rp 350 juta untuk setiap kelurahan dengan tambahan penyerap dana bantuan ekonomi masyarakat mencapai 435 penerima bantuan, dengan total dana serapan mencapai Rp 2,04 miliar.

Sedangkan, pada tahap ketiga di 2015 tahun berjalan, ada kenaikan alokasi dana pemberdayaan masyarakat setiap kelurahan, menjadi Rp 500 juta dengan tambahan penerima di tahun berjalan berjumlah 37 orang dengan total dana Rp 229 juta.

Dengan demikian, kata Jonas, Pemerintah Kota Kupang telah menggelontorkan anggaran untuk mengintervensi program dana pemberdayaan ekonomi masyarakat hingga tahun berjalan ini sebesar Rp 15 miliar untuk 51 kelurahan dengan jumlah penerima mencapai 3.888 penerima.

Pemerintah Kota Kupang, kata mantan Sekretaris Daerah Kota Kupang itu, mengelurkan kebijakan program pemberdayaan masyarakat untuk memperbaiki struktur ekonomi dengan pemberian modal usaha ekonomi produktif yang bersakal kecil, sesuai potensi di tingkat kelurahan, dengan sasaran masyarakat yang memiliki usaha perorangan skala kecil yang sudah berjalan.

Dengan program ini, juga diharapkan para pengusaha kecil dan pedagang kaki lima, tidak lagi memanfaatkan rentenir sebagai mitra pinjaman modal usaha, yang tentunya sangat tidak menolong para pengusaha tersebut.

“Dana pemberdayaan diberikan secara bergulir dan tanpa bunga dikelola oleh LPM kelurahan dan diberikan sesuai kemampuan usaha,” katanya. (sp/st)

0 0 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments