Stok Pangan Lokal NTT Mulai Menipis

by -41 views

Kupang, mediantt.com — Inlah warta terkini yang mengkhawatirkan. Persediaan pangan masyarakat di NTT saat ini sudah menipis dan akan segera habis dalam waktu satu bulan ke depan. Pangan lokal seperti ubi kayu, dan jagung diprediksi akan habis dalam satu bulan ke depan.

“Pangan masyarakat sesuai dengan kondisi saat ini sudah habis. Pengamatan kami, satu bulan ke depan pangan lokal masih bisa, kita dulu malan ubi kayu sudah hal biasa, tapi sekarang persediaannya hampir habis,” kata Kepala Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan (BKP2) Provinsi NTT, Haji Husen kepada pers di Kupang, kemarin.

Ia menyebutkan, daerah yang paling parah dilanda krisis pangan adalah Kabupaten Sumba Timur, namun sudah ada langkah antisipasi. “Tapi bersyukur Pemda-nya sudah intervensi. Mereka (Pemda Sumba Timur) ada 78 ton beras yang ada di gudang sendiri. Mudah-mudahan mereka bisa atasi,” katanya.

Sementara Kabupaten Manggarai Timur dilaporkan 6.546 kepala keluarga terancam rawan pangan. Namun ia berharap segera ada pernyataan dari kepala daerah untuk mengatasinya. “Kita minta agar bupati bisa memberikan laporan kepada gubernur agar mereka bisa atasi langsung dan tidak membias,” ujarnya.

Menurutnya, sebagai langkah antisipasi untuk semua daerah mengatasi rawan pangan ini, telah ada kordinasi dengan kabupaten/kota se-NTT agar ada kerjadsama dalam menganalisis tingkat kerawanan setiap daerah seperti apa. “Gejala rawan pangan saat ini, ada berapa kabupaten dan hampir 17 kabupaten,” katanya.

Menurut Husen, setiap daerah itu terdapat 100 ton beras cadangan pemerintah untuk menangani bencana. “Bila dari kabupaten sudah habis maka gubernur punya hak intervensi 200 ton. Kalau kami dari BKP2), ada beras 78 ton. Bila beras di bupati/walikota dengan gubernur habis, maka kita (BKP2) yang terakhir. Kita punya cadangan hanya sebesar itu,” katanya. (jk)

0 0 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments