Headline

Setya Novanto Minta Maaf

JAKARTA – Ketua DPR RI Setya Novanto meminta maaf kepada para anggota parlemen atas kegaduhan yang terjadi akibat pemberitaan soal dirinya meminta jatah saham Freeport bersama Pengusaha M. Reza Chalid.

Dia menyerahkan nasibnya, apakah tetap menjadi ketua DPR atau tidak, kepada 560 anggota dewan itu.

“Anggota DPR itu ada 560. Jadi, 560 ini tentu saya semua percayakan kepada pihak-pihak, semua saya serahkan lah. Intinya sebagai pimpinan DPR, saya akan menjaga marwah (muruah –red), dan wibawa daripada DPR. Jadi, kalau sampai ada ini akhirnya terjadi kegaduhan, saya minta maaf sekali,” kata Setya Novanto, Rabu (18/11) malam.

“Mudah-mudahan kita harapkan, masyarakat juga mengerti, teman-teman di DPR juga mengerti. Mana yang benar dan mana yang enggak.”

Setya Novanto tetap bersikeras bahwa dirinya tetap berniat yang terbaik untuk kepentingan bangsa dan masyarakat Indonesia.

“Saya tentu mengharapkan DPR ini bisa dipercaya oleh masyarakat. Itu tujuan saya. Bekerja, bekerja, bekerja. Tidak ada hal-hal lain,” kata Setya.

Sementara itu, Meme “papa minta saham” menjadi trending topic di media sosial. Bahkan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) ikut memantaunya.

“Paling ramai apa? ‘papa minta pulsa’, diganti ‘papa minta saham’,” kata presiden saat membuka Konvensi Nasional Humas (KNH) 2015 di Istana Negara, Jakarta, Rabu (18/11).

Sontak peserta konvensi KNH tertawa mendengar pernyataan presiden. “Kita sekarang ini mengalami kecepatan yang luar biasa. Kita melihat dan membaca tidak hanya dari media mainstream, tidak hanya koran, media online, tapi jurnalisme masyarakat itu,” ujar presiden.

Seperti diketahui, meme “papa minta saham” mencuat pascadugaan pencatutan nama Presiden Jokowi dan Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla (JK) oleh anggota DPR terkait renegoisasi kontrak karya PT Freeport Indonesia (PTFI).

Ketika dikonfirmasi, presiden menyatakan dirinya tidak bermaksud menyindir pihak mana pun.

Menyangkut pencatutan namanya, Jokowi menyerahkan sepenuhnya hal itu ke Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR. “Saya hanya membaca (media sosial, Red). Saya sampaikan, saya menyerahkan sepenuhnya kepada MKD,” kata presiden. (sp/jk)