Warga Temukan ‘Drone’ Jatuh di Hutan Sumba

by -18 views

KUPANG — Bani Niba (39) dan Agustinus Bika (36), dua orang warga Desa Totok, Kecamatan Laura, Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD), menemukan sebuah drone quadcopter (pesawat tanpa awak), saat berburu di hutan di wilayah tersebut.
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah, NTT, Ajun Komisaris Besar Polisi, Agus Santosa, Jumat (6/3/2015) mengatakan, pesawat tanpa awak itu ditemukan sekitar dua pekan lalu.
“Dua orang warga Sumba Barat Daya tersebut menemukan drone quadcopter yang memiliki empat baling-baling warna putih, merk Phantom yang dilengkapi camera mini merek GoPro Hero 3 dan sebuah antena wireless serta GPS,” kata Santosa.
Kedua warga tersebut, kata Santosa, berniat menjual pesawat tanpa awak itu seharga Rp 1,5 juta ke lapak telepon seluler, namun penjaga lapak tidak mau membelinya. Selanjutnya, penemu drone tersebut bercerita kepada Aiptu Anton S Raja (Ps Pasi Ops Subden A Gegana, Brimob) dan menunjukkan foto drone tersebut. Anggota Brimob kemudian mengamankan drone itu.
Selanjutnya, drone tersebut diamankan ke Polres Sumba Barat untuk koordinasi dengan ahli guna meretas hasil rekaman kamera pada drone itu. Berdasarkan harga pasaran, lanjut Santosa, dalam kondisi baru saja kisaran harganya antara Rp 15-16 juta.
Kelebihan drone ini adalah bisa melakukan lock GPS, sehingga saat drone hilang signal, remote control (> 500 meter) akan kembali ke titik asal. Selain itu, kamera mampu merekam sudut 180 derajat serta dapat bertahan 15 menit di udara.
“Untuk sementara record video yang ada di drone yang kemarin kami amankan dari anggota Brimob belum bisa dibuka mengingat memory internal diberi password oleh pemilik. Dan info sang pemilik drone untuk sementara belum ditemukan,” kata Santosa.
Namun berdasarkan keterangan dari beberapa saksi menyatakan pernah melihat orang asing di dekat Pelabuhan Waekelo, sambil menerbangkan drone yang sama persis seperti yang diamankan untuk kepentingan cek tanah. Lahan di kawasan itu mayoritas dibeli oleh orang asing, khususnya di pesisir pantai di wilayah Kabupaten Sumba Barat Daya.

Komandan Pangkalan Angkatan Udara (Danlanud) El Tari Kupang, Kolonel Penerbang Andi Wijaya membenarkan jatuhnya pesawat tanpa awak di Sumba Barat Daya (SBD). “Saya sudah memerintahkan anggota untuk mengecek pesawat tersebut,” katanya.

Namun, setelah dicek anggota dan mengirim foto pesawat itu, menurut dia, drone yang jatuh itu adalah pesawat remote kontrol jenis Phantom 3 yang dilengkapi dengan kamera di bagian bawahnya. “Itu hanya pesawat remote kontrol yang sering dimainkan oleh pecinta pesawat itu,” katanya, dan menambahkan, belum mengetahui siapa yang menerbangkan drone itu, dan dari mana asalnya. (kompas.com/sta)

0 0 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments