Pendidikan Utama dan Parenting Bersumber dari Keluarga

Kupang, mediantt.com – Taman Kanak-kanan (TK) Barunawati Kupang, menggelar Seminar Nasional 017 dengan tema besar; Parenting bagi Pendidikan Anak Usia Dini. Seminar ini memberi penegasan serius bahwa pendidikan utama dan perenting itu bersumber dari keluarga.

Seminar Nasional Parenting 2017 TK Barunawati in digelar di Hotel Pelangi Kupang, Sabtu (2/12/2017), dihadiri sekitar 120 peserta dari kalangan tenaga pendidik PAUD dan TK,  orang tua dan masyarakat.

Mengusung tema “Mmempersiapkan Anak Usia Dini menjadi Pahlawan-pahlawan Masa Depan yang Berkarakter dan Berprestasi”,  seminar diramu menjadi lebih segar dengan sistem panel diskusi, yang didukung dengan hadiah dari para sponsor.

Salah satu panelis, Ibu Talenalain Muskananfola,  S.Pd, dalam makalah berjudul “Peran Orang Tua dalam Pendidikan Anak Usia Dini”,  menekankan kurangnya pengetahuan orang tua akan fungsi dan tanggung jawab.  Artinya, menurut dia, jangan hanya memberikan tanggung jawab pendidikan anak hanya pada pihak sekolah, namun harus ada kerja sama dan tidak boleh sailing menyalahkan.

“Keluarga sebagai pondasi tumbuh dan tumbuh-kembang anak dengan faktor-faktor pola asuh, aturan perilaku, sikap orang tua, pengakuan dan penguatan pada anak,  gaya hidup orang tua dan trauma (Keluarga broken home/bercerai,  konfilk), akan secara langsung berdampak pada pendidikan anak usia dini. Karena pendidikan utama dan Parenting bersumber dari keluarga karena pengaruh orang tua sangat besar terhadap keberhasilan pendidikan anak.  Untuk itu, tiga komponen utama; keluarga, sekolah dan masyarakat harus saling bersinergi,” tegas Talenalain.

Pemateri lainnya, Drs Ben Labre, M.Psi dengan materi “Membentuk Karakter Anak Usia Dini” menekankan pada kegagalan karakter dimulai saat anak usia dini/usia emas atau usia kritis 0-6 tahun. Menurut dia, orang tua harus mau belajar dan merubah gaya mengasuh anak,  harus sering memberikan anak virus cinta atau memberikan anak Motivasi I Can (saya bisa), juga cara membentuk karakter anak dengan membina hubungan dengan lingkungan,  hubungan dengan diri sendiri dan hubungan dengan Tuhan.

Ia menyebutkan, karakter anak terbentuk melalui pengasuhan orang tua dalam proses panjang karena figur utama dalam dua tahun pertama adalah figur mama.  “Anak tumbuh berkarakter dalam lingkungan berkarakter,” katanya.

Ia juga menjelaskan, tujuh faktor yang mempengaruhi pembentukan karakter anak usia dini yakni keturunan, pengalaman masa kanak kanak, melihat contoh, pengaruh lingkungan, lingkungan fisik dan sosial, kurikulum pendidikan dan media massa.

Sementara itu, dr Shinta Widari, SpKJ MARS dari RSIA Dedari Kupang mengupas tentang “Hypno Parenting” atau Pola Asuh Anak dengan Cara Menghipnotis Anak, dengan memberikan sugesti positif kepada anak usia dini. “Hypno Parenting bisa dipake saat mulai rencanakan kehamilan sampai kelahiran bayi, terutama pada usia emas anak, karena 50 persen perkembangan kecerdasan anak dimulai usia 0-4 tahun. Anak dengan gizi yang cukup dan sehat membentuk anak cerdas produktif berdampak pada mutu SDM tinggi sebagai aset bangsa,” terang dr Shinta.

Menurut dia, prinsip utama Hypno Parenting adalah mengucapkan kata kata sugestif berulang-ulang kepada anak ketika otak anak sedang berada dalam gelombang Alpha (8-12 Hz).  Ketika anak dalam kondisi rileks atau istirahat (mengantuk dan mata mulai tertutup), itulah kondisi otak anak dalam gelombang Alpha. Ketika otak bekerja dalam gelombang Beta (12-19 Hz),  otak berada dalam keadaan waspada (alert), sedangkan dalam keadaan tidur lelap otak berada di gelombang Theta (4-8 Hz).

Karena itu, sebut dia, kalimat-kalimat yang mengarahkan perilaku positif anak dapat dibisikkan di telinga anak ketika anak sedang beralih dari kondisi waspada ke kondisi mengantuk dan tertutup matanya. “Kalimat afirmatif positif (maupun negatif) menjadi sugesti akan masuk dan direkam alam bawah sadar ketika disampaikan pada anak dalam case tersebut,” jelas dr Shinta.

Ketua Panitia Seminar Nasional Parenting 2017, yang juga Kepala TK Barunawati,  Sari Dewi Astuti, SPd, kepada wartawan mengatakan, maksud diadakan seminar adalah untuk memberikan informasi positif dan memberikan edukasi bagi para orang tua dan guru terutama bagi para guru PAUD dan TK yang mendidik dan membantu membentuk karakter anak usia dini.

“Pemahaman akan pola ajar diperlukan saat memberikan pengajaran yang efektif sehingga menghasilkan anak usia dini yang berkarakter dan berprestasi,” katanya.

Ketua Komite TK Barunawati, Rony Banase menambahkan, orang tua wali murid dan Komite Sekolah berkomitmen mendukung semua kegiatan positif yang dicanangkan pihak sekolah dan konsisten mengadakan pertemuan bulanan untuk mengevaluasi perkembangan anak didik dan kinerja guru.  (rony)

Ket Foto : Kepala Sekolah TK Barunawati, Sari Dewi Astuti, sedang memberikan sambutan pada Seminar Nasional Parenting 2017.