Victory-Joss Hadirkan Gerakan Membaca dengan Perpustakaan

ENDE – Calon Gubernur NTT Nomor 4, Viktor Bungtilu Laiskodat, bertekad membangun kecerdasan anak-anak NTT dengan mendesain gerakan membaca melalui pembangunan perpustakaan di desa-desa.

“Pembangunan perpustakaan itu merupakan desain politik Paket Victory Joss untuk membangun kecerdasan bagi generasi NTT. Karena itu gerakan membaca harus menjadi gerakan yang terdesain di seluruh NTT,” tegas Viktor Laiskodat ketika kampanye dialogis putaran kedua zona empat di Desa Manulondo, Kecamatan Ndona, Ende, Selasa (20/3)

Viktor menegaskan, “Saya hadir di tengah-tengah bapak mama untuk menyampaikan pokok pokok pikiran untuk membangun NTT sebagai provinsi yang bermartabat. Hari ini NTT sudah distigma sebagai provinsi tertinggal, termiskin, terkorup dan terbodoh,” kata Laiskodat.

Menurut Viktor, untuk merubah NTT dari stigma buruk itu tergantung dari pemimpin. Untuk itu, masyarakat NTT harus memilih pemimpin yang punya kepedulian untuk membangun NTT dengan desain politik yang terarah.

“Pemerintah harus punya desain politik untuk membuat perpustakaan di setiap desa. Gerakan membaca harus menjadi kemauan politik dari pemimpin. Kalau hari ini ada orang NTT yang cerdas itu bukan karena desain pemerintah tapi karena usaha orang itu sendiri,” tegas Viktor dihadapan ratusan masyarakat yang hadir.

Viktor menjelaskan, orang pintar itu dari guru dan buku-buku yang memadai. Kita mau bangun NTT bagaimana kalau tidak ada buku dan guru-guru. Anak-anak harus diwajibkan untuk membaca dua jam setiap hari.dan bapak mama harus jaga agar anak-anak harus menyiapkan waktu membaca.

“Tanpa desain pendidikan yang baik maka mustahil NTT akan mengalami kebangkitan yang luar biasa baik dari bidang ilmu pengetahuan maupun pembangunan lainnya,” katanya.

Dia juga mengatakan, pemimpin itu adalah orang yang luar biasa. Maka untuk menjadi pemimpin harus punya empat kriteria yaitu pemimpinan yang punya kekuatan spiritual, pemimpin yang cerdas, Pemimpin yang sehat jasmani dan rohani serta pemimpin yang bisa dipercaya dan memiliki koneksi yang luas.

“Pemimpin yang spiritual yaitu pemimpin yang terbuka mata hatinya untuk melayani dan peduli terhadap orang lain. kriteria kedua adalah pemimpin yang cerdas. Tidak mungkin orang bodoh memimpin. Membangun NTT adalah membangun manusianya,” tandasnya.

Kriteria ketiga, lanjut Viktor, seorang pemimpin harus sehat secara rohani dan jasmani. Sebab kondisi wilayah NTT yang luas dan terdiri dari kepulauan, membutuhkan seorang pemimpin yang kuat secara jasmani.

Kriteria yang keempat, jelas Viktor, adalah seorang pemimpin harus bisa dipercaya dan memiliki koneksi yang luas. Seorang pemimpin harus dipercaya tidak saja oleh rakyat yang memberi legitimasi saat Pilgub tapi juga kepercayaan dari pemerintah. (tim media)