Pengusaha Flotim Beli Garam dari Bima

by -34 views

Kupang, mediantt.com — Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Flores Timur, Ciku Fernandez, mengakui, para pengusaha daerah itu lebih memilih mendatangkan garam dari Bima, Nusa Tenggara Barat ketimbang membeli hasil produksi petani.

“Alasannya karena garam hasil produksi petani daerah itu harganya jauh lebih mahal dari harga beli di Bima,” kata Fernandez di Kupang, Sabtu (25/4).

Setiap tahun, para pengusaha perikanan dan pabrik es harus mendatangkan puluhan ton garam dari Bima untuk memenuhi kebutuhan mereka.

Padahal, industri garam rakyat di Kecamatan Witihama, Kabupaten Flores Timur, setiap sepuluh hari mampu memproduksi garam kualitas tinggi sebanyak lima ton dari hasil panen seluas setengah hektare.

Menurut dia, harga jual garam hasil produksi petani daerah itu mencapai Rp 2.000 per kilogram. Harga ini belum termasuk biaya angkut dan buruh pelabuhan serta biaya lain-lain.

Sementara para pengusaha bisa memperoleh garam dari Bima hanya dengan harga Rp 800-900 per kilogram.

Artinya, dari hitungan bisnis para pengusaha sudah pasti akan memilih membeli dari Bima ketimbang di Flores Timur. “Kecuali perbedaan harga tidak terlalu tinggi,” katanya.

Dia mengatakan, pemerintah sedang merencanakan untuk membantu meningkatkan produksi garam, disamping membangun infrastruktur jalan menuju ke lokasi dan jeti.

“Dengan adanya kemudahan akses transportasi dari dan ke lokasi itu, diharapkan harga garam bisa lebih murah dari harga saat ini,” katanya. (ant/st)

Foto : Ilustrasi

0 0 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments