Nobatkan Viktor Jadi Raja Muda, Tiga Swapraja TTU Bersatu Menangkan Victory-Joss

KEFA, mediantt.com – Para raja dan tokoh adat dari tiga Swapraja, Biboki, Insana san Miomaffo, se-Kabupaten Timor Tengah Utara menyatakan dukungan kepada Calon Gubernur NTT Nomor Urut 4, Viktor Bungtilu Laiskodat. Dukungan tersebut ditandai dengan dikukuhkannya Viktor Laiskodat sebagai Raja Muda Biinmaffo oleh para raja dan tokoh adat di Sonaf Plenat Bikomi-Leob.

Dalam pertemuan itu, Viktor Laiskodat menyatakan komitmen membangkitkan NTT dari berbagai keterpurukan dengan program unggulan seperti, pertanian, peternakan, kelautan, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, infrastruktur, pendidikan, kesehatan serta pariwisata sebagai lokomotif pembangunan.

Pantauan media, Sabtu (9/6) di Istana Raja Mikhael B. Bana Kelurahan Benpasi, Kecamatan Kota Kefamenanu, Viktor disambut dengan tarian likurai dan natoni adat oleh para raja. Para raja melalui Raja Mikhael Bana lalu mengenakan pakaian kebesaran Raja Muda Biinmaffo kepada Vitor Bungtilu Lasikodat.

Raja Muda Manamas-Naibenu, Yan Meko, menyerahkan cendera mata berupa patung dari kayu cendana setinggi 30 centimeter kepada Victor Laiskodat, sebagai simbol ikatan untuk memenangkan Victory-Joss. Jika paket tersebut nantinya terpilih, ikatan yang telah terjalin akan tetap kukuh dan diwujud-nyatakan dalam kerja sama pengembangan pariwisata budaya.

Raja Hendrikus Bana atas nama tiga Swapraja dan 18 Kevetoran yang ada di TTU menyatakan dukungan penuh kepada Calon Gubernur dan Wakil Gubernur NTT Nomor Urut 4, Viktor Bungtilu Lasikodat-Josef Nae Soi. Victory-Joss merupakan satu-satunya paket yang layak memimpin NTT karena memiliki visi-misi serta komiitmen untuk membangun NTT. Untuk itu ia dan seluruh tokoh adat memutuskan untuk memberikan dukungan dan memilih paket Victory -Joss dalam Pilgub NTT 27 Juni 2018.

Menurut Raja Hendrikus, memilih pemimpin NTT tidak harus melihat dari suku maupun agama. Pemimpin NTT yang layak dipilih adalah pemimpin yang benar-benar berkomitmen untuk membangun serta membangkitkan NTT dari belenggu kemiskinan dan ketertinggalan. Viktor dan Nae Soi telah membuktikan komitmen tersebut dengan meninggalkan jabatan yang tinggi dan kembali mengabdikan diri untuk membangun NTT. Itulah yang membuat pihaknya yakin dan memberikan dukungan penuh kepada Victory-Joss.

“Tidaklah mudah melepas jabatan yang tinggi demi mengabdikan diri untuk kesejahteraan rakyat. Perbedaan bukanlah halangan bagi kami untuk memberikan dukungan. Kami tahu visi dan misi Pak Viktor dan Pak Josef. Kami semua butuh perubahan untuk kesejahteraan rakyat,” tegasnya.

Cagub Viktor menjelaskan, pada masa kepemimpinan Gubernur El Tari dan Ben Mboy, NTT menempati posisi yang layak di mata nasional. Tapi seiring perjalanan waktu, NTT mengalami kemunduran serta terpuruk dalam kehidupan ekonomi. NTT masuk dalam daftar daerah darurat kemiskinan serta terkorup. Kondisi itulah yang membuat Victory-Joss terpanggil untuk mengabdikan diri kepada masyarakat NTT.

Menurut Laiskodat, selama ini, pemimpin yang ada lebih mencintai kekuasaan. Kekuasaan yang mereka rebut bukan untuk mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat seperti yang didambakan masyarakat, melainkan untuk kepentingan diri dan kelompoknya. Akibatnya, banyak pemimpin ketika berakhir masa jabatan tak dihargai bahkan mendapat cibiran dari rakyat lantaran dianggap tak bermanfaat bagi kemaslahatan hidup banyak orang.

Di depan para raja, Viktor Laiskodat berjanji, jika restu dan amanah rakyat NTT bagi Victory-Joss untuk menahkodai NTT 27 Juni 2018, maka pihaknya akan menetapkan tanggal 27 Juni sebagai Hari Kebangkitan NTT. Komitmen tersebut akan diwujud-nyatakan dalam berbagai program unggulan seperti, pertanian, peternakan, kelautan, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, infrastruktur, pendidikan, kesehatan serta pariwisata sebagai lokomotif pembangunan di NTT.

“Pada masa kepemimpinan Gubernur El Tari dan Ben Mboy, NTT mendapat tempat serta posisi yang layak di tingkat nasional namun seiring berjalannya waktu NTT mengalami kemunduran secara ekonomi dan pendidikan. Hal itu membuat kemiskinan yang semakin merajalela. Ironisnya lagi di tengah kemiskinan yang menghimpit masyarakat, tingkat korupsi semakin melambung dan menyabet peringkat ke tiga di tingkat nasional. Saya berjanji kepada rakyat NTT, jika kelak kami terpilih maka kami akan mempersembahkan seluruh jiwa dan raga kami demi kebangkitan NTT,” tegas mantan Ketua Fraksi Nasdem DPR RI ini. (jdz)