Visi NTT Bangkit Berciri Inklusif Melibatkan Seluruh Masyarakat

KUPANG, mediantt.com – “Tim percepatan atau tim apapun namanya dan siapapun boleh terlibat dalam pembangunan Nusa Tenggara Timur (NTT),” kata Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL), dalam forum dialog tentang Program Strategis Pembangunan NTT 2018-2023 bersama ketua dan anggota DPRD NTT, di Hotel Aston, di Kupang, Rabu (10/10).

Pernyataan Gubernur Viktor itu untuk mempertegas posisi tim Gubernur percepatan pembangunan NTT yang terdiri dari tujuh orang anggota. “Pemerintah sangat terbuka dan berterima kasih selama tim tersebut tidak mengganggu keuangan daerah,” jelas VBL.

Forum dialog yang dihadiri Wakil Gubernur, Josef Nae Soi (JNS), dan Sekda Benediktus Polo Maing serta pimpinan perangkat daerah, berlangsung hingga selesai dan mendapat masukan bernilai bagi percepatan pembangunan di NTT.

Dikatakan VBL, mimpi untuk NTT bangkit sejahtera lebih menekankan pada energi dan semangat membangun lewat misi pembangunan inklusif dengan melibatkan seluruh elemen masayarakat. “Dalam melakukan lompatan-lompatan besar menuju sejahtera, tentu pemerintah daerah tidak bisa berjalan sendiri. Tapi pemerintah selalu membuka diri terhadap keterlibatan semua pihak,” papar Gubernur VBL, seperti di kutip dari Siaran Pers Biro Humas NTT.

Forum dialog, ucap Gubernur Viktor, menjadi forum terbuka untuk berdiskusi secara gamblang terkait mimpi NTT ke depan. “Lewat mimpi yang inklusif maka siapapun boleh terlibat selama dia serius menjalankan mimpi-mimpi ini,” tambah VBL.

Mantan Ketua Fraksi Nasdem DPR RI itu menekankan pentingnya ketepatan waktu dalam melakukan perubahan. Tanpa pengelolaan waktu dengan baik, semua perencanaan tidak akan berhasil. Dalam membangun NTT ke depan, lanjut VBL, pemerintah dan DPRD harus mulai belajar tepat waktu.

“Sebab, dalam prektek pemerintahan kami akan keras dalam hal waktu. Penting dilakukan lompatan-lompatan hebat. Apalagi NTT dikategorikan sebagai provinsi kelima termiskin dengan indeks pembangunan manusia (IPM) ketiga terendah,” kata VBL.

Gubernur VBL juga memaparkan secara terbuka tiga kebijakan mendesak atau quick win dalam masa kepemimpinannya. Yaitu moratorium TKI. Moratorium tambang dan pencegahan stunting (orang pendek). “Program utama pemerintah kita ke depan adalah pariwisata sebagai penggerak utama ekonomi kita. Berbicara soal pariwisata di zaman sekarang adalah kekuatan ekonomi dunia,” sebutnya.

Ditegaskan VBL, mimpi untuk NTT bangkit menuju sejahtera butuh keluar darah dan keringat. Butuh komitmen besar sehingga harus bekerja serius dan luar biasa.

Terkait fungsi pengawasan dewan terhadap kebijakan pemerintahan yang berjalan, Viktor Laiskodat menyatakan tetap membuka diri bagi jalannya fungsi pengawasan dewan. “DPRD punya tugas kritik pemerintah supaya program pemerintah jalan. Saya tidak anti kritik. Saya justeru menjadi besar karena kritik,” pungkas VBL.

Ketua DPRD Anwar Pua Geno, mengatakan, apresiasinya atas pertemuan tersebut. Sebagai mitra pemerintah, forum diskusi ini sangat strategis. “Sesungguhnya forum ini menjadi kesempatan bagi dewan untuk menggali visi, misi Gubernur dan Wakil Gubernur secara mendalam. Kalau di ruangan dewan kami dibatasi oleh protokoler, formalitas serta hal lainnya,” tutur Pua Geno. (son/jdz)