Wapres Pastikan Harga Beras Turun Pekan Depan

by -19 views

JAKARTA – Kenaikan harga beras yang sudah berlangsung hampir sebulan menjadi masalah genting yang harus segera diselesaikan. Rabu (25/2) Presiden Jokowi terjun langsung ke gudang Bulog untuk memastikan bahwa operasi pasar yang sedang gencar dilakukan tepat sasaran.

Pemerintah memang sangat optimistis operasi pasar bakal menjadi resep jitu untuk menurunkan demam tingginya harga beras. Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) menyatakan, operasi pasar besar-besaran oleh Bulog memang tidak akan serta-merta menurunkan harga beras di berbagai daerah. Dia menyebutkan butuh waktu, tetapi tidak akan lama.

Apakah pekan depan harga beras bisa dipastikan turun? ’’Saya bukan ahli ramal. Tapi, pasti turun,’’ tegasnya di Kantor Wakil Presiden kemarin.

Bukan tanpa alasan JK begitu yakin harga beras akan kembali turun. Selain operasi pasar oleh Bulog, pekan depan yang berarti awal Maret memang mulai masuk musim panen padi di beberapa daerah. Meski panen raya diperkirakan baru terjadi April–Mei mendatang, pasokan panen Maret diperkirakan sudah cukup banyak. ’’Makanya aman, harga turun,’’ katanya.

JK yakin, tambahan pasokan dari jalur operasi pasar dan panen akan mampu menekan harga. Apalagi stok beras Bulog yang mencapai 1,4 juta ton dinilai sangat mencukupi kebutuhan masyarakat. ’’Kami keluarkan 500 ribu–600 ribu ton, selesai itu (harga turun lagi, Red),’’ ucapnya.

Dia mengklaim, pemerintah serius mengatasi lonjakan harga beras karena langsung memengaruhi dapur rakyat. Namun, pemerintah juga tidak ingin harga beras terlalu rendah karena bakal memukul para petani. ’’Kami tidak akan turunkan seperti pikiran konsumen yang ingin harga serendah-rendahnya. Petani mau hidup dari mana kalau harga beras rendah?’’ ujarnya.

Komitmen menjaga harga beras agar tidak sampai jatuh kemarin juga ditegaskan Presiden Jokowi saat melakukan sidak ke gudang Bulog di Kelapa Gading, Jakarta. Meski sadar harga beras saat ini sudah tidak wajar, dia tetap melarang impor bahan makanan pokok sebagian besar masyarakat Indonesia itu. ’’Jangan impor. Kita harus junjung sendiri,’’ tegas Jokowi di sela sidak.

Masa panen mulai bulan depan praktis akan menambah pasokan beras ke pasar. Sesuai dengan hukum pasar, kondisi tersebut tentu bisa menekan harga di pasaran. ’’Kami tetap ingin menjaga agar nanti tidak ada oversupply (pasokan berlebih, Red) saat panen,’’ tegas Jokowi.

Selain meninjau gudang Bulog di Jakarta kemarin, secara simbolis Jokowi melepas puluhan truk yang mendistribusikan dua jenis beras ke wilayah Jabodetabek. Yaitu, beras untuk rakyat miskin (raskin) dan beras dengan harga miring untuk operasi pasar.

Tidak hanya ke Jabodetabek, dua jenis beras itu didistribusikan secara serentak dalam minggu-minggu ini ke seluruh wilayah Indonesia. Khusus untuk raskin, jumlah total yang siap disalurkan mencapai 300 ribu ton. Pada kesempatan itu, Jokowi juga sempat melakukan telekonferensi dengan gudang Bulog di sejumlah wilayah lain. Yaitu, wakil Bulog dari Palembang, Jawa Barat, Surabaya, serta Bali.

Dari Palembang dilaporkan, perwakilan Bulog di sana siap menyalurkan 730 ton raskin. Sudah ada 15 truk yang akan mengirimkan jatah raskin ke 14 kelurahan. Kemudian, di Jawa Barat, 2.300 ton raskin siap disalurkan. Untuk Surabaya, beras dengan harga miring mulai didistribusikan ke sejumlah titik di ibu kota Provinsi Jawa Timur itu dan sekitarnya. Di Bali, sudah disiapkan 173 ton raskin untuk dua kabupaten, yaitu Tabanan dan Blutung.

Pada kesempatan yang sama, Menteri Perdagangan Rachmat Gobel menambahkan, operasi pasar oleh Bulog akan didistribusikan langsung ke masyarakat atau tidak melewati pedagang seperti operasi pasar selama ini. ’’Supaya harga (dari Bulog) langsung diterima masyarakat,’’ kata Gobel yang turut mendampingi presiden saat sidak.

Desember 2014 hingga Januari 2015, Bulog sebenarnya melakukan operasi pasar. Antara lain, menggelontorkan 75 ribu ton beras. Namun, dalam operasi pasar ketika itu, beras tidak disalurkan langsung ke tangan masyarakat. Dengan harga gudang Rp 6.800 per kilogram, beras-beras tersebut seharusnya dijual ke konsumen Rp 7.400 per kilogram. Namun, realitas di lapangan, harga tersebut sulit ditemui.

Gobel menegaskan, pihak-pihak yang selama ini dipercaya mendistribusikan beras operasi pasar dari Bulog itu akan diaudit. Mereka yang terbukti melanggar akan ditindak tegas. Mulai dicabut izin operasinya hingga dipidanakan.

Misalnya, dia mengungkapkan salah satu informasi yang masuk kepada dirinya tentang adanya pihak tertentu yang memanipulasi beras operasi pasar dari Bulog. Pihak tersebut memasukkan beras operasi pasar itu ke merek dagang tertentu. ’’Itu menyalahi aturan pemerintah. Itu harus ditindak. Saya beri sinyal, jangan main-main,’’ tegasnya. (jp/jk)

0 0 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments