Headline

TNI Hadir di Tapal Batas Oepoli Bukti Ada Perhatian Pemerintah

“Kamilah yang mewakili pemerintah hadir untuk membangun wilayah ini, paling tidak masyarakat terbangun morilnya, bahwa di wilayah perbatasan yang dikatakan sebagai terpencil tetap ada perhatian pemerintah”

OEPOLI, mediantt.com – Rakyat di tapal batas Oepoli, yang berbatasan dengan Distrik Oekusi Timor Leste, masih merasa dianaktirikan dalam pembangunan. Mereka terus merasa terisolir dan terpencil.  Karena itu, TNI sebagai anak kandung rakyat, merasa bertanggungjawab terhadap kehidupan masyarakat di wilayah tapal batas, yang masih terisolir dan tertinggal. Wujud nyata dari itu adalah TNI menggelar Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke 105 di Oepoli yang berbatasan dengan Distrik Oekusi Timor Leate, yakni Desa Netemnanu Utara dan Desa Nunuana. TNI hadir dan membangun bersama rakyat di wilayah itu untuk menunjukkan bahwa negara juga tetap ada dan memberi perhatian.

Kepada wartawan usai pembukaan TMMD ke105 di lapangan SMPK San Daniel Oepoli, Desa Netemnanu Utara, Kecamatan Amfoang Timur, Rabu (10/7/2019), Dandim 1604/Kupang Letkol Kav FX Aprilian Setyo Wicaksono, S,Sos, mengatakan, TMMD 2019 yang digelar Kodim 1064/Kupang dipusatkan di Kecamatan Amfoang Timur, Kabupaten Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur, yang berbatasan langsung dengan Distrik Oekusi, Timor Leste.

“Pelaksanaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) 2019 untuk membantu percepatan pembangunan di Kecamatan Amfoang Timur yang berbatasan dengan Timor Leste. Dan, sasaran utama yang kami incar yaitu membantu pemerintah daerah untuk percepatan pembangunan di wilayah perbatasan,” tegas Dandim asal Malang ini.

TMMD ke-105 ini telah dibuka secara resmi oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Kupang Obet Laha dalam upacara militer yang digelar di Lapangan SMP Katolik San Daniel di Desa Netemnanu Utara, Kecamatan Amfoang Timur, Rabu (1072019), bersama lintas instansi terkait dan masyarakat di daerah setempat.

Menurut Dandim Wicaksono, penentuan lokasi TMMD 2019 di Kecamatan Amfoang Timur sendiri berdasarkan skala prioritas di antara delapan kecamatan lain di Kabupaten Kupang yang berbatasan dengan Timor Leste.

“Di mana wilayah ini (Kecamatan Amfoang Timur) juga masih ada titik wilayah yang disengketakan antara kita dengan negara tetangga,” katanya.

Untuk itu, sebut dia, kehadiran TNI melalui kegiatan TMMD ingin menunjukkan kepada masyarakat di wilayah perbatasan bawah mereka tidak berjalan sendiri untuk membangun daerah.

“Kami lah yang mewakili pemerintah hadir untuk membangun wilayah ini, paling tidak masyarakat terbangun morilnya, bahwa di wilayah perbatasan yang dikatakan sebagai terpencil tetap ada perhatian pemerintah,” katanya.

“Sasaran kami di daerah yang dibilang terpelosok, terpencil sulit, di sana lah kami hadir membantu pemerintah daerah,” tegaanya, menambahkan.

Dandim juga menandaskan, dalam TMMD kali ini, pihaknya membangun sejumlah fasilitas keagamaan di antaranya rumah pastoral di Desa Nunuana, rumah pastoral di Desa Netemnanu Utara, dan Gereja St Paulus di Desa Tuaheo.

Selain itu, diikuti kegiatan non fisik berupa sosialisasi kepada masyarakat tentang wawasan kebangsaan, kesadaran hukum, pertanian, perdagangan manusia dan teknologi tepat guna bahaya penyakit HIV/AIDS, maupun sosialisasi tentang wilayah perbatasan hingga perekrutan anggota TNI.

“Ada 150 personel yang kami terjunkan dalam TMMD kali diantaranya dari Angkatan Darat, diperkuat TNI-AL, TNI-AU, serta dari Pemda Kabupaten Kupang,” katanya. (jdz)

Ket Foto : Dandim Wicaksono tengah berbincang dengan Sekda Kabupaten Kupang usai pembukaan TMMD ke-105 di Oepoli, Rabu (10/7).