Rp 76 Miliar untuk Bangun Saluran Air Bersih Rumah Tangga di Sikka

MAUMERE, mediantt.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sikka, saat ini sedang menyiapkan anggaran senilai Rp 76 miliar melalui APBD tahun anggaran (TA) 2019 guna pembangunan 40.000 unit saluran air minum dan air bersih konsumsi rumah tangga (RT). Pasalnya, kebutuhan air minum dan air bersih telah bertahun-tahun menjadi keluhan masyarakat setempat.

“Saya dan Pak Romanus sudah berjanji untuk memenuhi kebutuhan dasar warga. Salah satunya soal air minum dan air bersih konsumsi RT yang merupakan kebutuhan primer. Sebab, hidup tanpa air, manusia bisa mati,” kata Bupati Sikka, Fransiskus Robert Diego (Robby Idong), saat membahas penyediaan air bersih bersama Direktur Utama (Dirut) PDAM Sikka, Fransiskus Laka, di ruang kerja Bupati, di Maumere, Rabu (3/10).

Mengutip rilis yang dikirim Kabag Humas dan Protokol Sikka, Even Edomeko, Bupati Robby Idong, menargetkan dalam tahun 2019 ketersediaan air minum dan air bersih harus terpenuhi. Dari 75.000 RT yang ada di Sikka diharapkan sebanyak 40.000 RT (75 persen) terairi air bersih.

Bupati meminta Dirut PDAM, Fransiskus Laka, untuk mengoptimalkan seluruh sumber air yang terdapat di Sikka. “Kita ingin mendata semua potensi mata air dan mempelajari segala kesulitan dan tantangannya. Kemudian merencanakan dan segera membangun sistem pipanisasi. Cek semua mata air, baik air tebing, air sungai dan air hujan. Bila tidak ada air lagi, ayo kita gunakan air laut,” jelas Bupati.

Didampingi Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Delly Pasande, Kepala Bappelitbang, Adrianus Parera, Kabag Ekonomi, Bajo C. Boromeus serta Kabag Humas dan Protokol, Even Edomeko, Bupati Robby Idong, meminta Bappelitbang untuk merencanakan dan menganggarkan dalam RPJMD guna penyediaan air bersih untuk masyarakat di Kota Maumere dan sekitarnya.

“Saya optimis, anggaran sebesar Rp 76 miliar akan disetujui DPRD Sikka. Sebab, ini menyangkut kebutuhan dasar masyarakat. Juga dari besar anggaran itu pasti akan memberikan kontribusi bagi pendapatan asli daerah (PAD) Sikka melalui iuran bulanan dari pelanggan,” ucapnya.

Sementara itu, Dirut PDAM Sikka, Fransiskus Laka, menjelaskan kepada Bupati Robby Idong, terkait ketersediaan air bersih saat ini di kabupaten Sikka. Menurutnya, ketersediaan air bersih bersumber dari mata air jernih, air sungai dan air tanah melalui sumur bor. Kendalanya, kata Laka, peralatan mesin air yang kurang mendukung dan sering mengalami kerusakan.

“Terkait data pelanggan yang tercatat di PDAM Sikka, sebanyak 15.103. Dari jumlah itu terdapat 9.125 pelanggan berada di Kota Maumere. (son/jdz).