Satukan Persepsi untuk Impelementasi K-13

by -26 views

Kurikulum 2013 atau yang lebih disebut K-13, telah mulai dilaksanakan. Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP) Provinsi NTT pun telah menyiapkan guru-guru untuk melaksanakan K-13 tersebut.

 

DALAM Press Releasi dari LPMP Provinsi NTT, yang diterima pekan lalu, persiapan pokok yang dilakukan adalah persiapan sumber daya manusia dalam hal ini guru. Sebab, guru adalah ujung tombak pelaksanaan pendidikan, yang bertugas melaksanakan pembelajaran, pembimbingan dan penilaian. Karena itu, guru wajib memiliki kompetensi yang dipersyaratkan meliputi kompetensi profesional, kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian dan kompetensi sosial. “Pemahaman dan kemampuan guru dalam mengimplementasikan kurikulum sangat berkaitan dengan empat kompetensi tersebut, terutama kompetensi pedagogik dan profesional,” kata Kepala LPMP NTT, Minhajul Ngabidin, S.Pd, M.Si dalam press release tersebut.

Untuk membantu guru lebih memahami kurikulum 2013, pemerintah melakukan strategi dengan menyiapkan wahana untuk guru dapat belajar bersama melalui kegiatan Diklat Kurikulum 2013. Harapannya, semua guru yang akan mengajar pada kelas-kelas implementasi kurikulum 2013 (yakni kelas I, II, IV dan V pada jenjang SD, kelas VII dan VIII pada jenjang SMP, kelas X dan XI pada jenjang SMA/K), harus mendapat kesempatan mengikuti Diklat K-2013. Karena jumlah guru sasaran sangat besar (1,37 juta untuk nasional dan 43.311 untuk NTT) dan juga waktu yang terbatas, maka pelaksanaan Diklat dilaksanakan dengan pendekatan partisipatif dan integratif. Partisipatif artinya, semua pihak dan stakeholder yang berkepentingan terhadap pendidikan berkewajiban membantu terselenggaranya Diklat itu, baik pemerintah pusat, pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota, perguruan tinggi, lembaga terkait, termasuk satuan pendidikan itu sendiri. Sementara integratif berarti, pelaksanaan Diklat dilakukan secara terintegrasi pada kegiatan-kegiatan lain seperti PLPG (Pendidikan dan Latihan Profesi Guru), PPG (Pendidikan Profesi Guru), in House Training di sekolah-sekolah dan kegiatan kolektif di wadah KKG dan MGMP atau kegiatan sejenis lainnya.

Press Release itu juga memaparkan, untuk dapat memaksimalkan upaya percepatan Diklat K-2013 itu, LPMP NTT telah berkoordinasi dan berbagi tugas dengan Pemerintah Provinsi, Pemerintah Kabupaten/Kota, LSM terkait pendidikan dan juga satuan pendidikan secara mandiri. “Dalam hal jumlah dana tidak dapat menjangkau semua guru, dan juga mengingat sasaran yang sangat besar dan waktu yang terbatas, maka diharapkan pola selanjutnya adalah dilakukan pengimbasan yang dapat dilakukan secara mandiwi/swadaya oleh sekolah dan wadah KKG MGMP.

Pola dan strategi pelaksanaan Diklat agar efektif dan mendapai target sasaran, yakni penyiapan pelatih dilakukan secara berjenjang dengan pelatihan NSN (Nara sumber Nasional), pelatihan IN (Instruktur Nasional) dan pelatihan guru sasaran. Selanjutnya, NSN direkrut ditingkat provinsi dari unsur dosen, widyaiswara, guru, kepala sekolah dan pengawas yang berprestasi dan memenuhi kriteria yang dipersyaratkan. Sementara IN direkrut di tingkat kabupaten/kota dari unsur guru, kepala sekolah dan pengawas yang berprestasi. “NSN dan IN disiapkan oleh LMPM NTT melalui pelatihan baik di tingkat pusat maupun di LPMP sendiril. Sedangkan pelatihan guru sasaran dilaksanakan di kabupaten/kota,” katanya. Pelaksanaan Diklap LPMP dilakukan dengan pola dan strategi sebagai berikut; (1) untuk jenjang SD dan SMP dilaksanakan di masing-masing kabupaten/kota dengan berbasis tempat pelatihan kurikulum (TPK). TPK adalah sekolah yang ditentukan sebagai tempat berkumpulnya guru-guru dari sekolah-sekolah terdekat untuk melaksanakan pelatihan. (2) sedangkan untuk jenjang SMA dan SMK dilaksanakan berbasis region, yang dibagi dalam tujuh region. Yakni (a) Region Kota Kupang meliputi Kota Kupang, Alor, Rote dan Sabu. (b) Region TTS meliputi Kabupaten Kupang dan TTS. (c) Region Belu meliputi TTS, Belu dan Malakan. (d) Region Sikka meliputi Lembata, Flores Timur, dan Sikka. (e) Region Ende meliputi Ende, Ngada dan Nagekeo. (f) Manggarai Barat meliputi Manggarai Timur, Manggarai dan Manggarai Barat. (g) Region Sumba meliputi Sumba Timur, Sumba Barat Daya, Sumba Tengah dan Sumba Barat. (*/jk)

0 0 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments