Headline

Saatnya Pariwisata Lembata Mendunia Melalui Festival 3 Gunung

LEWOLEBA, mediantt.com – Pemerintah Kabupaten Lembata dibawah kepemimpinan Bupati Eliaser Yentji Sunur dan Wabup Thomas Langoday, secara resmi melaunching Festival 3 Gunung. Bupati Yentji Sunur menuturkan, sudah saatnya pariwisata Lembata diperkenalkan kepada dunia melalui Festival Tiga Gunung.

“Sudah saatnya pariwisata Lembata diperkenalkan kepada dunia melalui Festival 3 Gunung. Karena event ini akan menarik minat para turis, baik domestik maupun mancanegara,” kata Bupati Yentji Sunur ketika membuka rangkaian kegiatan Festival 3 Gunung, di Jety Pelabuhan Laut Lewoleba, Rabu (15/8).

Launching Pra Festival 3 Gunung ini akan disemaraki dengan berbagai macam kegiatan out door maupun in door menuju puncak acara 28 September 2019.

Bupati Sunur menjelaskan, pemerintah mendorong semua pihak termasuk masyarakat Lembata untuk bersama-sama  berpartisipasi aktif mendukung dan berpartisipasi membangun pariwisata sebagai leading sektor pembangunan di Kabupaten Lembata.

Launching Festival 3 Gunung ini diawali dengan karnaval melibatkan semua unsur masyarakat, sekolah, pemerintahan, bank, koperasi, dan LSM. Mereka berkirab dari simpang tiga Kelurahan Selandoro menyusuri Jalan Trans Lembata menuju ke Jety Pelabuhan Laut Lewoleba.

Seperti disaksikan media, ribuan masyarakat dari berbagai paguyuban, juga perwakilan dari desa-desa meramaikan karnaval budaya tersebut. Mereka mengenakan pakaian adat dari berbagai etnis di Kabupaten Lembata dan kostum unik lainnya.
Karnaval ini juga digelar dalam rangka memperingati hari ulang tahun (HUT) ke-73 RI, sekaligus launching pra Festival 3 Gunung di Kabupaten Ikan Paus itu.

Bupati Yentji Sunur didampingi Wakil Bupati Thomas Ola Langoday melepas rombongan karnaval yang ditandai dengan bendera.
Bupati dan Wakil Bupatu bersama istri turut serta dalam rombongan menuju Jeti. Selama perjalanan, karnaval ini diramaikan dengan drum band beberapa sekolah di Lewoleba.

Siap Digelar

Dilansir dari kompas.com, Pemkab Lembata akan menyelenggarakan Festival 3 Gunung (F3G) Lembata 2018 pada 22-29 September 2018.

Dalam festival tersebut akan menghadirkan keunikan dari tiga gunung yakni Ile Lewotolok, Ile Batutara, dan Ile Werung sebagai daya tarik wisata alam, yang hanya ada di Kabupaten Lembata.

Peluncuran Festival 3 Gunung Lembata 2018 telah dilakukan di Gedung Kementerian Pariwisata, Senin (7/5/2018), dihadiri Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kementerian Pariwisata I Gde Pitana, bersama Bupati Lembata Yentji Sunur.

“Keunikan alam yang dimiliki Lembata ini sebagai potensi untuk mengembangkan produk wisata minat khusus dalam menarik kunjungan wisatawan ke daerah ini,” kata I Gde Pitana.

Menurutnya, untuk mengembangkan destinasi pariwisata agar bisa dijual pada wisatawan harus memiliki keunikan dan kekhasan tersendiri. Lembata dinilai memiliki keduanya, tidak hanya keunikan alam, bahkan budaya, dan tradisinya.

“Lembata sudah lama tersohor ke mancanegara dengan keunikan budaya yaitu tradisi berburu paus yang lestari. Kearifan lokal ini menjadi daya tarik wisatawan datang ke Lembata,” ungkapnya.

Bupati Eliaser Yentji Sunur mengatakan, F3G 2018 ini baru pertama kali digelar dan menjadi brand baru dalam upaya menarik sebanyak mungkin wisatawan ke Lembata.

“F3G sebagai brand baru pariwisata Lembata, dan keunikan yang dimiliki tiga gunung akan menjadi daya tarik wisatawan berkunjung ke Lembata,” kata Yentji Sunur.

Selama sembilan hari penyelenggaraan wisatawan dan masyarakat bisa menikmati serangkaian acara, mulai dari Festival Payung Lembata, Festival Paralayang International, Pesta Kacang Ile Ape, Lamalera Whale Catching Adventure, Visite To Barter And Night Market, Volcano Foot Ball Exhibition, NTT Fashion Carnaval 2018, dan masih banyak lagi.

“Yang sangat ditunggu-tunggu ialah Lamalera Whale Catching Adventure, di mana masyarakat akan berburu paus secara tradisional, dan dirayakan bersama-sama,” ujar Apolonaris Mayan, Sekretaris Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Lembata, di acara yang sama.

Selain itu, yang tak kalah unik, kompetisi sepak bola yang dilakukan di kawah gunung-gunung berapi tersebut. Kendati cukup berisiko, ia mengatakan hal tersebut aman, dan sudah lazim dilakukan masyarakat Lembata. (*/jdz)