Headline

Terlambat Rapat dan Dianggap Tak Seirama, Kadis Pertanian Lembata Dicopot

LEWOLEBA – Setelah membebas-tugaskan Sekda Petrus Toda Atawolo 3 Januari lalu, Bupati Lembata Eliaser Yentji Sunur kembali bikin keputusan kontroversial. Hanya karena terlambat menghadiri rapat koordonasi di ruang rapat Kantor Bupati, Kamis (11/1/2018), Kepala Dinas Pertanian Lembata Kanisius Tuaq, langsung dicopot.

Seperti dikutip dari laman victorynews.id, Bupati Sunur dan wakilnya Thomas Ola Langoday, Plt Sekda Atanasius Aur Amuntoda, para asisten, dan seluruh pimpinan OPD lain sudah berada di ruang rapat.

Sebelum rapat dimulai, Bupati Sunur diberi laporan bahwa hanya Kanisius Tuaq yang belum hadir. Bupati Sunur  langsung marah dan segera menonaktifkan Tuaq saat ia masuk ketika rapat sedang berlangsung.

Ketika dikonfirmasi di kantornya, Bupati Sunur mengatakan, selama ini ia sudah memantau kinerja Kanisius Tuaq, yang sudah tidak seirama, maka dinonaktifkan.

“Bupati pimpin rapat kok terlambat. Kadis definitif semua sudah hadir, bupati dan wakil bupati sudah di dalam. Tapi Plt kadis terlambat,” kata Sunur.

Menurutnya, langkah tegas itu sebagai peringatan bagi para pimpinan OPD lainnya agar tak melakukan hal yang sama.

Ia menegaskan, jika sudah tak mampu maka ia akan menggantikannya dengan pejabat lain yang bisa seirama. Sebab, lanjutnya, untuk bisa membawa Lembata ke arah kemajuan harus seirama.

“Sekarang irama harus sama. Kalau tidak ngapain. Bikin capek diri,” tandasnya.

Wakil Bupati Lembata Thomas Ola Langodai menambahkan, ia bersama Bupati Sunur dan seluruh ASN saat ini sedang berupaya membangun mental dan disiplin ASN. Sebab, tanpa disiplin kerja yang tinggi dan mental yang prima maka Lembata yang produktif, berdaya saing untuk kesejahteraan tak dapat diwujudkan.

“Kuncinya ada di Sekda, teman-teman OPD semua. Kalau satu jalan lambat, kau kita tinggalkan. Ganti dengan yang lain. Ini warning untuk semua. Kita tidak kenal kau dari Ile Ape, kau dari Kedang. Yang penting begitu lambat kau pinggir dulu kita kasih kesempatan yang lain,” tegas Langoday.

Karena itu, menurut Wabup, mengganti pejabat yang sudah tak sejalan dan seirama diharapkan tidak lagi mengganggu sistem. Jika tak segera diganti akan mengganggu sistem. Sebab, semua merupakan mata rantai yang saling mengikat. Hal yang menimpa Plt Kadis Pertanian dapat pula menimpa ASN lainnya.

“Siapa yang gerak lambat minggir dulu. Roling jalan terus sampai dapat yang seirama, satu hentakan kaki,” katanya.

Sementara untuk menggantikan posisi Kanisius Tuaq, sebut dia, akan segera diterbitkan SK Bupati sekaligus menunjuk Plt Kadis yang baru.

“Sekretaris akan langsung menjadi Plt dan harus dilakukan secepatnya agar begitu keputusan diambil diikuti administrasi, serah terima dan mulai menjalankan tugas,” katanya. (*/jdz)