Pemegang Saham Tunjuk Edi Bria Plt Dirut Bank NTT

Kupang, mediantt.com – Kendati masa jabatannya baru tuntas pada akhir 2017, namun Daniel Tagu Dedo dicopot dari Direktur Utama Bank NTT, dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS-LB) Bank NTT, Selasa (29/11). Sebagai penggantinya, para pemegang saham bersepakat menunjuk Eduardus Bria Seran selaku Pelaksana Tugas Dirut Bank NTT.

Rekaman media ini, RUPS-LB di Lantai V Gedung Bank NTT di Jalan W.J Lalamentik Oebufu itu, mengusung dua agenda. Pertama, tindaklanjut hasil RUPS di Labuan Bajo beberapa waktu lalu, dan evaluasi kinerja triwulan ketiga tahun 2016. Namun, setelah mendengar laporan dewan komisaris dan pemaparan kinerja Dirut, gubernur yang memimpin rapat tertutup tersebut langsung menawarkan kepada forum untuk memberhentikan Daniel Tagu Dedo yang sudah menjabat lebih dari tujuh tahun. Padahal, masa tugas Tagu Dedo baru berakhir pada akhir 2017.

Informasi yang diperoleh dari forum RUPS-LB itu, saat ditanya gubernur, hanya lima sampai enam orang yang angkat tangan tanda setuju. Mereka adalah Bupati Nagekeo, Ngada, Sikka, TTU dan mantan Dirut Bank NTT Amos Carputy yang kini sebagai salah satu pemegang saham seri B. Sementara yang hadir ada 30 orang. Sebagian besarnya hanya terdiam. Gubernur sempat mendapat masukan dari beberapa pemegang saham yang tidak setuju dengan keputusan tersebut.
Sayang, keputusan gubernur sudah diambil dan langsung memutuskan Eduard Bria Seran sebagai Pelaksana tugas (Plt) Dirut Bank NTT sampai RUPS berikutnya.

Kepada wartawan usai RUPS-LB lima jam itu, Gubernur Lebu Raya menegaskan, keputusan tersebut diambil setelah ada persetujuan dari para pemegang saham. Gubernur pun tidak membantah saat ditanya soal alasan isu politis (Pilgub) yang sudah dibahas pada RUPS di Labuan Bajo. “Itu hanya salah satu dari yang dibicarakan ketika RUPS di Labuan Bajo. Ini kan mengawasi keputusan yang diambil saat RUPS di Labuan Bajo,” kata Lebu Raya.

Menurut dia, berdasarkan pengawasan yang dilakukan komisaris selama ini, dewan komisaris mengusulkan kepada RUPS untuk mempertimbangkan kembali jabatan dirut. “RUPS menyetujui usulan dari komisaris, komisaris itu mewakili pemegang saham untuk mengawasi jalannya bank selama ini,” ujar Lebu Raya, dan menandaskan, keputusan yang diambil itu tidak ada kaitan dengan politik. “Politik itu hak masing-masing, tapi yang terpenting adalah bagaimana bank tetap berjalan,” katanya.

Hal senada juga diungkapkan salah satu pemegang saham, Raymundus Sau Fernandes yang juga Bupati TTU. Menurut dia, keputusan itu diambil karena Dirut Bank NTT Daniel Tagu Dedo tidak mengindahkan keputusan beberapa kali RUPS, termasuk RUPS Labuan Bajo. Salah satunya juga terkait niat Tagu Dedo yang ingin maju dalam Pilgub 2018. “Salah satu alasan lagi bahwa laba bank menurun terus. Berbanding terbalik dengan pengeluaran,” kata Ray.

Plt Dirut Bank NTT Eduard Bria Seran yang juga Direktur Pemasaran Dana Bank NTT kepada wartawan usai RUPS mengaku siap menjalankan tugas baru yang diemban. Dia pun siap menggelar RUPS berikutnya untuk memilih Dirut Bank NTT yang definitif dalam waktu dekat. “RUPS tahunan paling cepat April, tetapi tadi diminta untuk dipercepat Februari 2017. Tetapi karena sebelumnya kita diaudit dulu oleh akuntan publik akhir Desember, maka saya perkirakan di pertengahan Maret bisa RUPS,” jelas Eduard. (*/jdz)

Foto : Eduardus Bria Seran (kiri) ketika menerima tamu di ruang kerjanya.