Jakarta, mediantt.com — Gubernur Bank Indonesia, Agus Martowardojo, Senin (27/10/2014), mengatakan, susunan Kabinet Kerja Joko widodo-Jusuf Kalla cukup meyakinkan dan patut mendapat dukungan penuh dari semua pihak.
Menurut Agus, lebih dari separuh menteri yang terpilih adalah figur profesional. Ia menyebutkan, ada sekitar 18 menteri dalam Kabinet Kerja merupakan sosok yang mumpuni untuk menjalankan tugasnya dengan baik dan memberikan terobosan.
Selain itu, para menteri ini ditunjuk berdasarkan proses seleski yang ketat. Karena melibatkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) dalam menelusuri rekam jejak masing-masing calon. Bahkan, proses penyusunan kabinet ini juga mempertimbangkan penilaian dan saran dari berbagai kalangan masyarakat.
“Calon itu diverifikasi KPK dan PPATK. Walaupun tidak ada jaminan, tapi paling tidak individu-individu itu masuk kategori bersih dan tidak cacat struktural,” ujar Agus di Jakarta.
Meski ada beberapa nama yang dinilainya belum pas menjabat sebagai menteri, namun Agus meyakini duet Joko Widodo-Jusuf Kalla mampu membuat kabinet ini bisa bekerja sinergis. “Keduanya (Jokowi-JK) memiliki kapasitas yang besar untuk membangun Indonesia,” kata Agus.
Agus pun memuji pengumuman formasi kabinet yang hanya dalam enam hari setelah Joko Widodo-Jusuf Kalla dilantik sebagai Presiden dan Wakil Presiden RI ke-7. Ketentuan undang-undang mengatur bahwa batas waktu maksimal bagi presiden untuk membentuk kabinet adalah 14 hari setelah dilantik.
“Kabinet bisa diselesaikan enam hari, dan diumumkan dengan atmosfer yang baik,” kata mantan Menteri Keuangan itu.

Sementara itu, pelaku pasar keuangan di awal minggu terakhir Oktober 2014, bereaksi positif merespons struktur Kabinet Kerja yang telah diumumkan Presiden Joko Widodo (Jokowi), Minggu sore. Hal tersebut, ditunjukkan dengan penguatan nilai rupiah terhadap dolar Amerika Serikat. Meskipun masih bercokol di kisaran Rp12.000 per dolar AS, awal perdagangan hari ini, Senin 27 Oktober 2014, menguat.
Berdasarkan data kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) yang dirilis Bank Indonesia (BI) hari ini, rupiah dipatok pada level perdagangan Rp12.042 per dolar AS, atau menguat dari akhir pekan lalu, Jumat 24 Oktober 2014, posisi rupiah di pasar spot diperdagangkan pada level Rp12.065 per dolar AS.
Gubernur BI, Agus Martowardojo, mengungkapkan penguatan tersebut, merupakan hal yang wajar. Pasar keuangan menyambut baik menteri-menteri yang dipilih masuk dalam Kabinet Kerja. “Rupiah menguat itu pasti, sebab figurnya-figurnya baik,” ungkapnya, saat ditemui di kantornya, Jakarta.
Ia menambahkan, keputusan Presiden Jokowi yang melibatkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) dalam menyeleksi kabinetnya, merupakan hal yang tepat.
Hal tersebut, meningkatkan kepercayaan pasar keuangan, karena mengedepankan prinsip kehati-hatian dalam menetapkan pilihan. “Dia (Jokowi) punya kepemimpinan yang baik, punya integritas yang baik,” tambahnya. (jk)

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of