Nae Soi Menikmati Pesona Alam Nihiwatu, Resort Termahal Dunia

NIHIWATU, mediantt.com – Di tengah padatnya agenda politik kampanye Pilgub NTT di Sumba Barat, Calon Wagub Josef Nae Soi, menyempatkan waktu jalan-jalan menikmati panorama alam Nihiwatu Sumba, sekaligus memantau infrastruktur jalan ke resort terbaik dan termahal di dunia ini.

“Selama ini kita hanya dengar dan baca ada resort terbaik dan termahal di dunia ada di Sumba. Karena itu saya mau lihat keindahan Nihiwatu sekaligus memantau infrastruktur jalan ke Nihiwatu Sumba,” kata Nae Soi saat berkeliling melihat resort termahal itu, Rabu (11/4/2018).

Nae Soi yang didampingi Kristo Blasin, Kristin Pati, Megasari dan rombongan berada di resort termahal itu kurang lebih dua jam. Ia berkeliling melihat kamar-kamar private yang didesain khusus dan istimewa. Juga melihat spot-spot yang menjadi keunggulan resort termahal itu, sekaligus menikmati panorama alam yang sungguh indah.

“Keindahan Nihiwati Sumba tiada 9duanya. Kita akan dukung dengan infrastruktur jalan,” kata Nae Soi.

Termahal

Dikutip dari Kompas Travel, Nihiwatu ditetapkan sebagai hotel terbaik di dunia tahun 2016 oleh majalah wisata, Travel+Leisure.
Tiap tahun, majalah berbasis di Amerika Serikat itu mengadakan survei untuk berbagai kategori di bidang pariwisata.

Nihiwatu yang terletak di Sumba Barat didaulat sebagai hotel terbaik nomor 1 dari ajang “World’s Best Travel Awards 2016”. Nihiwatu mengalahkan deretan hotel bergengsi di AS, Selandia Baru, Australia, serta Ekuador dan Cile.

Nihiwatu terletak di Desa Hobawawi, Lamboya, Sumba Barat, Nusa Tenggara Timur. Hotel ini menggabungkan kemewahan dengan unsur budaya lokal.

“Kami memperluas pemahaman kami sebagai ‘resor surgawi’, dan kini telah menciptakan sebuah destinasi yang memiliki rekam jejak geografi yang kuat, dengan ruang gerak yang sangat luas, yang memungkinkan para tamu untuk berkelana di keliaran alam Sumba,” tutur Managing Partner Nihiwatu, James McBride.

Satu hal yang paling membedakan Nihiwatu dengan hotel-hotel lainnya adalah kegiatan social responsibility yang dilakukan pihak hotel bersama para tamunya.

Sebagian dari keuntungan Nihiwatu disumbangkan ke Yayasan Sumba (Sumba Foundation) yang dipelopori oleh pendiri Nihiwatu, Claude Graves dan Sean Downs pada 2001. Di Nihiwatu, 90 persen pekerjanya adalah warga lokal Sumba.

Nihiwatu punya vila tiga kamar berbentuk rumah pohon, terletak di atas tebing, menghadap langsung Samudera Hindia. Selain itu, ada lebih dari 33 akomodasi vila dengan kolam renang pribadi serta pemandangan indah ke Pantai Nihi.

Aktivitas yang bisa dilakukan beragam, mulai dari paket “safari spa” seharian penuh sampai eksplorasi pulau. Anda bisa trekking menuju beberapa air terjun tersembunyi, pesawahan yang indah, juga desa lokal dan desa seniman. Ada pula piknik makan siang komplit dengan jamuan kelapa segar yang baru jatuh dari pohon.

Occy’s Left, begitu nama private beach yang letaknya tidak jauh dari Nihiwatu. Ini adalah surf spot ternama di kalangan peselancar profesional. Tempat berselancar yang jauh dari hiruk pikuk Canggu, Suluban, dan pantai-pantai mainstream lainnya di Bali.

Bersama staf profesional yang terlatih, para tamu di Nihiwatu bisa memancing di laut lepas snorkeling, juga spearfishing. Saat sunset, tamu akan diajak menikmati terbenamnya matahari dengan naik kuda di pesisir pantai.

Anda yang ingin menginap di Nihiwatu harus rela merogoh kocek agak dalam. Harga per malamnya mulai dari 650 dollar AS (Rp 8,5 juta) untuk One Bedroom Villa sampai 12.000 dollar AS (Rp 157 juta) untuk Five Bedroom Estate. Namun saat high season yang jatuh pada Juni-Oktober dan Desember-Januari, harganya bisa dua kali lipat.

Meski begitu, tak sedikit wisatawan yang rela menghabiskan bujet sebesar itu untuk menginap di Nihiwatu. Menginap dengan mewah dan nyaman, sekaligus secara langsung membantu komunitas lokal. (jdz)