Menteri Arief Yahya akan Kunjungi Destinasi Wisata di Belu

KUPANG, mediantt.com – Menteri Pariwisata Republik Indonesia (RI), Arief Yahya dan rombongan sesuai rencana berkunjung ke Kabupaten Belu selama dua hari pada 4-5 Oktober 2018. Kunjungan Menteri Yahya dijadwalkan akan mengunjungi sejumlah obyek wisata dan menutup Tarian Kolosal Likurai Fulan Fehan, di kaki gunung Lakaan, Desa Dirun, Kecamatan Lamaknen, Belu.

Menteri akan tiba di Kupang menggunakan pesawat Batik Air dan diterima Gubernur NTT, Viktor Laiskodat, di Bandara El Tari, Kupang, pukul 007.00 Wita, Kamis (4/10). Selanjutnya rombongan langsung berangkat menuju Atambua, didampingi pejabat Pemprov NTT, Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Alexander Sena dan Kadis Pariwisata, Marius Ardu Jelamu.

“Salah satu tujuan utama Menteri Arief Yahya adalah menutup Tarian Kolosal Likurai Fulan Fehan yang direncanakan Sabtu (6/10). Namun, Menteri Yahya kemungkinan hanya dapat melihat secara langsung kegiatan geladi penutupan Tarian Kolosal Likurai yang digelarJumat pagi, di padang Fulan Fehan dan langsung kembali ke Kupang menuju Jakarta,” kata Kadis Pariwisata Marius Ardu Jelamu, saat ditemui mediantt.com, di ruang kejanya, Rabu (3/10).

Menurut Marius, Gubernur Viktor Laiskodat tidak mendampingi Menteri Arief Yahya, ke Atambua. “Pak Gubernur tidak mendampingi Menteri, karena beliau akan mendampingi Panglima TNI pada upacara peringatan hari ABRI, 5 Oktober 2018, di Kupang,” tambah Jelamu.

Jelamu menjelaskan, berdasarkan rundown Kementerian Pariwisata, Menteri Arief Yahya akan mengunjungi sejumlah destinasi di Belu. Kamis (4/10), pukul 09.30 Menteri dan rombongan menuju PLBN Mota Ain melalui Desa Tulakadi dan menyinggahi Asam Jokowi di Tulakadi.

Selanjutnya rombongan Menteri melakukan tatap muka dengan jajaran Administratur PLBN Mota Ain pada pukul 11.00 – 12.00. Pukul 13.30 menteri Arief Yahya, menghadiri acara penyucian kembali rumah adat suku Atok Bau Uma Meo, di Desa Kenebibi. Disusul pada Jumat (5/10), pukul 07.30, melihat langsung geladi penutupan Taria Kolosal Likurai Fulan Fehan dan meresmikan destinasi digital di Desa Kenebibi (Atapupu). Hari itu juga pada malam hari, Menteri Arief Yahya, membuka acara konser Crossborder Music, di lapangan simpang lima Atambua.

Tarian Kolosal Likurai Fulan Fehan, jelas Marius Jelamu, menjadi top branding pariwisata di kawasan perbatasan NTT – RDTL. Tarian yang melibatkan 6.000 orang penari itu layak menjadi salah satu seni budaya Indonesia sebagai ajang untuk memperbanyak iven-iven besar juga mampu menarik minat wisatawan mancanegara.

Bukit Fulan Fehan di kaki gunung Lakaan menjadi tuan rumah Festival Likurai Tlimor 2018. Tarian ini masuk dalam agenda pariwisata nasional yang menggambarkan pesta tarian perang dari masyarakat Pulau Timor masa lalu untuk mengusir para penjajah. (son/jdz).