Kupang, mediantt.com — Perayaan Natal 2014 dan Tahun Baru 2015 di seluruh wilayah Provinsi NTT dipastikan akan berlangsung aman. Pasalnya, Polda NTT menurunkan 3.778 personil, yang akan dibantu anggota TNI yang ada di NTT.

“Untuk pengamanan perayaan Natal 2014 dan Tahun Baru 2015, Polda NTT telah menyiapkan sekitar 3.778 personel dibantu anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang berada di seluruh wilayah NTT,” kata Kabid Humas Polda NTT, AKBP Agus Santoso, di Kupang, Senin (22/12).

Dari jumlah tersebut, rinci dia, gabungan Polda NTT serta Polres dan jajarannya sebanyak 2.594 personel, sementara dari TNI sebanyak 160 personel dan instansi terkait lainnya 1.024 personel.

Polda NTT akan mengamankan total 523 gereja. Sedangkan untuk wilayah Kota Kupang, 12 gereja menjadi fokus pengamanan. Selain itu, Polda juga menyiapkan 76 pos pengamanan. “Penempatan anggota Polisi di semua tempat ibadah atau gereja, baik Katolik maupun Protestan, yang ada di seluruh wilayah NTT. Hal ini dilakukan untuk menjaga kenyaman umat Kristen dalam menjalani ibadah perayaan Natal dan Tahun Baru,” kata Agus.

Pengamanan perayaan Natal dan Tahun Baru yang juga dibantu oleh anggota dari TNI serta partisipasi masyarakat merupakan antisipasi untuk menghindari terjadinya hal yang tidak diinginkan.

“Kita berharap semua umat Kristen di NTT dalam melakukan perayaan Natal dan Tahun Baru berjalan dengan baik, lancar dan nyaman. Kita mengetahui kerukunan umat beragama di NTT sangat tinggi. Namun sebagai antisipasi pihak kepolisian harus melakukan pengamanan,” katanya.

Selain itu, Gerakan Pemuda Ansor Nusa Tenggara Timur (GP Ansor NTT) juga menugaskan anggota Barisan Serba Guna (Banser) untuk mengamankan perayaan natal di seluruh daerah di NTT.

Ketua GP Ansor NTT Abdul Muis akan menugaskan anggotanya dengan jumlah yang disesuaikan dengan kondisi daerah tempat pengamanan. “Untuk Kota Kupang sendiri kami terjunkan 150 anggota banser dan untuk daerah-daerah akan disesuaikan dengan kondisi daerah, 25 hingga 50 anggota,” sebut dia.

Menurut Muis, partisipasi GP Ansor NTT dalam setiap perayaan keagamaan di Kota Kupang dan seluruh wilayah provinsi sebagai sebuah rutinitas wajib dengan berlandaskan semangat kebersamaan dan toleransi.

Ia mengatakan, keberagaman yang terpancar dalam kebhinnekaan Indonesia, dilihat sebagai sebuah kekayaan yang patut mendapatkan dukungan semua kalangan dan agama yang ada, demi kehidupan berbangsa dan bernegara yang damai dan penuh toleransi.

Kata dia, berbeda agama bukan menjadi pemicu perpecahan karena dibeda-bedakan, tetapi harus menjadi pengikat erat sebagai anak bangsa yang bernaung di bawah sayap Pancasila. “Dasar pijakan itulah yang mendorong GP Ansor untuk terlibat dalam pengamanan Natal di semua gereja yang ada di seluruh wilayah NTT,” katanya. (sp/jk)

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of