Jokowi Optimistis, 2018 Indonesia Swasembada Pangan

by -78 views

JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) optimistis Indonesia akan memasuki era swasembada pangan, ketahanan pangan, dan kedaulatan pangan nasional pada 2018.

“Semakin saya kenal medan yang ada di negara kita, semakin saya yakin bahwa yang namanya swasembada pangan, ketahanan pangan, kedaulatan pangan bisa kita capai dalam kurun waktu 4 – 5 tahun mendatang,” kata Presiden Jokowi, saat membuka Jakarta Food Security Summit (JFSS) 2015, di Jakarta Convention Center (JCC), Kamis (12/2).

Jokowi, yang datang bersama Ibu Negara Iriani Widodo, didampingi Ketua Umum Kadin Indonesia Suryo Bambang Sulisto, Ketua Dewan Pengarah JFSS 2015 Franky Widjaja, dan sejumlah menteri Kabinet Kerja.

Dia mengatakan, keyakinannya itu makin meningkat saat berdialog dengan kalangan petani, peternak dan nelayan, sebelum acara pembukaan JFSS 2015.

“Setelah melihat dan berdialog dengan petani, dulu hanya menghasilkan dua ton, sekarang menjadi empat ton, dan enam ton menjadi 8 ton. Dulu 1,5 ton menjadi tiga ton. Kelipatan-kelipatan seperti itu, contohnya sudah ada,” kata Presiden Jokowi.

JFSS adalah bagian dari program Kadin Indonesia, khususnya Bidang Industri Agribisnis dan Pangan serta Bidang Industri Pengolahan Makanan dan Peternakan, dan Bidang Kelautan dan Perikanan. Kegiatan ini pertama kali digelar pada 2010.

Seperti kegiatan sebelumnya, JFSS 2015 juga disemarakkan pameran pangan, yang menampilkan berbagai informasi terkait agribisnis, pangan, peternakan, dan perikanan.

Berdialog dengan Petani

Di sela penyelenggaraan Jakarta Food Security Summit 2015 di Jakarta Convention Center (JCC) itu, Presiden Joko Widodo (Jokowi) berdialog dengan para petani, petambak, dan peternak Tidak seperti biasanya, saat ini, Presiden Jokowi yang datang bersama Ibu Iriana Widodo langsung meninjau lokasi pameran di Assembly Hall, bukannya di tempat pertemuan.

Di lokasi pameran, Presiden bersama Ibu Negara didampingi Ketua Umum Kadin Indonesia Suryo Bambang Sulisto serta Ketua Dewan Pengarah JFSS 2015 Franky Widjaja, menemui para petani, petambak, dan peternak. Berbagai hal dibicarakan mulai dari pengadaan pupuk, bibit, dan permodalan.

Kadin Gandeng Pemerintah

Sementara itu, kalangan dunia usaha nasional yang tergabung dalam Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia siap menggandeng pemerintah untuk mengembangkan produktivitas pangan strategis yang sangat dibutuhkan penduduk Indonesia.

Langkah itu dilakukan untuk mewujudkan peningkatan produktivitas pangan strategis yang selama ini belum mencukupi.

“Prioritas pengembangan komoditas pangan strategis harus dilakukan. Ini sangat mendesak,” kata Ketua Umum Kadin Indonesia Suryo Bambang Sulisto di sela penyelenggaraan Jakarta Food Security Summit 2015 itu.

Dia mengatakan, komoditas pangan strategis terdiri atas beras, jagung, kedelai, gula tebu, singkong, sagu, daging, dan hortikultura (buah, sayur, dan tanaman hias).

Sulisto mengatakan prioritas pengembangan pangan strategis harus melalui kajian mendalam dan sesuai agroklimatologi Indonesia.

“Pemerintah bersama pengusaha harus konsisten mewujudkan program peningkatan produktivitas pangan strategis yang selama ini antara produktivitas dan kebutuhan belum mencukupi,” kata Sulisto. (sp/jdz)

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments