Rumah Dibongkar Satpol PP, Warga Blokade Jalan

by -21 views

KUPANG – Sejumlah warga yang berasal dari keluarga besar Haba melakukan aksi blokade jalur utama di Jalan Frans Seda di Kelurahan Fatululi, Kecamatan Oebobo, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Selasa (24/3/2015). Akibatnya, lalu lintas di jalan tersebut macet total selama dua jam.

Aksi blokade ini sempat diwarnai kericuhan setelah puluhan aparat dari Kepolisian Resor Kupang Kota terjun ke lokasi untuk memaksa membuka jalan yang diblokade.

Unjuk rasa keluarga besar Haba ini berawal dari pembongkaran rumah mereka oleh sejumlah anggota Satpol PP di tanah yang diklaim milik Pemerintah Kota Kupang. Pembongkaran dilakukan untuk pembangunan jalur hijau menuju Kota Kupang.

Keluarga besar Haba yang mengaku sebagai pemilik lahan sejak 35 tahun silam ini tidak terima dengan pembongkaran tersebut. Mereka beramai-ramai mengangkut batu, kayu dan balok, lalu memblokade Jalan Frans Seda sehingga arus lalu lintas di kawasan itu lumpuh.

Puluhan anggota polisi yang diterjunkan ke lokasi berupaya membuka paksa jalur yang diblokde tersebut. Hal itu menyulut emosi warga hingga berujung pada kericuhan. Percekcokan warga dengan polisi baru bisa dihentikan setelah puluhan aparat TNI datang untuk menenangkan massa.

Ketua RT setempat, Edi Halla, kepada sejumlah wartawan, mengatakan, warga menuntut agar Pemerintah Kota Kupang segera mengganti lahan yang dinilai belum dibayar lunas, dengan kompensasi Rp 3 juta per meter. Jika pemerintah kota tidak melakukan ganti rugi, maka warga akan kembali memblokade jalur ini dengan memasang tembok penghalang. (kompas.com)

Foto : Ilustrasi

0 0 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments