Munas Golkar Jakarta atas Restu JK

by -18 views

JAKARTA – Kubu Presidium Penyelamat Partai Golongan Karya (Golkar) akhirnya menyegerakan pelaksanaan musyawarah nasional (munas) sejak Sabtu (6/12). Meski terhitung lebih cepat daripada rencana Januari 2015, presidium menegaskan sudah mempersiapkan segalanya. Bahkan, kubu Agung Laksono cs itu mengklaim mendapat restu dari Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) soal jadwal pelaksanaan Munas IX Golkar tersebut.

Salah seorang kandidat ketua umum dalam munas Jakarta itu, Priyo Budi Santoso, menyatakan bahwa semua proses persiapan munas sudah dilakukan. Salah satu persiapan tersebut adalah melakukan koordinasi dan komunikasi dengan pemerintah atas munas yang digelar di Hotel Mercure, Ancol, Jakarta, tersebut.

”Tiga hari lalu (Rabu, Red), Pak Agung (Agung Laksono) dan Pak Agus (Agus Gumiwang Kartasasmita) bertemu Pak JK. Kami sudah mendapatkan dukungan untuk melaksanakan munas,” kata Priyo di sela-sela pelaksanaan munas Jakarta kemarin.

Priyo menyebut dukungan dari JK sebagai satu hal yang berharga. Dia menilai, setelah munculnya munas Bali yang menurutnya penuh rekayasa, presidium harus segera menggelar munas. Pelaksanaan munas Jakarta, ujar dia, merupakan bukti bahwa Partai Golkar mampu melaksanakan pemilihan ketua umum yang demokratis.

”Suasana munas yang terpenting jangan intimidatif. Munas harus berjalan sukacita,” ujar mantan wakil ketua DPR itu.

Priyo menyebut respons pemerintah juga positif atas pelaksanaan munas tersebut. Dia memberikan apresiasi atas sikap Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wapres JK, Menko Polhukam, Menkum HAM, serta Mendagri yang memberikan dukungan atas pelaksanaan munas itu.

”Kami berterima kasih, pemerintah sudah mem-back up pengamanan di sini,” ujarnya.

Yoris Raweyai selaku ketua penyelenggara munas Jakarta menyatakan, sudah ada kepastian bahwa para pemilik suara dalam munas akan hadir ke Hotel Mercure. Dia mencatat, ada 384 pemilik suara yang nanti menghadiri munas tersebut.

”Sesuai AD/ART, perwakilan yang hadir adalah unsur, baik itu DPD I (provinsi), DPD II (kabupaten/kota), maupun ormas yang mendirikan dan didirikan,” tutur Yoris dalam keterangan pers.

Mereka yang hadir, papar Yoris, adalah unsur DPD I dan II yang sebelumnya hadir dalam munas Bali. Di antara mereka, ada yang pulang dulu ke daerah masing-masing sebelum akhirnya menuju Jakarta. Namun, ada juga yang langsung dari Bali ke Jakarta.

”Sebenarnya munas ini mau kami buka pukul 14.00 WIB. Namun, kami undurkan jadwal menjadi pukul 19.00, menunggu kehadiran wakil daerah,” ujar Yoris.

Tiga kandidat Ketum dipastikan bersaing dalam munas Jakarta. Selain Priyo, ada nama Agung dan Agus yang siap meraih dukungan pemilik suara dalam munas yang direncanakan digelar hingga 8 Desember itu.

Tak lupa, Yoris menyindir pelaksanaan munas Bali yang dipenuhi ratusan personel pengamanan dari pecalang dan sebuah ormas di Bali. Menurut dia, munas Jakarta tidak perlu pengamanan berlapis. Pelaksanaan rapat paripurna yang serba tertutup di munas Bali, menurut Yoris, akan diubah total di munas Jakarta.

”Munas itu demokratis. Proses persidangannya transparan dan terbuka. Kami sebagai wasit hanya siapkan lahan. Para tokoh yang terpanggil siap bersaing secara fair,” ujarnya.

Saat munas dibuka pada pukul 19.00 WIB, jumlah peserta yang hadir belum sebanyak klaim panitia. Ballroom Hotel Mercure yang disewa sebagai venue munas terlihat tidak terisi penuh. Panitia sampai beberapa kali memanggil-manggil para peserta dan peninjau munas untuk segera memasuki ruang sidang.

Selain unsur presidium, perwakilan Dewan Pertimbangan Partai Golkar tampak hadir. Dua anggota Dewan Pertimbangan Partai Golkar, Fahmi Idris dan Andi Mattalatta, ada di tengah-tengah peserta munas.

Panitia menjanjikan bahwa Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo dan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama hadir dalam pembukaan munas. Namun, hingga pembukaan munas ditunda lebih dari setengah jam, keduanya tidak tampak.

Saat membuka munas, Yoris menjelaskan alasan presidium memajukan jadwal dari rencana semula Januari 2015. Menurut dia, salah satu pemicunya adalah keputusan munas Bali yang menolak Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) tentang Pemilihan Kepala Daerah. Juga muncul rekaman pertemuan Nurdin Halid untuk memenangkan Aburizal Bakrie sebagai ketua umum. Termasuk keputusan munas yang menginginkan sistem proporsional terbuka dalam pemilu dikembalikan ke sistem tertutup.

”Itulah mengapa munas perlu dilaksanakan. Karena kami gelisah. Ini tidak bisa dibiarkan,” ujarnya.

Ibnu Munzir selaku ketua steering committee (SC) munas Jakarta menyatakan, pihaknya sudah mempersiapkan berbagai agenda untuk munas. Setelah pembukaan munas IX, akan langsung digelar sidang paripurna yang membahas jadwal-jadwal munas dan tata tertib. Dalam sidang itu, akan disampaikan landasan hukum dilaksanakannya munas Jakarta oleh SC. Kemudian, acara dilanjutkan dengan pandangan umum peserta munas. ”Besoknya akan disampaikan tanggapan dari presidium,” kata Ibnu.   Setelah itu, papar Ibnu, bakal dibentuk tiga komisi dalam munas. Komisi A yang membidangi organisasi membahas tata cara pencalonan Ketum. Komisi B bakal membahas pandangan umum. Terakhir, komisi C akan membahas rekomendasi dan pernyataan politik. Seluruh pembahasan komisi akan dibahas menjadi satu dalam sidang paripurna munas lanjutan.

Acara puncak munas Jakarta, yakni pemilihan Ketum, akan dilakukan pasca rapat paripurna hasil pembahasan komisi. Ibnu menyatakan, sesuai AD/ART, bakal calon diseleksi, apakah memenuhi syarat keterpilihan 30 persen dari pemilik suara yang hadir. Mereka yang lolos akan ditetapkan sebagai calon dan mengikuti pemilihan lanjutan untuk menentukan Ketum terpilih.

”Selain 384 pemilik suara dari daerah, ada enam ormas Partai Golkar yang akan hadir. Para peserta dipersilakan memilih dengan nurani, one delegation one vote,” ujarnya.

Jika Ketum terpilih baru diketahui setelah pemilihan nanti, posisi ketua Dewan Pertimbangan Partai Golkar versi munas Jakarta sudah dipastikan. Ibnu menyatakan, JK sebagai mantan Ketum Golkar sudah bersedia menempati posisi itu. ”Beliau menyatakan bersedia,” ucap Ibnu.

Ibnu juga optimistis hasil munas Jakarta diakui pemerintah daripada hasil munas Bali. Sebagaimana AD/ART partai, munas Jakarta dilaksanakan melalui aturan main tersebut. ”Tentunya Menkum HAM akan pelajari AD/ART partai. Munas Ancol ini adalah munas yang konstitusional,” tambah dia.

Terpisah, munas yang digelar kubu presidium penyelamat organisasi di Ancol, Jakarta, ditanggapi santai oleh kubu Ical, sapaan Aburizal Bakrie. Menurut fungsionaris Partai Golkar Tantowi Yahya, munas itu tidak merepresentasikan partai.

Tantowi mengatakan, pada munas Bali 30 November–3 Desember lalu, seluruh anggota DPD I dan II hadir. Hal itu membuktikan bahwa kader Golkar di daerah sudah tahu mana munas yang konstitusional. ”Munas dihadiri oleh semua kader Golkar. Jadi, munas di Bali sah,” jelasnya.

Partai Golkar pun mengultimatum DPD I dan II yang terbukti ikut munas Jakarta. ”Sudah kami wanti-wanti. Jika ada yang ikut, akan kami bekukan,” ucapnya.

Pria yang juga penyanyi musik country itu mengatakan, kepengurusan Ical dalam waktu dekat akan dilaporkan ke Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkum HAM). (jp/jk)

0 0 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments