Headline

Yang Tak Bisa Dijamah Pemerintah, TNI Bisa Lakukan Melalui TMMD

Tentara Nasional Indonesia (TNI) tidak saja berada di garda terdepan untuk menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dari berbagai gangguan dan ancaman, tapi juga turut membantu percepatan pembangunan, terutama di daerah terisolir dan terpencil.

“TENTARA Manunggal Membangun Desa (TMMD) terdiri dari Bhakti TNI, Operasi Bhakti TNI dan Karya Bhakti TNI. Kehadiran tentara juga membantu percepatan pembangunan di wilayah terpencil dan terisolir. Kami membantu pemerintah daerah dalam bentuk pembangunan fisik dan non fisik. Artinya, apa yang tidak bisa dilakukan pemerintah, bisa dilakukan oleh TNI melalui program TMMD,” tegas Komandan Komando Distrik Militer 1604/Kupang Letkol Kavaleri FX Aprilian Setyo Wicaksono kepada wartawan di Kupang, Sabtu (6/7/2019).

Sejatinya, sebut Dandim Wicaksono, TNI perlu dukungan pemerintah daerah. Namun sejauh ini tidak ada perhatian serius dari pemerintah daerah, termasuk alokasi anggaran. “Karena itu, dalam rangka TMMD ke 105 di Amfoang Timur, saya akan bertatap muka dengan Bupatii Kabupaten Kupang dan jajarannya untuk menjelaskan tujuan TMMD ini,” kata Wicaksono, yang bertemu Bupati Kupang Sabtu (6/7) sore.

Dandim Wicaksono menjelaskan, TMMD 2019 di Amfoang Timur ini menyasar pembangunan fasilitas keagamaan. “Fasilitas keagamaan yang akan kami bangun itu di antaranya rumah pastoran Paroki Mater Dei Oepoli dan rumah pastoran St Petrus Tuaheo serta Gereja St Paulus Tahueo di Nunuana,” kata Wicaksono.

Pembangunan fasilitas keagamaan itu akan dilakukan dalam massa kegiatan TMMD 2019 yang berlangsung dari 10 Juli hingga 8 Agustus 2019.

Kegiatan TMMD, jelas dia, akan dipusatkan pada lima desa di Kecamatan Amfoang Timur, Kabupaten Kupang, NTT, yang menyebar di wilayah perbatasan negara Indonesia-Timor Leste di antaranya, Desa Netemnanu, Netemnanu Utara, Netemnanu Selatan, Kifu, dan Nunuana.

“Akan ada 150 prajurit yang mengikuti TMMD kali ini. Sekitar 60 prajurit dikerahkan dari Belu dan sisanya dari Kupang dan sekitarnya,” katanya.

Setyo Wicaksono mengatakan, selain pembangunan fisik, akan digelar pula berbagai kegiatan pembangunan non fisik berupa sosialisasi terkait wawasan kebangsaan, kesadaran hukum, kesehatan dan HIV/AIDS, serta bahaya narkoba dan lainnya.

“Termasuk juga yang penting itu sosialisasi untuk menyadarkan warga terkait masalah perdagangan manusia yang selama ini sering menimpa warga di desa atau daerah terpencil,” katanya.

Dandim menambahkan, berbagai persiapan kegiatan termasuk penyaluran material untuk pembangunan fisik sudah dilakukan sehingga tinggal dilaksanakan setelah pembukaan TMMD 2019 pada 10 Juli.

“Harapan kami dalam TMMD kali ini partisipasi masyarakat juga tinggi dan didukung pemerintah setempat untuk bersama TNI membangun desa dalam upaya mewujudkan kesejahteraan masyarakat di beranda terdepan NKRI,” kata Dandim Wicaksono. (jos diaz)

Ket Foto : Inilah kondisi rumah ibadah yang akan dikerjakan dalam TMMD 2019 di Amfoang Timur.