Headline

Viktor Jamin Tiga Tahun NTT Lepas Landas, tapi Bank Data Harus Jelas

NOEMUTI, mediantt.com – Pasca dilantik Presiden Jokowi di Istana Negara, Jakarta, Rabu (5/9), Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat, langsung kerja. Ia memulai dengan kunjungan perdana ke Kabupaten TTU, Sabtu (8/9). Dari TTU, Viktor memastikan bahwa dalam waktu tiga tahun NTT bisa lepas landas. Tapi kekuatan utama pembangunan ada pada bank data yang jelas.

Dalam sambutan saat melakukan penanaman simbolis Benih Jagung di Desa Nifuboke dan Bijeli Kecamatan Noemuti, Viktor menegaskan, masalah utama yang dihadapi Pemerintah Provinsi NTT adalah tidak adanya data yang pasti. NTT harus punya bank data yang jelas untuk perencanaan dan penanganan masalah dengan tepat.

“Masalah utama di NTT bukan karena rakyat malas. Tidak ada itu. Masalah utama kita adalah pada perencanaan. Perencanaan harus dimulai dari data,” tegasnya.

Viktor menjelaskan, dirinya akan mengajak dan berdiskusi dengan para bupati dan walikota se-NTT, agar menyiapkan data yang otentik dan pasti. “Saya pastikan dalam masa kepemimpinan kami, NTT harus punya bank data yang jelas dan otentik. NTT satu data bukan hanya nama saja. Kita akan danai, siapkan dengan baik dan melalui survei yang pasti. Harus punya data yang luar biasa untuk penanganan yang jelas,” tandas Viktor.

Menurut Viktor, selama ini data yang ada bersifat perkiraan. Ia tidak tahu dengan berapa lahan pertanian produktif dan lahan kering yang ada di NTT. Kalaupun ada, dimunculkan dalam bentuk persentase kemiskinan.

“Ke depan saya tidak tertarik bicara persentase baik pada level provinsi, kabupaten, kecamatan dan desa. Saya lebih tertarik kalau seorang camat datang bawa laporan jumlah orang miskin berapa, keluarganya siapa dan terapinya apa. Karena yang kita terapi orang, bukan persentase,” kata Viktor, dan menegaskan, pihaknya harus mendata dengan pasti rumah yang tidak layak huni dan yang belum berlistrik.

Ada di Desa

Viktor juga menyatakan, untuk
mendukung upaya menciptakan data berkualitas, Gubernur Viktor akan menggerakan pimpinan SKPD dan perangkat Lingkup Provinsi NTT harus lebih banyak berada di desa. Karakter melayani harus dirubah.
“Kita harus melahirkan budaya baru dalam kerja. Bukan pegawai negeri yang duduk di kantor. Tapi pegawai negeri yang melayani petani, peternak dan nelayan. Melayani mereka. Mulai hari ini para kepala dinas dan PNS Provinsi harus menyesuaikan pakaian dan sepatu saat turun desa, ” jelas Viktor.

Menurut Viktor, semua upaya ini bertujuan untuk NTT bangkit, NTT sejahtera. “Kita harus sungguh-sungguh. Target kita adalah kehormatan. Dan kehormatan itu hanya lahir dari pengorbanan. Saya punya keyakinan dengan hal ini, NTT dalam tiga tahun akan lepas landas,” kata Viktor Laiskodat.

Apresiasi

Gubernur Viktor juga menyampaikan apresiasi atas program perluasan lahan tanam jagung yang dilakukan Bupati TTU tanpa menggunakan dana APBD. “Kehadiran saya hari ini merupakan bentuk apresiasi atas program yang luar biasa dari Bupati TTU. Ini inovasi yang luar biasa karena sebelumnya ini adalah lahan sawah tadah hujan dan irigasi. Namun karena kurang air maka diubah jadi lahan jagung penggunaan teknologi pertanian sistem tetes,” jelas Viktor Laiskodat.

Ia berharap program ini tidak hanya bersifat sementara tetapi harus berlangsung terus. “Saya akan datang lagi untuk mengecek hasilnya. Kalau gerakan seperti ini menjadi gerakan pangan seluruh kabupaten/kota di NTT, maka provinsi ini akan mencapai kedaulatan pangan. NTT bisa bangkit menuju sejahtera. Dan saya akan bekerja all out untuk memastikan hal ini, ” jelas Viktor.

Bupati TTU, Raymundus Sau Fernandez menyampaikan rasa bahagia dan terima kasih karena TTU menjadi Kabupaten pertama yang dikunjungi Gubernur Viktor setelah dilantik oleh Presiden RI di Istana negara Jakarta.
“Kunjungan ini merupakan sebuah kehormatan yang sangat besar bagi masyarakat TTU. Ini juga memotivasi kami untuk memanfaatkan dan memaksimalkan semua lahan yang ada untuk meningkatkan produksi pertanian,” jelas Ray.

Ia menguraikan ide untuk memperluas lahan pertanian dimotivasi oleh gelitikan Gubernur Viktor saat debat pasangan calon Gubernur kali lalu.

“Saat itu pak Gubernur mengatakan bukan lahan yang tidur, tetapi orangnya yang tidur. Setelah saya pulang, saya coba berinisiatif untuk melakukan pemanfatan dan perluasan lahan pertanian pada musim kering. Kegiatan ini tidak dibiayai APBD Kabupaten. Masyarakat hanya pinjam traktor dari dinas pertanian untuk balik tanah. Masyarakat hanya siapkan makan untuk operator,” kata Ray.

Upaya perluasan lahan pertanian pada musim kering ini merupakan upaya pemanfaatan lahan sawah tadah hujan dengan menanam tanaman holtikultura seperti jagung dan pepaya. Untuk mengatsi kekurangan air, digunakan teknologi pertanian sistem tetes. Lahan besar tersebut diolah oleh masing-masing warga dengan luas beraneka ragam bergantung kemampuan masing-masing. Upaya ini menjadi bagian nyata dalam mendukung Program Padat Karya Pangan (PKP) yang jadi Program unggulan pertanian Kabupaten TTU selain Program Desa Mandiri Cinta Petani (Sari Tani) periode 2016-2021. (hms/aven/jdz)