Paus Fransiskus Minta Umat Katolik Jadi Saksi Perdamaian

by -17 views

VATIKAN — Paus Fransiskus mengingatkan umat Katolik pada Paskah ini untuk menimba kekuatan dari wafat dan kebangkitan Kristus, seraya menyerukan mereka untuk menjadi saksi keadilan dan perdamaian, terutama bagi mereka yang menderita saat ini di wilayah kekerasan yang ekstrim dan penganiayaan.

“Dari Tuhan yang  bangkit, kita meminta rahmat-Nya agar kita tidak merasa bangga akan kekerasan dan perang, tetapi memiliki keberanian untuk menjadi rendah hati, pengampunan dan perdamaian,” kata Paus kepada puluhan ribu peziarah, yang diguyur hujan di Lapangan Santo Petrus untuk Misa Paskah pada hari Minggu (5/4/2015).

Menyampaikan pidato Urbi et Orbi  dari Balkon Basilika tersebut  setelah Misa, Paus berdoa kepada Yesus, sebagai “Pemenang atas kematian, untuk meringankan penderitaan banyak saudara-saudara kita yang dianiaya karena iman mereka akan Dia, dan  semua mereka yang menderita ketidakadilan sebagai akibat dari konflik dan kekerasan yang sedang terjadi”.

Paus Fransiskus menyebut nama beberapa daerah konflik  di seluruh dunia saat ini, terutama di Timur Tengah, Afrika dan Ukraina, dan menyerukan perdamaian.

Dia secara khusus menyebutkan Kenya, yang masih belum pulih dari pembantaian 148 orang muda di Garissa University College, Kamis.

Paus juga menyerukan  ”perdamaian dan kebebasan” bagi para korban perbudakan, pengedar narkoba dan “perdamaian bagi dunia ini yang dijadikan sasaran perdagangan senjata.”

Melihat ke Lapangan  Santo Petrus, sejumlah peziarah dengan payung, menantang cuaca buruk, Paus meminta keadilan bagi semua orang yang menderita: “Orang terpinggirkan, yang dipenjara, orang miskin dan para migran yang sering ditolak, dianiaya dan dibuang, orang sakit dan penderitaan, anak-anak, terutama mereka yang menjadi korban kekerasan.”

Dia meminta mereka untuk mendengarkan kata-kata Yesus yang menghibur dan meneguhkan: “Jangan takut, Aku telah bangkit dan Aku akan selalu bersamamu.”

Kebangkitan Kristus yang dirayakan pada hari Minggu Paskah, Paus Fransiskus mengatakan, “Yesus menunjukkan semua cara untuk kehidupan dan kebahagiaan: cara ini adalah kerendahan hati, meskipun ia mengalami penghinaan. Ini adalah jalan menuju kemuliaan.”

“Orang-orang Kristen, oleh kasih karunia Kristus, mati dan bangkit… kita berusaha untuk hidup saling melayani satu sama lain, tidak sombong,  menghormati dan siap untuk membantu.”

Rahmat ini adalah kekuatan, bukan kelemahan, kata Paus. Sebaliknya, “orang-orang yang memikul penderitaan dalam kuasa Tuhan, cinta dan keadilan-Nya, tidak perlu menggunakan kekerasan; mereka berbicara dan bertindak dengan kekuatan kebenaran, keindahan dan cinta”. (ucanews.com)

0 0 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments