Victory-Joss Tantang Kadin untuk Tawarkan Solusi bukan Masalah

Kupang, mediantt.com – Kadin Kota Kupang menggelar dialog bersama pasangan calon gubernur dan wagub NTT, dengan tema “Menyongsong Ekonomi NTT Lima Tahun ke Depan” di Swiss Belin Hotel, Senin (12/2/2018).

Dialog ini menghadirkan tiga pasangan calon; Viktor Bungtilu Laiskodat-Josef Nae Soi, Esthon Foenay-Christian Rotok, dan Emi Nomleni yang hadir sendiri tanpa didampingi cagub Marianus Sae. Sementara paslon Beny Kabur Harman-Beny Litelnoni tidak hadir tanpa alasan yang jelas.

Dialog yang diawali dengan pemaparan visi-misi Kadin oleh moderator, James Adam itu, Viktor Laiskodat mengkritisi Kadin yang hanya membentangkan masalah ekonomi plus masalah yang dihadapi para pengusaha di NTT, tapi tidak disertai rekomendasi berupa solusi kepada pemerintah, dalam hal ini paslon yang akan terpilih pada Pilgub NTT 27 Juni nanti.

Kritik Viktor ini disampaikan ketika diberi kesempatan menyampaikan visi dan program ekonomi yang akan dilakukan paket Victory-Joss. “Saya menyimak dan mengerti apa yang dipaparkan Kadin dalam visi misinya berupa pertumbuhan ekonomi NTT yang masih fluktuatif. Seharusnya Kadin menyampaikan juga solusi dan panduan kepada pemerintah. Jangan hanya kasih masalah,” kata Viktor.

Menurut dia, kalau jumlah pengusaha di NTT masih 0,7 persen dari idealnya 2 persen dari jumlah penduduk NTT, maka harusnya Kadin mencari cara untuk memperbanyak pengusaha. “Ciptakan pengusaha baru agar bisa mencapai 2 persen tadi. Pemerintah akan membantu dengan regulasi yang memudahkan,” saran Viktor.

Viktor menjelaskan, kebangkitan ekonomi NTT ke depan sudah bergeser dari sektor pertanian ke pariwisata. “Kami akan prime over ke sektor pariwisata sebagai lokomotif yang bisa menggerakan mata rantai ekonomi yang luas, baik dari pertanian, peternakan dan kebudayaan,” sebut Viktor.

Menurut dia, kebangkitan ekonomi NTT ke depan juga tergantung pada sumber daya manusia yang profesional sehingga bisa menggerakan seluruh sektor bisnis dan perdagangan, dan pengusaha harus bisa merambah ke bidang pertanian, perkebunan dan peternakan agar bisa menunjang pariwisata dan menyerap tenaga kerja yang banyak untuk mengurangi pengangguran.

“Jangan lagi cabe atau bawang dll kita datangkan dari Bima atau Makasar, bahkan pinang pun kita datangkan dari luar NTT,” kata Viktor.

Cawagub Jos Nae Soi juga meminta Kadin untuk menyiapkan data-data yang valid disertai solusi tentang apa yang harus dilakukan pemerintah untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi NTT. “Kalau tentang masalah pembebasan lahan yang selalu menjadi kendala bagi pengusaha, seharusnya tidak perlu terjadi. Sudah ada UU soal itu, tinggal pemerintah daerah membuat Perda-nya,” kata Nae Soi.

Penekanan Victory-Joss pada aspek pariwisata juga mendapat dukungan dari dua Panelis Dr Fred Benu dan Dr Frits Fanggidae. Fred Benu menyatakan sepakat dengan visi misi Victory-Joss yang menjadikan pariwisata sebagai lokomotif dengan mata rantai ekononi yang banyak. “Pertanian kita memang tumbuh tapi dengan kecepatan yang menurun. Jadi kalau kita geser sektor pertanian ke pariwisata, maka sektor pertanian dan lain-lain juga harus digerakkan untuk mendukung pariwisata. Mata rantai ini yang digerakan agar pertumbuhan ekonomi naik dan kemiskinan bisa menurun,” jelas Rektor Undana ini.

Frits Fanggidae menambahkan, pertumbuhan ekonomi NTT selalu fluktuatif dari waktu ke waktu, sehingga butuh sentuhan yang lebih progresif, dengan pengusaha-pengusaha yang visioner.

“Saya sepakat dengan Pa Viktor yang mau melakukan prime over ke pariwisata tapi sektor pertanian tetap menjadi andalan untuk mendukung pariwisata,” kata dosen Unkris Artha Wacana Kupang ini.

Ia juga meminta Kadin agar ke depan tidak saja memberikan potret pertumbuhan ekonomi kepada pemerintah tapi juga membedah dan memberikan solusi.

Ketua Kadin NTT, Paul Lyanto menyatakan menerima semua masukan kepada Kadin untuk ditindaklanjuti ke depan. “Sebagai mitra pemerintah Kadin akan membenah untuk membantu pemerintah meningkatkan pertumbuhan ekonomi NTT,” kata anggota DPD RI ini. (jdz)