Headline

Wabup Lembata Minta Gubernur NTT Perhatikan Lembata

ADONARA – Wakil Bupati Lembata, Dr Thomas Langoday, bersama Wabup Flotim Agus Pagong Boli, mendapat kehormatan untuk memberikan sambutan pada syukuran 60 Tahu  Imamat Uskup Emeritus Mgr Anton Pain Ratu, SVD, di Lamawolo, Ile Boleng, Adonara, Flores Timur, Senin (15/1/2018).

Wabup Langoday dalam sambutannya menekankan pentingnya hubungan persaudaraan sebagai satu masyarakat Lamaholot antara Lembata dan Flotim.

“Hari ini saya datang kesini dengan satu rombongan besar dari Lembata karena kita adalah Bereun. Kita adalah satu saudara di dalam Lamaholot, tite Lamaholot hena. Kami Lembata Lewotolok punya Bereun disini, termasuk Uskup Emiritus Anton Pain Ratu adalah kami punya Bereun, sehingga hari ini kami datang untuk bersyukur bersama atas anugerah Tuhan bagi perjalanan 60 tahun imamat Bapak Uskup. Kami turut bersyukur bersama Bapa Uskup karena Tuhan telah menjaga Bapa Uskup sampai hari ini berusia 89 tahun dan telah sukses menjalani tugas-tugas imamat selama 60 tahun. Saya paling bahagia hari ini karena hari ini hadir juga dua Uskup saya yaitu Uskup Larantuka dan Uskup Agung Kupang hadir,” tutur Langoday, seperti dikutip dari laman Humas Setda Lembata.

Kepada Gubernur NTT Frans Lebu Raya, melalui pejabat yang mewakili, Wabub Langoday meminta agar Lembata jangan sampai dilupakan. “Bapa Gubernur jangan lupa Lembata. Lembata satu Lamaholot dengan Flores Timur. Kalau di Adonara jalannya sudah mulus-mulus, Lembata juga harus dibangun seperti ini,” kata Langoday.

Sementara itu, Uskup Emiritus Mgr. Anton Pain Ratu, SVD dalam sambutannya, menceritakan tentang perjalanan 60 tahun imamatnya. Uskup yang juga adalah salah satu pendiri Unika Widya Mandira Kupang ini menekankan pentingnya perjuangan hidup untuk menjadi manusia yang lebih berguna bagi gereja dan negara.

Menurut dia, manusia harus ditempah dalam perjalanan hidup yang penuh tantangan sehingga menjadi orang yang kuat.

“Manusia harus ditantang dengan kehidupan yang keras sehingga bisa menjadi orang kuat. Hidup ini adalah perjuangan sehingga harus diperjuangkan melalui proses,” kata Pain Ratu.

Asal tahu, Anton Pain Ratu ditunjuk oleh Tahta Suci Vatikan, Roma menjadi Uskup Atambua pada 3 Februari 1984. Pada 2 Juni 2007 pengunduran dirinya karena usia diterima Tahta Suci Vatikan.

Uskup Emeritus lahir di Lamawolo, Ile Boleng, Adonara, pada 2 Januari 1929. Tamat pendidikan Sekolah Rakyat (SR) pada tahun 1939. Pada Juni 1942 masuk pendidikan di Seminari St. Yohanes Berchmans Mataloko, kemudian ke Seminari Tinggi St. Paulus Ledalero hingga ditahbiskan menjadi imam pada 17 Agustus 1958 oleh Uskup Gabriel Manek, SVD. (ferry dasilva/jdz)