Headline

Tanggapi Temuan Ombudsman NTT, Walikota Jefry Minta OPD Berkreasi

KOTA KUPANG – Walikota Kupang Dr Jefirsthon Riwu Kore merespons penilaian Ombudsman NTT atas pelayanan yang belum maksimal di Kota Kupang. Karena itu, Walikota Jefry meminta seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Pemkot Kupang untuk berkreasi membuat sesuatu yang baru sesuai visi misi Walikota dan w
Wakil Walikota.

“Kita harapkan agar para OPD lingkup Pemerintah Kota Kupang untuk lebih berkreasi membuat sesuatu yang baru sesuai dengan visi misi kita untuk lebih banyak melayani masyarakat,” tegas Walikota Jefry pada Rapat Fasilitasi Penyelenggaraan Kerjasama antara Pemerintah Daerah bagi Perangkat Daerah lingkup Pemkot Kupang tahun 2018, di Hotel Maya, Rabu (29/08/2018).

Walikota menjelaskan, survei dari Ombudsman Perwakilan NTT bahwa ada lima dari sembilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Sekretariat Pemerintah Kota Kupang yang berada pada zona merah atau memperoleh tingkat kepatuhan terendah, penilaian itu adalah hal yang wajar.

“Itu hal yang wajar. Dalam satu OPD itu pasti ada yang merah, gak mungkin kuning semua dan kita sudah follow up tentang apa yang harus dikerjakan oleh masing-masing OPD,” tegas mantan anggota DPR RI dua periode ini.

Walikota Kupang juga mengapresiasi dan mengucapakan terima kasih kepada Ombusdman yang telah memberikan warning kepada pemerintah kota untuk pelayanan lebih bagus ke depan.

“Kami juga menginginkan untuk dapat bertemu langsung dengan ombudsman karena kalau hanya tulis saja mungkin ada yang tertinggalkan. Sehingga perlu penjelasan mengenai data apa yang benar dan dasar apa penilaiannya dan siapa-siapa saja yang terlibat. Tapi yang jelas akan kita perbaiki apa yang sudah disampaiakan dan kita targetkan akan perbaiki itu,” tandas Ketua DPD Parta Demokrat NTT ini.

Ia juga berharap Pemkot Kupang tetap menjaga solidaritas dan kebersamaan dengan dukungan masyarakat dalam membangun kota ini.
“Ke depannya semoga kita lebih baik lagi. Harus ada perubahan yang kita buat dan juga perubahan itu harus nyata dengan adanya kreatifitas yang baru yang orang belum pernah tahu, belum ada orang yang mengerti dengan pengembangkan ide-ide yang baru,” kata Jefry.

Untuk diketahui, kelima OPD di Kota Kupang yang berada pada zona merah atau tingkat kepatuhannya rendah diantaranya Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan, Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, dan Dinas Pariwisata. (st/jdz)