Belum Ada Sinyal BG Dilantik Jadi Kapolri

by -95 views

JAKARTA – Keputusan soal pelantikan Kapolri masih mengambang. Meski demikian, di depan para pimpinan DPR, Presiden Joko Widodo hanya menyatakan mengambil keputusan dalam waktu dekat.

Pertemuan presiden dan pimpinan DPR itu dibungkus dengan agenda rapat konsultasi. ”Pokoknya begini kata presiden, insya Allah secepatnya, secepatnya,” ungkap Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah setelah pertemuan di kompleks Istana Presiden, Jakarta, Senin (2/2).

Pada kesempatan tersebut, presiden belum memberikan sinyal soal keputusan jadi tidaknya Komjen Budi Gunawan dilantik sebagai Kapolri. Terutama, pasca keputusan pengadilan yang menunda pelaksanaan sidang praperadilan Budi atas statusnya sebagai tersangka KPK.

Meski demikian, dia menyatakan bahwa dalam rapat konsutasi tersebut, pimpinan DPR sepakat akan menyetujui apa pun keputusan Jokowi. Termasuk, jika Budi akhirnya diputus untuk tidak dilantik. ”Kami tidak boleh melawan, kami ikut saja,” tegas politikus PKS tersebut.

Pernyataan senada disampaikan Ketua DPR Setya Novanto. Menurut dia, pimpinan DPR akan menghormati segala keputusan presiden soal pelantikan Kapolri baru. Yang pasti, tutur dia, pimpinan DPR telah menyatakan bahwa parlemen telah menjalankan proses terkait dengan persetujuan nama calon Kapolri pengajuan presiden sesuai mekanisme dan prosedur yang ada.

Begitu juga soal batas waktu. Meski berharap presiden bisa memutus secepatnya, pimpinan DPR tidak memberikan batas waktu. Keputusan melantik atau tidak Kapolri baru, termasuk dilaksanakan sebelum praperadilan ataupun setelahnya, lagi-lagi diserahkan ke presiden. ”Kami sangat menghormati. Mudah-mudahan ada jalan keluar yang baik,” tutur politikus Partai Golkar itu.

Pada rapat konsultasi yang berlangsung tertutup tersebut, semua pimpinan DPR yang notabene berasal dari partai-partai di Koalisi Merah Putih (KMP) hadir. Selain Setya dan Fahri, Wakil Ketua DPR Fadli Zon, Agus Hermanto, dan Taufik Kurniawan terlihat hadir. Datang pukul 15.25, rombongan meninggalkan kompleks istana sekitar pukul 17.00.

Terhadap hasil pertemuan, Sekretaris Kabinet Andi Widjajanto mengakui bahwa DPR pada dasarnya berharap presiden segera mengambil keputusan. Terkait dengan hal itu, dia juga mengakui, presiden telah menyatakan bisa saja keputusan diambil tanpa harus menunggu proses praperadilan.

Mengacu pada agenda kepresidenan, pada 5 Februari 2015 presiden meninggalkan tanah air. Hingga 10 Februari 2015, presiden bersama rombongan melakukan kunjungan bilateral ke sejumlah negara ASEAN. (jp/jdz)

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments