Headline

Rakyat Kupang Menggugat; Stop Pencaplokan Tanah Rakyat….!

KUPANG, mediantt.com – Puluhan warga yang tergabung dalam “Aliansi Rakyat Kabupaten Kupang Mengguggat”, menggelar aksi demo bersama di Kantor DPRD NTT, Kupang, Kamis (13/9). Dalam aksi ini massa meminta agar pemerintah segera mencabut Hak Guna Usaha (HGU) yang telah diberikan kepada Perusahaan Garam PT. Panggung Guna Ganda Semesta dan PT. Puncak Keemasan Garam Dunia di sejumlah wilayah di Kabupaten Kupang. Stop pencaplokan tanah rakyat.

Aksi Demo yang dikordinir Relawan Jokowi NTT ini dimulai dari GOR Oepoi Kupang dan berlangsung tertib dan damai, dalam pengawalan ketat aparat Polres Kupang Kota.

Koordinator Aksi Jhon Ricardo dalam orasinya membeberkan sejumlah tuntutan kepada pemerintah melalui DPRD NTT antara lain; Menolak Hak Guna Usaha (HGU) yang telah diberikan kepada Perusahaan Garam PT Panggung Guna Ganda Semesta dan PT Puncak Keemasan Garam Dunia di Desa Bipolo, Nunkurus, Kelurahan Baubau, Kelurahan Merdeka, Tuapukan dan Desa Oebelo.

Selain itu, masa juga meminta pemerintah membatalkan HGU tersebut dan mengembalikan kepemilikannya kepada masyarakat untuk beraktivitas seperti biasa.
Masa juga meminta agar semua aktivitas di lokasi Tambak Garam milik PT PGGS serta menghentikan pencaplokan hak-hak rakyat dan hak ulayat yang mengatasnamakan pembangunan untuk rakyat Kabupaten Kupang.

Menurut Jhon, saat hak guna usaha (HGU) dikeluarkan dan diberikan kepada perusahaan pengelola garam oleh pemerintah Kabupaten Kupang kepada pengusaha, telah terjadi gelombang protes dari barbagai lapisan masyarakat termasuk Bupati Kupang Ayub Titu Eki.

Hal ini disebabkan penyelesaian persoalan lahan tidak pernah tuntas sehingga lahan tersebut dibiarkan terlantar oleh PT PGGS selama bertahun-tahun. Karena itu, massa menilai apa yang dilakukan oleh pemerintah dan PT PGGS merupakan cara pencaplokan tanah ulayat yang mengatasnamakan rakyat.
Disaksikan mediantt.com, dalam aksi itu massa membawa sejumlah spanduk bertuliskan; “Stop Perampasan Hak-hak Dasar Rakyat atas Sumber Penghidupan, Stol Pencaplokan Tanah Rakyat, Cabut HGU di Kabupaten Kupang, Kami Tidak Menolak Investor tapi Kami Menolak Perlakuan yabg Tidak Adil, Tanah untuk Petani bukan untuk Investor, Cabut HGU PT Panggung karena Menyengsarakan Rakyat”. (jdz)