Ahok Minta FPI Dibubarkan

by -38 views
Front Pembela Islam (FPI) menggelar demo menolak Ahok menjadi Gubernur DKI

Jakarta, mediantt.com — Banyak pihak yang tidak setuju dengan aktivitas Front Pembela Islam (FPI). Namun, tidak ada yang seberani Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dalam menunjukkan sikapnya. Pelaksana tugas gubernur DKI Jakarta itu mengirim surat rekomendasi ke Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkum ham) untuk membubarkan ormas pimpinan Rizieq Shihab tersebut.

Ahok menegaskan, sikap FPI yang keras menolak pengangkatan dirinya menjadi gubernur DKI definitif sama saja dengan melawan konstitusi. Sebab, konstitusi mengamanatkan agar posisi gubernur DKI yang kosong pasca ditinggalkan Joko Widodo mesti diisi wakil gubernur. Meski hingga kini masih terdapat perbedaan penafsiran terhadap Undang-Undang (UU) Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemda dan Perppu Nomor 1 Tahun 2014 tentang Perubahan Pemilihan Kepala Daerah, Ahok yakin akan menjadi gubernur DKI definitif. ”Persoalannya jelas kok, FPI tidak cuma nggak suka Ahok, tapi juga melanggar konstitusi,” cetus Ahok di Balai Kota, Senin (10/11).

Apalagi, lanjut Ahok, langkah FPI berunjuk rasa menyampaikan aspirasi penolakan terhadap dirinya kerap menggunakan cara-cara kasar. Bahkan, beberapa minggu lalu beberapa anggota kepolisian harus dilarikan ke rumah sakit karena terkena lemparan batu oleh anggota FPI yang rusuh di depan Balai Kota dan DPRD DKI. Hal itu tentu berakibat buruk terhadap keamanan dan kenyamanan warga ibu kota dalam beraktivitas. ”Saya tidak mempersoalkan pihak-pihak yang mendemo saya, termasuk FPI, tapi jangan sampai membuat rusuh,” tegas dia.

Menurut Ahok, FPI tidak layak hidup di Indonesia yang sangat menghormati kebebasan beragama. Karena itu, dia meminta Kemenkum ham mengabulkan permintaannya dan tidak segan-segan membubarkan ormas tersebut. Dia pun berharap yang dilakukan Pemprov DKI dengan mengirim surat itu bisa ditiru pemerintah daerah lain di Indonesia. Apalagi, dia mengetahui bahwa ulah FPI yang kerap bikin onar di beberapa unjuk rasa tidak hanya terjadi di DKI. ”Mudah-mudahan banyak gubernur, wali kota, dan bupati yang berani mengikuti jejak saya,” harap dia.

Terkait alasan FPI menolak Ahok yang selalu bermuatan sara, mantan anggota DPR itu mengaku kesal. Sebab, setiap warga negara dilindungi UU untuk hidup nyaman dan berdampingan di Indonesia. Dia pun menyayangkan alasan FPI yang melakukan kekerasan selalu dikait-kaitkan dengan ajaran agama Islam. Bagi Ahok, Islam adalah agama rahmat yang menghormati keberagaman. Yang dilakukan FPI, menurut dia, sama saja dengan mempermalukan Islam. Hal itu dia ketahui karena sejak kecil hidup di lingkungan orang muslim. ”Saya kan menuntut ilmu di sekolah Islam sejak SD sampai SMP. Bagi saya, Islam itu rahmatan lil ’alamin, bukan seperti yang dilakukan FPI itu,” cetus dia.

Di luar balai kota, belasan ribu anggota FPI yang identik dengan warna putih dan hijau terlihat berunjuk rasa menuntut DPRD tidak mengangkat Ahok sebagai gubernur definitif. Berbeda dengan unjuk rasa sebelumnya, aksi kali ini dipimpin langsung Ketua Umum FPI Rizieq Shihab. Sepanjang Jalan Kebon Sirih yang menjadi lokasi unjuk rasa terlihat padat merayap. Kendaraan yang melewati jalan tersebut terjebak macet total.

Dalam orasinya, Rizieq mengancam membuat gubernur DKI tandingan jika Ahok tetap lolos menjadi gubernur definitif. ”Kalau presiden dan Mendagri ngotot melantik Ahok, kami akan angkat gubernur DKI tandingan,” tandasnya. (jd/jdz)

0 0 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments