Lebu Raya Lobi Jepang Bangun ‘Palmerah’

by -29 views

Kupang, mediantt.com — Gubernur NTT, Drs Frans Lebu Raya, baru saja kembali dari kunjungan kerja dua hari ke Negeri Sakura, Jepang, pada Jumat hingga Sabtu (17-18/10/2014).. Salah satu misi dalam kunjungan tersebut adalah melobi Japan International Corporation Agency (JICA) untuk membangun jembatan sepanjang kurang lebih 700 meter yang menghubungkan Pulau Flores dan Adonara, tepatnya Desa Palou di Pulau Flores dan Desa Tanah Merah di Pulau Adonara.

Dalam siaran pers yang dikirim Kadis PU NTT, Ir Andre Koreh, Kamis (23/10/2014), dijelaskan, bahwa di hadapan Direktur Southeast Asia Devition 1 (Indonesia), Shimakowa Takao, Gubernur Lebu Raya memaparkan gagasan pembangunan jembatan yang diberi nama Palmerah ini menjadi penting karena dapat menghubungkan kedua wilayah sehingga bisa menjadi kawasan ekonom yang terintegrasi.

Menurut Lebu Raya, demikian siaran pers itu, pembangunan jembatan Palmerah itu bukan karena Gubernur NTT adalah putra Adonara. “Pembangunan jembatan ini kita dorong karena ini merupakan jangkauan terpendek antar pulau di NTT dan memiliki nilai strategis ekonomis. Jadi bukan karena saya (Gubernur NTT) orang Adonara, sehingga saya usulkan pembangunan jembatan ini,” tegas Lebu Raya, putra Watoone ini.

Ia juga menjelaskan, pembangunan jembatan ini akan meningkatkan efisiensi pengangkutan barang dan jasa antar Pulau Adonara ke Pulau Flores dan sebaliknya, yang selama ini masih hanya mengandalkan sarana transportasi laut. Selain itu, juga untuk mempermudah distribusi pembangunan, mengurangi terjadinya kecelakaan perahu di laut, mempermudah dan memperlancar transportasi, sebagai prasarana untuk pemasangan pipa air dan gas, jaringan utilitas, pembangkit tenaga listrik dengan menggunakan pasang surut gelombang laut yang ada serta mengurangi konflik sosial antar kelompok masyarakat di Adonara.

Ia juga memaparkan, JICA dipilih oleh Pemerintah Provinsi NTT untuk melakukan permintaan pembangunan jembatan ini karena sudah banyak program pembangunan yang dilakukan langsung oleh JICA di NTT, termasuk Bendungan Tilong di Kabupaten Kupang, Jembatan Menu-Fatuat di Kabupaten TTS, Tempat Pendaratan Ikan (TPI) di Amagarapati, Kabupaten Flores Timur, dan saluran irigasi Mbay Kiri di Kabupaten Nagekeo.

Selain meminta bantuan JICA untuk membangun jembatan Palmerah diKabupaten Flores Timur, Pemprov NTT dalam kunjungan dua hari itu juga meminta bantuan dari JICA untuk membangun embung kecil sebanyak 20 buah, pengembangan kinerja pengelolaan air minum dan air limbah sanitasi, serta pembangunan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

Ia juga menambahkan, hasil presentasi yang disampaikan bersama tim di hadapan tim JICA mendapatkan respons yang cukup positif. Namun belum mendapatkan kepastian terkait pembangunan Jembatan Palmerah, maupun permohonan lain yang dibawah kepada JICA, karena masih harus dibahas melalui prosedur resmi bersama Kementerian Luar Negeri Jepang dan sejumlah kementerian lainnya, karena menyangkut bantuan dana ke luar negeri.

“Sebagai bentuk keseriusan kita untuk membangun jembatan tersebut, kita sudah menyiapkan anggaran dari APBD I untuk membiayai pra studi kelayakan, sedangkan untuk masalah tanah kita harapkan bisa diselesaikan oleh pemerintah kabupaten. Untuk biaya Fisibility Study kita harapkan bisa dibiayai dari APBN, dan biaya Detail Enginering Design dan biaya pembangunannya bisa kita dapatkan dari JICA,” demikian siaran Pers Andre Koreh. (*/jdz)

0 0 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments