Bulog NTT Targetkan Serap 15.000 Ton Beras

by -117 views

Kupang — Perum Bulog Divisi Regional (Divre) Nusa Tenggara Timur (NTT) kembali menargetkan 15.000 ton beras dengan melihat beberapa kabupaten yang berpotensi menghasilkan kebutuhan pokok tersebut.

“Tahun ini kami kembali menargetkan dapat menyerap sebanyak 15.000 ton beras setelah tahun kemarin tergetnya tidak mencapai yang diharapkan,” kata Kepala Bidang Pelayanan Publik Perum Bulog Divre NTT Alex Malelak di Kupang, Rabu (4/2).

Menurut Alex wilayah-wilayah yang sebelumnya gagal mendapatkan hasil, di tahun ini sudah bisa menghasilkan kembali akibat beberapa perbaikan telah dilaksanakan. Ia menjelaskan pada 2014 target Perum Bulog NTT tidak tercapai karena dua daerah di Mbay, Bajawa, Lembong, dan Ngada tidak menghasilkan beras.

“Ini karena tahun kemarin ada perbaikan irigasi sehingga hasil yang masuk hanya mencapai 10.000,” kata Alex.

Namun, realisasi dari 10.000 ton tersebut menurut Alex hanya bisa mencapai sekitar 5.000 ton karena pada musim tanam kedua di Oktober telah memasuki musim kering sehingga tidak menghasilkan seperti yang diharapkan.

“Hanya 60 persen yang kami peroleh dari target awal yang kami harapkan,” katanya.

Alex menambahkan dipastikan di 2015 ini, realisasi panen terbesar dipegang oleh Kabupaten Rote Ndao, karena melihat dari pengadaan Beras miskin (Raskin), kabupaten tersebut berhasil memenuhi kebutuhan Raskin.

“Pengadaan raskin di Rote Ndao bisa terpenuhi dengan pengadaan lokal, tanpa harus mendapat pengiriman dari luar,” tegasnya.

Menurutnya, jika hasil di tahun ini mencapai target, pihaknya akan bisa menyerap lebih banyak beras. Namun kendala yang bulog hadapi adalah pembelian beras yang tentunya harus di atas harga impor.

“Kami belinya dengan menggunakan beras inpres sehingga kalau sekarang harganya Rp6.600/kg maka tentu saja harus beli dengan harga Rp7.000/kg,” tegasnya. (sp/ant)

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments