Solid Menangkan Victory-Joss, Riung Minta Tuntaskan Tapal Batas

RIUNG, mediantt.com – Daerah destinasi wisata Riung, Ngada, amat semarak ketika Cawagub NTT, Josef Nae Soi, datang kampanye, Kamis (15/3). Ratusan sepeda motor menjemput dan mengarak Cawagub dan tim sukses ke lokasi kampanye di lapangan Riung.
Warga Riung pun sangat antusias dengan pasangan Victory-Joss. Warga membludak hadir di arena kampanye dialogis. Warga yang datang dari sejumlah desa itu solid mendukung dan memenangkan Victory-Joss. Tapi warga Riung menitipkan masalah tapal batas untuk dituntaskan jika terpilih.

“Sebagai tokoh maayarakat saya yakinkan bahwa warga Riung solid bersatu memenangkan Victory-Joss pada 27 Juni nanti. Jadi jangan khawatir, paket ini pasti menang di Riung. Tapi kami titip harapan agar masalah tapal batas antara Manggarai Timur dan Ngada bisa dituntaskan,” kata tokoh masyarakat Riung, Frans Waha, saat kampanye dialogis Cawagub Victory-Joss di Riung, Kamis (15/3).

Hal yang sama disampaikan tokoh pemuda Riung, Ahmad Damu. Ia berkata, Riung yang merupakan daerah irisan di tapal batas itu hidup dalam tekanan akibat masalah perbatasan itu. “Karena itu, kami sangat berharap kalau Victory-Joss mendapat mandat menjadi gubernur dan wagub NTT, maka tolong selesaikan masalah tapal batas ini. Jangan khawatir Victory-Joss pasti menang di Riung,” tegas Ahmad.

Tokoh masyarakat Riung lainnya, Sarimin Satu, juga membeberkan, sudah delapan gubernur memimpin NTT tapi tak satu pun yang sukses menyelesaikan masalah batas ini. “Kami sudah dengar visi misi dan program Victory-Joss yang luar biasa untuk kemajuan NTT. Kami sangat dukung dan akan menangkan paket ini. Tapi tolong selesaikan masalah batas itu,” kata Sarimin.

Menjawab pertanyaan warga Riung itu, Cawagub Josef Nae Soi menjelaskan, sebenarnya masalah talal batas itu gampang diselesaikan. “Kalau kami sudah mendapat mandat, maka kami akan selesaikan. Kami akan datang dan mengundang kedua belah pihak untuk duduk bersama selesaikan masalah itu. Tidak susah,” kata Nae Soi.

Ia mengatakan, kalau salah satu pihak tidak hadir saat diundang maka akan ada sanksi. “Gubernur bisa ambil kebijakan kalau salah satu pihak tidak hadir setiap kali diundang untuk duduk bersama,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Nasdem Ngada, Dorotea Done, mengatakan, masalah batas itu adalah kewenangan gubernur. “Saya berharap setelah Victory-Joss terpilih, mereka bisa selesaikan,” ujar Wakil Ketua DPRD Ngada ini.

Menang

Ketua Pengarah Tim Pemenangan Victory-Joss, Kristo Blasin, mengatakan, dalam Pilgub 27 Juni nanti, orang Ngada termasuk Riung harus menunjukkan bahwa Flores sudah selesai dengan masalah suku dan agama. “Tidak tepat lagi menggunakan isu suku dan agama. Flores sudah keluar dari sentimen agama. Karena itu, mari kita menjadi bagian dari perubahan yang akan dilakukan pemimpin berani seperti Viktor dan Josef ,” kata Kristo.

Politisi senior ini mengatakan, kalau rakyat Riung menghendaki perubahan, maka pilihan hanya ada di Victory-Joss. “Saya harap Riung bisa menyumbang 80 persen kemenangan untuk Victory-Joss,” harap Kristo.

Ketua DPD Golkar NTT, Melki Laka Lena, mengatakan karena pariwisata menjadi leading sektor maka obyek wisata 17 Pulau di Riung perlu ditata secara lebih baik. “Kita harus yakin ada perubahan untuk NTT karena paket ini adalah orang mapan. Pililah Victory-Joss pada 27 Juni nanti,” katanya.

Dorotea Done menambahkan, di Riung ada obyek wisata alam di 17 pulau. “Ini adalah gadis cantik yang menanti didandani dan Victory-Joss bisa melakukan itu. Kita berharap akses jalan bisa diselesaikan dengan kualitas bermutu,” harap Dorotea.

Sementara Cawagub Nae Soi mengatakan, ia dan Viktor kembali untuk meyakinkan rakyat NTT bahwa Victory-Joss mampu melakukan perubahan karena risih dengan predikat NTT sebagai provinsi termiskin, terbodoh dan terkorup. “Ini yang membuat kami pulang dalam spirit bangkit dan sejahtera,” katanya.

Menurut Nae Soi, Victory-Joss juga ingin meningkatkan harga diri orang NTT dengan ikut menyumbang devisa nasional melalui pengembangan sumber daya alam yang potensial seperti garam dan ternak. “Saatnya kita harus bisa menyumbang sesuatu, biar kita bisa berdiri tegak dan angkat muka di tingkat nasional,” tegas Staf Ahli MenkumHam ini.

Soal jalan yang rusak, Nae Soi mengatakan, jalan provinsi akan dikerjakan dalam waktu 3 tahun. “Lalau selama ini pemerintah mencicil kerja jalan, maka kami akan cicil uang bukan jalan. Sudah ada investor yang siap membantu kerjakan seluruh jalan provinsi,” kata Nae Soi.

Karena itu, Nae Soi meminta kepada masyarakat Ngada untuk memberi kuasa kepada Victory-Joss pada 27 Juni 2018 agar bisa mengusir setan kemiskinan, setan kebodohan dan setan korupsi dari NTT. (jdz)