Headline

Para Kepala Desa Diminta Gunakan Dana Desa Bangun Infrastruktur

LEWOLEBA- Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas RI, Prof. Bambang Brojonegoro untuk pertama kali mengunjungi Kabupaten Lembata. Di hadapan para Kepala Desa, Prof. Bambang mengatakan, aliran dana desa tiap tahun kian meningkat. Alokasi Dana Desa (ADD) miliaran rupiah tersebut dapat digunakan untuk membangun jalan desa, sarana dan prasarana pertanian, berupa embung dan sarana lainnya. Masalah kesehatan juga harus jadi perhatian. Misalnya, pembangunan jaringan air minum bersih di desa, mengatasi Stunting dan pengembangan Posyandu.

Rombongan Menteri PPN/Kepala Bappenas Prof. Bambang Brojonegoro, SE,M.UP.Ph.D melakukan Kunjungan Kerja di Kabupaten Lembata Provinsi NusaTenggara Timur, belum lama  ini.

Sekretaris Daerah Provinsi NTT, Ir. Benediktus Polo Maing, yang juga merupakan putera daerah Lembata mendampingi Prof. Bambang.

Dalam kunjungan kerja yang dilakukan Menteri PPN/Kepala Bappenas merupakan salah satu tugas penyelengaraan pemerintah Republik Indonesia dalam bidang perencanaan pembangunan naisional. Bersamaan dengan ini Menteri diperkenankan bertemu dan menyapa masyarakat melalui rapat terbuka bersama para kepala desa se-Kabupaten Lembata di rumah jabatan Kuma Resort, Desa Waijarang, Kecamatan Nubatukan.

Dalam rapat terbuka ini Menteri PPN/Kepala Bappenas RI, Prof. Bambang didampingi Bupati Lembata Eliaser Yentji Sunur, Wakil Bupati Lembata Thomas Ola, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Lembata Yohanes de Rosari, Anggota komisi II DPRD Lembata Petrus Gero.

Bupati Lembata Eliaser Yentji Sunur memaparkan secara singkat RPJMD dan letak geografis kabupaten Lembata dalam rapat terbuka bersama para kepala desa sekabupaten Lembata di hadapan manteri PPN/Kepala Bappenas.

Menteri PPN/Bappenas Prof. Bambang Brojonegoro, SE,M.UP.Ph.D dalam arahan singkatnya, mengatakan walupun tidak secara menyeluruh ia melihat kabupaten ini, akan tetapi ia dapat mengambarkan sedikit masalah yang sedang dihadapi oleh kabupaten ini.

Untuk itu, Prof. Bambang menekankan beberapa poin penting yang perlu diperhatikan dan dijalankan bersama. Pertama yang menjadi diproritas masalah di Kabupaten Lembata adalah kemiskinan, kedua masalah kesehatan, ketiga potensi wisata.

“Untuk masalah kemiskinan ini banyak sekali pengaruhnya dalam pembangunan di kabupaten ini, kita harus mampu keluar dan mengurangi angka kemiskinan diatas 25-20% saja kita sudah mampu membangun kabupaten ini. Untuk kesehatan ini yang perlu kita perhatikan adalah masalah stanting yang menjadi isu serius dan masalah naisional, tidak hanya masalah stanting saja akan tetapi gagal ginjal juga menjadi masalah yang dihadapi oleh masyarakat di Kabupaten Lembata ini, untuk dapat mengurangi dan mengatasi masalah ini dapat kita gunakan dana desa,” tegasnya.

Menurut dia, dengan menggunakan dana desa untuk pembangunan infrastruktur di desa yang pertama kelayakan posyandu, memonitor anak yang baru lahir dan dibawah lima tahun.  Sumber air minum yang ada di desa apakah higenis atau tidak untuk mengatasi hal tersebut dapat gunakan dana desa yang 75%-nya untuk pembanguan infrastruktur di desa yang menuju kesejateraan masyarakat desa kita sendiri. “Mengatasi masalah kesehatan maka dengan sendirinya masalah kemiskinan akan teratasi,” katanya.

Kepala Desa Sekabupaten Lembata yang Hadir Dalam Rapat Bersama Menteri PPN/Bappenas Di Rumah Jabatan Bupati Kuma Resort, Jumad, (29/4/19) Dok. Yan Kominfo

Bicara Pontensi Kabupaten Lembata memiliki potensi yang luar biasa khususnya di periwisata pantai, untuk pariwisata sendiri memiliki dua skala besar dan kecil.  “Kita tahu bahwa yang menjadi sasaran prioritas/stages wisatawan lokal dan mancanegara adalah Labuan Bajo. Untuk itu Lembata juga bisa menjadi prioritas wisatawan apabila kita masuk dalam kesatuan kawasan wisata Labuan Bajo, dengan bekerja sama dengan pemerintah Kabupaten Manggarai Barat, sehingga tidak terlihat Kabupaten Lembata berjalan sendiri,” jelas dia.

Prof Bambang juga berpesan kepada para kepala desa yang hadir dalam rapat terbuka ini, agar desa-desa yang memiliki kawasan pariwisata dapat mengembangkannya. Dengan membangun homestay, di kawasan wisata atau tinggal di rumah masyarakat desa, sehingga para wisatawan yang datang berkunjung melihat langsung kehidupan masyarakat di desa.

Sebelum Menteri PPN/Bappenas beranjak meninggalkan Kabupaten Lembata, sempat memberikan cinderamata kepada Bupati Sunur  begitupun sebaliknya Bupati Lembata memberikan cinderamata hasil karya putra dan putri Kabupaten Lembata yaitu Peledang (perahu) yang digunakan nelayan di Desa Lamalera menangkap ikan paus secara tardisional. Ini merupakan tradisi yang diwariskan oleh leluhur masyarakat Kabupaten Lembata memberikan kenang-kenang kepada siapa saja pejabat negara yang datang. (VQ-YM.Tim Dinas Kominfo Lembata)