Tragedi Berdarah di Tapal Batas LUKI

by -93 views

Suasana damai penuh persaudaraan yang selama ini terjalin mesra antara Desa Wulandoni dan Desa Pantai Harapan, Kecamatan Wulandoni, Lembata, akhirnya berantakan, hancur berkeping-keping. Tragedi berdarah yang menewaskan satu warga itu, terjadi di saat warga bangsa ini sedang bersukacita merayakan HUT Proklmasi ke 69. Satu orang tewas dan lainnya luka parah, sementara sejumlah rumah warga dibakar massa bringas dari Pantai Harapan. Apa modusnya?

 

INFORMASI yang diperoleh dari Wulandoni, kasus berdarah antara warga Desa Wulandoni dan Pantai Harapan itu terjadi sejak Sabtu (16/8/2014). Saat itu sejumlah warga Pantai Harapan sedang mengerjakan talud pengaman pantai yang merupakan item pekerjaan dari program nasional pemberdayaan masyarakat (PNPM).

Ketika proyek pembangunan talud sepanjang 600 meter itu sedang dikerjakan sejumlah warga, tiba-tiba Ketua Badan Kerjasama Antar Desa (BKAD) Kecamatan Wulandoni, Gabriel Kilok, bersama Sekretaris BKAD, Valens, datang dan melarang kelanjutan pekerjaan talud itu.

Keduanya beralasan bahwa talud yang sedang dikerjakan warga sudah melewati batas Desa Wulandoni sepanjang kurang lebih 40 meter. Sementara bagi warga Pantai Harapan, lokasi pengerjaan talud tersebut masih berada dalam wilayah desa mereka.

Atas larangan tersebut, para pekerja talud marah. Mereka membawa Gabriel dan Valens ke kantor desa. Informasi yang diperoleh bahwa keduanya sempat dianiaya, bahkan salah satu di antaranya pingsan. Namun kasus itu telah diselesaikan hari itu juga.

Pada Minggu (17/8/2014) pagi, tiba-tiba ada serangan mendadak dari warga Wulandoni ke Pantai Harapan. Serangan itu mendapat reaksi dari warga setempat. Warga pun melakukan aksi balasan.

Dalam serangan itu, kantor camat dilempari, dan beberapa rumah warga dilempari batu. Bahkan salah satu rumah pegawai kecamatan dibakar massa. Sekitar pukul 16.30 Wita, diperoleh informasi bahwa dalam insiden saling serang itu, satu warga tewas, beberapa lainnya luka-luka.  Informasi ini masih simpang siur. Kapolres Lembata, AKBP Wresni HS Nugroho bersama satu masih berada di lokasi kejadian.

Salah satu sumber menyebutkan, korban tewas berusia sekitar 50 tahun. Korban kemungkinan dibunuh tak jauh dari kantor polisi. Mayat korban dibuang di jalan raya depan kantor polisi. Korban dibuang sekitar pukul 15.00 Wita. Hingga pukul 18.00 Wita, mayat itu belum dievakuasi.

Sumber itu juga menyebutkan, dalam kejadian itu, polisi sudah melakukan tembakan peringatan dan menghalau massa. Namun usaha polisi  tidak digubris sama sekali.  Sampai Minggu sore,  tercatat satu korban tewas, satu korban lainnya perut terburai keluar, satu korban kepalanya diparangi dan satunya lagi telinganya putus.

Kapolres Lembata, AKBP Wresni HS Nugroho, bersama sejumlah polisi terjun ke lokasi kejadian Minggu pagi. Kapolres membawa pasukan dengan satu mobil Dalmas untuk mengamankan situasi.

Bupati Lembata, Eliaser Yentji Sunur, S.T, didampingi Sekretaris Daerah (Sekda) Lembata, Drs. Petrus Toda Atawolo, M.Si, memimpin pertemuan di rumah jabatan bupati. Dalam pertemuan itu, Bupati Sunur menginstruksikan tim medis segera ke lokasi kejadian. Selain itu, membentuk tim terpadu untuk menelusuri penyebab kasus tersebut.

Bupati Sunur juga menginstruksikan segera menurunkan bantuan kemanusiaan berupa obat-obatan dan bantuan lainnya bagi warga yang membutuhkan. Ia mengimbau agar semua pihak menahan diri sehingga tidak menimbulkan persoalan yang lebih luas.

 

Mayat Dibuang di Jalan Raya

Tragedi 17 Agustus 2014 di Kecamatan Wulandoni, Kabupaten Lembata itu ternyata memakan korban jiwa. Seorang warga, Korinus Lanang Manuk, tewas di tempat dan sejumlah warga lainnya luka-luka. Satu rumah di kompleks Kantor Camat Wulandoni dibakar. Satu sumber menyebutkan, usai dibunuh, mayat Korinus dibuang di jalan raya, depan kantor polisi. Minggu (17/8) malam, mayat Korinus Lanang Manuk dievakuasi ke Lewoleba. Turut dievakuasi Yoseph, korban yang menderita luka serius di sekujur tubuhnya. Dua, korban dibawa ke Lewoleba oleh aparat kepolisian Polres setempat.

Korban dibawa dari Wulandoni sekitar pukul 18.00 Wita, tiba di  RSUD Lewoleba sekitar pukul 22.00 Wita. Korinus akan diotopsi untuk kepentingan hukum.

Mendengar kabar bahwa dua korban “perang” antar desa itu telah tiba di rumah sakit, Bupati Lembata, Eliaser Yentji Sunur bersama sejumlah kepala satuan kerja perangkat daerah (SKPD) langsung bergegas.

Mengenakan pakaian putih-putih lantaran baru habis melakukan toast kenegaraan, Bupati Sunur langsung menuju rumah sakit. Di tempat itu, ia mengamati secara saksama luka-luka menganga yang ada pada tubuh Korinus. Tak lama berselang, para pejabat itu pun berdoa demi keselamatan jiwa korban.

Hingga Rabu (20/8), suasana di Wulandoni dan Pantai Harapan sudah bisa dikendalikan. Aparat gabungan dari Polri dan TNI masih tetap siaga hingga situasi keamanan antara dua desa enar-benar kondusif.

 

Polisi Sita 252 Sajam

Kepolisian Resor Lembata, menyita 252 senjata tajam (sajam) berbagai jenis dari warga Desa Pantai Harapan dan Desa Wulandoni, Kecamatan Wulandoni, Kabupaten Lembata.
Kepala Polres Lembata, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Wresni Haryadi Satya Nugroho kepada wartawan, Selasa (19/8/2014) mengatakan, penyitaan senjata tajam tersebut dilakukan dalam bentuk sweeping untuk bisa mencegah jangan sampai terjadi bentrokan lagi.
“Kita sita senjata mereka untuk melaksanakan hasil kesepakatan menghentikan peperangan dengan cara meletakkan senjata masing-masing. Senjata tajam yang kita sita tersebut yakni parang, tombak, panah dan kapak,” jelas Wresni.
Wresni merici, dari Desa Pantai Harapan, pihaknya menyita 101 parang, 29 tombak, lima busur, 26 anak panah, sembilan kapak dan dua panah ikan. Sementara dari Desa Wulandoni, juga disita 13 tombak, 25 parang, delapan busur, 30 anak panah, dan dua panah ikan. Selain senjata tajam, polisi juga mengamankan satu senapan angin dari warga Desa Pantai Harapan.
“Meski pun senjata sudah kita amankan, namun tetap saja kita lakukan pengamanan sampai situasi benar-benar kondusif,” kata Wresni. (jdz)

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments