Headline

Yang Boleh Minum Sopi Hanya Anak Usia 21 Tahun ke Atas

KUPANG – Gubernur Nusa Tenggara Timur, Viktor Bungtilu Laiskodat mengatakan, minuman tradisional beralkohol seperti sopi yang akan dilegalkan penjualannya oleh pemerintah, hanya boleh dikonsumsi oleh anak usia 21 tahun ke atas.

“Ini adalah maksud dari pernyataan saya beberapa waktu lalu bahwa minuman beralkohol tradisional akan dilegalkan penjualannya. Anak-anak yang masih berusia di bawah 21 tahun dilarang untuk mengkonsumnya,” kata Viktor saat memberikan materi dalam acara Minum Kopi Bareng Sambil Baomong Ekonomi yang digelar di Kupang, Rabu (16/1).

Acara yang diinisiasi oleh salah satu media lokal di NTT itu menghadirkan sejumlah pembicara mulai dari Ketua Umum Kadin NTT Abraham Lyanto, Kepala BI Perwakilan NTT Naek Tigor Sinaga, serta Rektor Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang Prof Ir Fredrik L Benu.

Gubernur Laiskodat mengatakan, bahwa banyak orang yang salah menafsirkan pernyataanya mengenai dilegalkannya penjualan minuman tradisonal beralkohol seperti arak dan sejenisnya.

“Saya hanya ingin menata ulang tata cara penjualan dan pengelolaan minuman beralkohol tersebut agar bisa berdaya saing dan menjadi salah satu sektor pendapatan ekonomi masyarakat NTT,” katanya.

Menurut dia, yang mengkonsumsi minuman tradisional beralkohol ini hampir semua kalangan, sehingga dampaknya sangat negatif. Karena itu, ia ingin menata ulang bagaimana pengelolaannya agar menjadi sebuah sumber pendapatan masyarakat yang legal.

“Untuk kadar alkoholnya maksimal 40 persen ke bawah, dan lokasi penjualannya akan ditentukan. Kita juga akan menempatkan minuman tradisional itu d8 hotel-hotel berbintang agar bisa dinikmati oleh semua kalangan,” ujarnya.

Gubernur Laiskodat mengaku kaget saat NTT sedang mengumumkan pelegalaan minuman tradisional beralkohol, Pemerintah Sulawesi Utara di Manado malah sudah meresmikan minuman tradisionalnya dan sudah diimpor ke luar negeri.

Pada intinya, kata dia, pemerintah NTT menginginkan agar standar kualitas minuman keras tradisional di NTT bisa di kontrol dengan baik, agar memiliki daya saing sehingga menjadi sebuah sumber penghasilan bagi rakyat. (ant)