Dinas PPO Usulkan Data Palsu PLK Anugerah Kasih Untuk Dapat BOS

by -73 views

Lewoleba, mediantt.com — Kabar terbaru dari Dinas PPO Lembata yang boleh jadi menjadi bumerang bagi lembaga itu. Entah karena sengaja atau kurang teliti, Dinas PPO Lembata mengirim data palsu atas nama pendidikan layanan khusus (PLK) Anugerah Kasih Lembata, untuk mendapat dana bantuan operasional sekolah (BOS).

Penelusuran mediantt.com menemukan data bahwa pada tahun 2014, PLK Anugerah Kasih menggunakan nomor pokok sekolah nasional (NPSN) milik Sekolah Luar Biasa (SLB). Yang lebih aneh lagi, melalui Dinas PPO Lembata, Dapodik palsu milik PLK Anugerah Kasih dikirim ke provinsi untuk mendapat dana BOS. Namun hal ini dibantah Kasubag Perencanaan Dinas PPO Lembata, Paulus Magun. Ia mengatakan, dapodik PLK Anugerah Kasih belum ada, dan tahun 2014 mereka pun belum memiliki NPSN. Karena itu, dapodik belum ada.

“Tahun 2015 ini, mereka sudah miliki, namun belum bisa masuk dalam sistem jaringan, karena masih ada masalah. Kami beberapa kali coba konek menggunakan NPSN baru milik PLK Anugerah Kasih yang dipakai untuk dua lembaga pendidikan beda jenjang (SMP,SMA), namun belum bisa masuk,” jelas Magun.

Sementara itu, Kepala Sekolah SDLB dan SMPLB Lewoleba, Meri Fidelsia Ose, ketika dikonfirmasi media ini terlihat gugup. Ia bahkan buru-buru meninggalkan wartawan yang hendak mengkonfirmasi berita tersebut.

Ia dengan tergesa-gesa menuturkan, “Saya mau ke Dinas PPO untuk masukan data untuk dana BOS. Saya tidak mau komentar yang lalu ketika saya belum menjadi kepsek”. Sambil beridiri sang kepsek SLB meninggalkan awak media tanpa penjelasan tentang NPSN yang dipakai oleh PLK Anugerah Kasih.

Akan tetapi, tanpa disadari dalam pembicaraan awak media ini dengan beberapa guru setelah kepergian sang kepsek yang terkesan sedang menyembunyikan masalah itu, istri Dominikus Kumanireng yang juga salah satu staf pengajar di SLB angkat bicara.

Ibu Ani, demikian nama istri sang Kepsek PLK Anugerah Kasih disapa, mengakui bahwa benar dulu PLK Anugerah Kasih memakai NPSN milik SLB, namun sekarang tidak lagi.

Elisabet Amunmama, mantan Kepala SLB ketika ditemui di rumahnya mengaku kaget karena baru mengetahui bahwa NPSN milik SLB digunakan oleh lembaga pendidikan lain. “Yang saya tahu, SLB punya NPSN tapi tidak pernah dipinjamkan kepada sekolah manapun. Mengapa mereka pakai NPSN milik SLB?” katanya bertanya.

Kepala Dinas PPO Lembata, Zakarias Paun, ketika dikonfirmasi, sedang menemani Bupati Yance Sunur dalam kunjungan ke Wulandoni. Ia meminta awak media ini menemui Sekretaris Dinas PPO Lembata, Apol Mayan.

Apolonaris Mayan, Sekretaris Dinas PPO Lembata ketika ditemui di ruang kerjanya mengaku sangat kecewa dengan LPK Anugerah Kasih. Menurutnya, banyak masalah yang ditimbulkan oleh LPK ini. “Saya sering sampaikan bahwa lembaga pendidikan harus dikembalikan pada posisinya sehingga bisa kita tertibkan. Bahwa semua orang miliki hak untuk membuka dan selenggarakan pendidikan, namun yang patut diingat adalah harus tunduk pada regulasi dan tata aturan yang berlaku,” tegas Apol Mayan.

“Apa yang dilakukan PLK Anugerah Kasih ini kejahatan admistrasi dan kami akan ambil langkah tegas. Memang tadi pagi pak Kadis memanggil sang kepsek terkait pungutan untuk ujian pada para siswa yang dinilai memberatkan orang tua, namun hasil pertemuan seperti apa saya tidak tahu,” ujar Apol menambahkan.

Sekretaris Komisi III DPRD Lembata, Antonius Leumaran, ketika dikonfirmasi di kediamannya, menyatakan sangat kecewa bila kasus ini benar terjadi. “Saya kira selama ini berdasarkan pengamatan saya, Dinas PPO terlalu sibuk dengan proyek-proyek besar sehingga mereka sedikit kurang konsen sebagai instansi teknis yang menangani masalah pendidikan Lembata.

Kalau benar terjadi PLK Augerah Kasih ini memasukan data palsu dan tanpa ketelitian orang dinas mengirim data itu ke propinsi untuk mendapat bantuan dana BOS, saya ini sudah tindakan korupsi dan pihak berwajib bisa ambil langkah untuk proses hokum,” tegasnya, mengingatkan.

Menurutnya, dinas harus segera melakukan pembinaan dan audit yang transparan terhadap sekolah ini. “Kalau memang bermasalah, ya ditutup saja,” katanya.

Sekedar tahu, PLK Anugerah Kasih seperti pemberitaan media ini sebelumnya bahwa pada tahun 2014, mendapat bantuan dana BOS, dengan besaran yang berbeda yakni, untuk SMP Rp 85.200.000 (delapan puluh luma juta dua ratus ribu rupiah), sementara untuk SMA Rp 128.500.000 (seratus dua puluh delapan juta lima ratus ribu rupiah). Dan, untuk tahun 2015, seperti disampaikan Dinas PPO bahwa PLK Anugerah Kasih belum bisa terima dana BOS karena data pendukung belum valid.

“Kali ini menggunakan jaringan online jadi apa yang kurang atau menggunakan administrasi orang akan ketahuan,” kata Apol Mayan. (steni)

 Foto : Ilustrasi Dana BOS

0 0 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments