TNI-Polri di NTT Utamakan Sinergitas

by -65 views

Kupang, mediantt.com — Agar tidak terjebak konflik antara TNI dan Polri seperti yang terjadi di Batam, Kepulauan Riau, beberapa waktu lalu, TNI dan Polri di NTT senantiasa mengedepankan dan mengutamakan prinsip sinergitas. Juga, berkomitmen tidak bisa bekerja sendiri. Sebab, TNI dan Polri adalah garda terdepan atau inti pertahanan negara.

“Untuk mencegah konflik antarkesatuan terutama TNI dan Polri di NTT, kami (TNI-Polri) selalu menjalin komunikasi dengan pimpinan semua kesatuan. Artinya, antara kami pimpinan kesatuan selalu mengedepankan konsep sinergitas dan berkomitmen tidak bisa bekerja sendiri, lantaran TNI dan Polri adalah inti pertahanan negara,” tegas Komandan Korem (Danrem) 161/ Wirasakti Kupang, Brigjen Achmad  Yuliarto kepada wartawan di Kupang, Rabu (26/11).

Menurut Danrem, kebersamaan antara TNI dengan Polri terjalin baik di NTT selama ini. Anggota TNI dan Polri sering mengikuti olahraga atau kerja bhakti bersama. Ia mencontohkan, salah satu kerjasama  yang tidak pernah dilupakan dan menorehkan sebuah sejarah adalah digelarnya Tarian Massal Flobamora Bersatu pada tanggal 17 Agustus 2014 lalu yang melibatkan personil TIN dari ketiga angkatan dan Polri.

“Bagi kami, ini adalah sebuah kebersamaan yang  sangat luar biasa  yang dikuti oleh parajurit TNI dan personil Polri, sehingga tidak ada sekat pembeda antara institusi pertahanan negara,” ujarnya.

Ia juga mengatakan, khusus untuk personil TNI AD diwajibkan memiliki paling sedikit satu nomor kontak  anggota Polri. Tujuannya, untuk saling menjaga komunikasi. “Kebersamaan antara prajurit TNI dengan Polri juga ditunjukkan di Pos Penjaga Perbatasan Indonesia-Timor Leste. Di setiap pos selalu ada personil Polri khususnya dari Brimob yang ditempatkan untuk bersama TNI menjaga perbatasan dan kedaulatan NKRI,” tandas Danrem, seraya menambahkan, “Untuk menjaga hubungan baik antara TNI dengan Polri di daerah ini, Kami selalu ingatkan kepada para prajurit untuk menjaga kebersamaan. Tdak ada yang jagoan lantaran semua punya tugas dan peran masing-masing”.

Perbatasan RI-RDTL Kondusif

Danrem Achmad Yuliarto juga menjelaskan, situasi perbatasan negara RI-Timor Leste saat ini sangat kondusif, aman dan tenang. “Hal ini karena semakin terbukanya komunikiasi dan hubungan kerja sama masing-masing aparat dua negara dalam menjaga lahan negaranya di batas masing-masing,” kata Achmad.

Menurutnya, situasi kondusif yang sedang dirasakan dua negara dari latar belakang budaya yang sama itu, sepatutnya terus dipelihara dan dijaga bahkan harus selalu dipupuk dengan pendekatan kemanusiaan dan cinta kasih, sehingga hubungan damai itu tetap terjalin baik.

Dia menjelaskan, aparat TNI yang bertugas di tapal batas telah diimbau untuk tetap memegang teguh keakraban dan tali silaturahmi dalam hubungan sosial dan tugas negara dengan aparat penjaga perbatasan Timor Leste, serta masyarakat di wilayah perbatasan. “Jika kondisi itu terjadi, maka suasana akan semakin nyaman dalam pelaksanaan tugas masing-masing demi tetap tercipta situasi serambi negara yang penuh dengan kasih dan damai,” katanya.

Kata dia, generasi muda di wilayah perbatasan juga harus diberikan pemahaman yang cukup tentang wawasan nusantara atau wawasan kebangsaan, agar bisa tumbuh nilai-nilai nasionalisme sebagai bagian dari sebuah kehormatan kehidupan berbangsa.

Mantan Komandan Kodim 0711/Malang Kodam V/Brawijaya itu juga mengaku, akan memperjuangkan pemenuhan sejumlah fasilitas serta kesejahteraan prajurit tapal batas. Kendatipun demikian, kerja sama dengan pihak lainnya termasuk pemerintah, dalam kaitan dengan peningkatan infrastruktur batas negara, terus dilakukan.

“Kerja sama TNI dan rakyat, juga terus dilakukan, karena bersama rakyat dalam kemanunggalannya, TNI dan rakyat akan menjadi kuat, demi mempertahankan kedaulatan NKRI,” katanya. (jdz)

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments