Promosikan Pariwisata, Lembata Gelar ‘Blue Mountain Tours’

KUPANG – Pemerintah Kabupaten Lembata menciptakan festival tiga gunung sebagai event tahunan untuk mempromosikan kekayaan destinasi pariwisata yang ada di Bumi Ikan Paus itu. Festival tiga gunung itu dikemas dengan brand khusus yakni blue mountain tours.

“Kami sudah membuat kalender event tahunan untuk promosi pariwisata melalui festival tiga gunung yaitu gunung Ile Lewotolok, Ile Batutara, dan Ile Werung,” kata Wakil Bupati Lembata Thomas Ola Langoday kepada Antara, kemarin.

Wabup Thomas mengatakan, festival tiga gunung itu mulai digelar tahun 2018, dari Maret hingga puncaknya di Oktober.

“Gunung Ile Lewotolok terkenal memiliki kawah di puncak yang berpasir putih dengan luas menyerupai lapangan sepak bola yang bisa digunakan untuk bermain sepak bola,” jelas mantan Dekan FE Unwira ini.

Selain itu, sebut dia, di lereng gunung berapi itu juga terdapat destinasi wisata budaya berupa rumah adat beserta seremoninya. Sementara Ile Werung menyajikan panorama alam, sarang burung walet, serta terowongan dari dalam gunung menembus hingga pantai.

“Di sekitarnya juga ada Gunung Bao Raja yang puncaknya menyajikan panorama yang cantik untuk berwisata,” katanya.

Ia menambahkan, Ile Batutara sendiri sudah memiliki brand yang terkenal karena sebelumnya terpilih meraih medali perak dengan kategori destinasi wisata terunik dalam ajang Anugerah Pesona Indonesia (API) tahun 2017.

“Gunung api yang berada di tengah laut itu menampilkan fenomena yang unik karena meletus setiap 20 menit,” katanya.

Mantan Dekan Fakultas Ekonomi di Universitas Widya Mandira (Unwira) Kupang itu menjelaskan, festival tiga gunung itu dikemas dengan brand khusus yakni blue mountain tours.

“Karena dari atas pegunungan itu wisatawan bisa menyaksikan semua panorama yang serba biru yang mengelilingi Pulau Lomblen (sebutan untuk Pulau Lembata),” katanya.

Wabup juga menjelaskan, pemerintah terus mencoba menciptakan berbagai event pariwisata sebagai brand baru untuk menarik sebanyak mungkin arus wisatawan.

Ia berharap, semangat daerah membangun pariwisata itu mendapat dukungan atau intervensi dari pemerintah provinsi hingga pusat terutama untuk pengembangan infrastruktur pendukung di destinasi wisata.

“Artinya kita di daerah sudah berinovasi menghadirkan brand baru dan bertahap membangun infrastruktur pendukungnya, tinggal provinsi atau pusat bisa mengisi di bagian mana, karena pendanaan daerah juga terbatas,” katanya. (ant/jdz)

Ket Foto : Gunung Batutara yang mengeluarkan lahar setiap 20 menit.