“Oooo Laut, Angin dan Arus, Bawa Lamafa Benyamin Kembali ke Lefo”

LEFO LAMALERA sedang berduka. Seorang Lamafa, juru tikam berbakat, Benyamin Blikololong, 31, hingga malam ini belum ditemukan. Ia menghilang setelah dengan perkasa berjuang menaklukan ikan pari. Tapi nasibnya nahas. Ia hilang tenggelam setelah tempulingnya menikam ikan pari. Kuat dugaan, kakinya terlilit tali dan terseret ke dasar laut.

Seluruh warga Lefo Lamalera, laki-laki dan perempuan, tua dan muda, seketika sudah berkerumun dalam kecemasan di Pantai. Suasana duka sangat terasa. Tidak seperti lasimnya, mereka hadir di Pantai untuk membagi rezeki dari laut atau ada ritual yang berhubungan dengan melaut. Warga berkumpul karena petaka yang dialami Benyamin, Lamafa yang mendadak hilang setelah menikam ikan pari.

Pencarian yang dilakukan sejak kejadian pada pukul 09.00 Wita, hingga pukul 18.00 Wita, belum membuahkan hasil. Pencarian dihentikan dan baru dilanjutkan besok, Sabtu (12/5). “Kami baru pulang mencari Benyamin tapi belum ada hasil. Besok baru kami cari lagi,” begitu sms dari Petrus Dolu, sekitar pukul 17.30 Wita.

Mengutip dari aksiterkini.com,
Kepala Desa Lamalera A, Yos Molan Dasion yang ikut dalam pencarian menuturkan, keterangan yang diperoleh menyebutkan, setelah menikam ikan pari, Lamafa Benyamin sudah berenang ke dekat perahu dan ikan sedang ditarik mendekat ke sisi perahu, namun mendadak ikan memberontak. Diduga saat itulah kaki Benyamin terbelit tali temali dan ikut terseret ke dasar laut. Sewaktu menarik tali lagi, ikan sudah terlepas dan ayah dua anak itu juga tidak ada.

“Katanya dia (Benyamin) sempat berteriak kalau kakinya terbelit tali. Tapi karena ikan bergerak dengan cepat ke kedalaman laut sehingga mereka tidak bisa menolong,” tutur Dasion.

Dasion juga mengaku para tua adat sudah melakukan ritual adat agar Tuhan dan leluhur memberi petunjuk keberadaan Benyamin.
“Dalam keyakinan kita, saat pergi melaut semuanya harus dalam keadaan damai. Hati yang bersih. Tidak sedang marah atau tidak berdamai dengan siapapun. Itu juga yang kami lihat dari peristiwa yang terjadi hari ini,” ujarnya.

Sebagaimana biasanya, pagi hari adalah waktunya pergi melaut bagi para nelayan Lamalera di musim leva (melaut) saat ini. Demikian juga yang dilakukan Benyamin. Sebagai Lamafa, dia pergi melaut bersama beberapa orang nelayan dengan perahu milik mereka bernama Canibal.

Bawa Dia Pulang

Dari Negeri Sakura Jepang, putra Lamalera, Pater Yoseph Bruno Ulanaga Dasion, SVD, menulis sebuah doa dan harapan agar Lamafa Benyamin Blikololong segera ditemukan. Dikutip dari linimasa facebook Baleo Baofutung, misionaris SVD ini menulis; “Oooooo angin dan arus.. Ooooo Laut Lamalera yang sakral jagailah dia, bawa dia kembali. Kami semua menunggunya kembali ke tengah-tengah kami. Oooooo Laut, oooooo angin dan arus, bawa dia kembali… bawa dia kembali”.

Diawal tulisan berjudul “Lamalera Mencari”, Pater Bruno menuturkan, di Pantai Lamalera hari ini, banyak
penghuninya berkumpul di sana.
Bukan untuk Misa Leva, bukan untuk seremoti, bukan pula untuk membagi-bagi rezeki dari laut. Hari ini, semua bergegas ke sana memandang laut yang telah lengang, sesudah sebuah perjuangan yang berakhir sedih.

Ia melanjutkan, “Seorang Lamafa, juru tikam-nya hilang ke dalam laut setelah berjuang memenangkan seekor ikan pari. Itulah nasib Lamafa yang selalu siap bekerja dan memberi hidupnya bagi saudara, keluarga dan kampung halamannya”.

“Benyamin Blikololong, itulah nama Lamafa muda berbakat. Sekarang ia ada di sana, di dalam rengkuh lautan yang adalah Ibu bagi para nelayan. Oooooo angin dan arus, ooooo laut Lamalera yang sakral jagailah dia, bawa dia kembali. Kami semua menunggunya kembali ke tengah-tengah kami”. (jdz)