Lembata Menggelar Festival Adventure Indonesia 2014

PROMOSI Pariwisata, tak bisa dihindari jika kita hendak membangun Pariwisata sebagai sektor unggulan. Promosi mutlak dilakukan, jika ingin Lembata terkenal dengan berbagai potensi dan obyek wisata yang dimiliki. Dan karena itu, memperkenalkan Lembata ke dunia luar butuh kerja keras,kerja cerdas dan anggaran yang memadai. Konkritnya, pemerintah dan masyarakat hendaknya punya komitmen yang sama untuk mengembangkan potensi pariwisata yang terpendam menjadi terkenal.

Dalam rangka memperkenalkan pariwisata Lembata, Pemerintah Kabupaten Lembata bekerjasama dengan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dan Way2East telah mengelar Festival Adventure Indonesia (FAI) yang baru saja berakhir 28 September 2014.”Festival Adventure Indonesia merupakan bagian dari program tahunan Pemkab Lembata yaitu Rally Wisata Bahari,” kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Lembata, Longginus Lega, SE kepada wartawan di Jakarta saat Konferensi Pers bersama Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sapta Nirwandar.

Sapta Nirwandar mengatakan, melalui FAI kita semua diajak untuk menemukan kembali potensi dan daya tarik wisata Indonesia khususnya Lembata. FAI merupakan momentum yang tepat untuk menduniakan nama Lembata. Karena sudah menjadi rahasia umum bahwa daerah Flores yang dikenal sejauh ini sebatas Labuan Bajo dan Lombok saja. Padahal, kata Nirwandar, daerah lain juga menyimpan pesona wisata yang tak kalah dahsyat. Dengan diselenggarakannya event ini, diharapkan potensi Flores dapat tersiarkan kepada masyarakat.

“Walaupun sama-sama di Nusa Tenggara Timur, Kabupaten Lembata bisa jadi tak setenar Pulau Komodo. Namun Kabupaten ini menyimpan potensi wisata mulai dari Festival Baleo, sebuah tradisi penangkapan Ikan Paus, Pesta Kacang, Upacara Adat Ahar sampai keindahan alam bawah lautnya. Saya melihat wisatawan semakin tertarik untuk mengunjungi willayah Timur Indonesia. Dan saya optimis wisata Lembata semakin terbuka,” ujar Bupati Yance Sunur.

Mengapa Pemkab Lembata memprioritaskan pengembangan wisata minat khusus yaitu adventur, karena alam dan destinasi Lembata sangat mendukung. Adapun destinasi unggulan yakni, Kota Lewoleba, Bukit Wolor Pass, Desa Adat Lamagute, Desa Amakaka/Kampung Lewotolok, Desa Lama Lewohala, Gunung Ile Lewotolok, Desa Jontona, Teluk Waienga, Desa Wisata Bela Baja, Pasar Barter Tradisional Wulandoni, dan paling populer Desa Nelayan Lamalera dengan tradisi penangkapan Ikan Paus secara tradisional.

Wisatawan domestik dan manca negara pun berdatangan untuk terlibat langsung dan menikmati seluruh event dan destinasi pariwisata dalam rangkaian Festival Adventure Indonesia 2014. Wisatawan disambut meriah di Pelabuhan Lewoleba dengan sapaan, suguhan adat dan pengalungan selendang oleh Bupati Lembata, Yance Sunur sebagai simbol tata krama adat Lamaholot ketika menerima seorang tamu. Usai menikmati Gala Dinner dipinggir pantai nan indah di malam hari, wisatawan juga menikmati tarian adat dan pentas budaya oleh anak-anak muda belia pelajar Lembata.

Peserta Festival, selain sebagai wisatawan, ada pula sebagai Fotografer, Penulis Travel Blog, Pencinta Alam, Pencinta Gunung, Backpacker, dan partisipan yang selalu mengikuti setiap prosesi budaya dan upacara adat. Bukan saja itu, wisatawan pun diajak menikmati Sunset di Bukit Wolor Pass. Kemudian peserta menuju Desa Lamagute, chekc-in di Homestay, makan malam dan menikmati pementasan tarian bersama masyarakat Lamagute.

Pagi harinya, wisatawan menuju Kampung Lama dengan menaiki 1000 anak tangga, menyaksikan prosesi pembuatan tenunan ikat secara tradisional. Selepas dari Desa Lamagute, perjalanan dilanjutkan ke Desa Wisata Lewotolok untuk persiapan pendakian ke Gunung Ile Lewotolok. Makan malam di Desa Lewotolok kemudian persiapan pendakian Ile Lewotolok dengan rute Kampung Lama dan kejar Sunrise di Puncak Gunung.

Sungguh indah dan menarik memang. Rangkaian kegiatan Festival Adventur kali ini sungguh mengesankan. Setibanya di kampung lama, wisatawan/peserta festival menikmati sajian dalam pesta kacang dan istirahat sejenak sebelum pendakian ke Puncak Ile Lewotolok pada tengah malam. Trekking ke Gunung Ile Ape menyisakan banyak kesan meletihkan dan juga sekaligus menyenangkan. Menyeramkan tapi dinikmati batin sebagai sebuah kebahagiaan perjalanan wisata. Dan tak kalah mencengangkan, adanya puluhan mobil almbil bagian dalam atraksi Offroad di Bukit Wolor Pass.

Itulah rangkaian aksi nyata promosi pariwisata lewat event Rally Wisata Bahari dan Festival Adventur ke Bumi Lembata. Pulau kaya emas itu kian populer sebagai daerah tujuan wisata. Kenanglah Lembata sambil tersenyum manis, dan jangan lupa kembali lagi ke Bumi Ikan Paus yang mendunia. (Karolus Kia Burin/Humas Pemkab Lembata)

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of