Headline

Membaca “Jejak Karya Golkar NTT”

KUPANG – Sebuah karya besar sedang dilakukan Ketua DPD I Partai Golkar NTT, Melkiades Laka Lena. Dalam spirit membawa erubahan besar-besaran di tubuh Golkar NTT dengan berkaca pada masa lalu, dan berguru pada para senior dan sesepuh, Melki Laka Lena mengggas penerbitan buku “Jejak Karya Partai Golkar NTT”. Bersama para penilis atau editor handal dibantu tim buku yang bekerja ekstra dalan waktu hanya kurang dari satu bulan, seluruh narasumber kunci, berhasil diwawancarai. Mereka bercerita tentang Golkar NTT mulai dari Sekretariat Bersama (Sekber) Golkar hingga berkembang menjadi Partai Golkar, yang terus survive hingga saat ini.

Dibawah kendali Ketua Tim Editor Frans Sarong, wartawan senior pensiunan dari Harian Kompas, buku setebal 300 halaman ini dikebut dalam waktu hanya dua minggu. Pemikiran-pemikiran cerdas, kritis dan progresif dari para senior dan sesepuh dibentangkan secara tegas, termasuk suka dan suka ketika berjibaku membesarkan Partai berlambang Pohon Beringin ini. Mulai dari tiga tokoh utama El Tari, Ben Mboi dan JN Manafe.

Tiga tokoh ini menjadi spirit utama karena mereka adalah pemimpin tegas, berwibawa dan juga berkarisma. Kewibawaan seorang El Tari lebih karena watak kebapakannya yang mengayomi. Pun, disiplin, bijaksana dan sederhana. Selama memimpin NTT hingga meninggal 29 April 1979, El Tari yang berlatar belakang militer dikenang sebagai sosok pemimpin yang moderat dan tidak diskriminatif, bahkan sangat menitikberatkan kaderisasi. Ia tidak pernah mengistimewakan suku, kelompok atau agama tertentu.

Di era kepemimpinan El tari itulah Golkar NTT pertama kali mengikuti Pemilu 1971. Didukung Ben Mboi sebagai Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bapilu), Golkar NTT memenangkan pertarungan dengan dukungan sekitar 60 persen suara. Karena itu, El Tari adalah tokoh yang tidak bisa terpisahkan dari jejak Golkar NTT. Di simpul inilah Golkar memang layak mengenang dan mencatat kiprah El Tari terutama dari sisi kekaryannya ketika menjadi Gubernur NTT dengan program Tanam, Tanam, Tanam.. yang ingin membebaskan NTT dari kemiskinan dan kelaparan.
Penggantinya, Ben Mboi, gubernur dua periode 1978-1988, melukiskan El Tari ketika memimpin NTT menghadapi dua kondisi kronis yakni kelaparan dan kemiskinan. Inilah yang mendorong El Tari menitikberatkan program Tanam, Tanam, Tanam.

Tokoh tulen Golkar lainnya adalah Ben Mboi. Dokter militer ini menjadi tokoh yang membumikan Golkar melalui panji kekaryaannya di NTT. Sebagaimana dituturkan Frans Skera, Ben Mboi layak dicatat sebagai seorang tooh utama yang membesarkan Partai Golkar di NTT. Kiprahnya melalui berbagai karya monumental yang ditorehkan bagi daerah kepulauan ini. Ketika menjadi gubernur NTT Ben Mboi mengawali langkah pengabdiannya antara lain melalui Operasi Nusa Makmur (ONM) dan Operasi Nusa Hijau (ONH), yang terinspirasi dari bencana kelaparan hingga busung lapar yang menimpah masyarakat Paga di Kabupaten Sikka tahun 1977-1988. Menurut Frans Skera, dalam berbagai kesempatan, Ben Mboi tak henti-hentinya mengingatkan agar Golkar selalu mengibarkan panji kekaryaaannya. Itulah kunci menghembuskan Golkar agar selalu lekat di hati masyarakat hingga partai “kuning” ini meraih kemenangan signifikan. Karena itu, bagi Ben Mboi, ujian bagi Golkar adalah kekaryaan itu sendiri. Golkar akan ditinggalkan pendukungnya jika kekaryaan itu surut.

Sementara itu, JN Manafe, tak bisa dilupakan begitu saja. Ia juga salah satu tokoh utama yang menancapkan akar beringin Golkar di NTT sejak partai itu berstatus Sekber Golkar. Ketika Sekber Golkar secara nasional resmi lahir pada 20 Oktober 1964, JN Manafe terlibat dalam mengemas embrio Sekber Golkar NTT. Sebab, menurut sejarahnya, kelahiran Sekber Golkar atas prakarsa golongan militer terutama kalangan perwira Angkatan Darat. Manafe mengaku awalnya amat sulit merekrut generasi muda berpendidikan sarjana bergabung dengan Sekber Golkar karena saat itu masih amat langka dan ada yang sudah bergabung ke partai lain. Tapi, JN Manafe berhasil mengajak generasi muda meski jumlahhya terbatas.

Ketika JN Manafe menjadi Ketua Golkar NTT menggantikan Ben Mboi, sempat terbersit kabar yang mengesankan ada rivalitas antara Ben Mboi dan JN Manafe. Manafe tidak membantah ketika dikonfirmasi Tokoh pemeluk Protestan ini malah mengakui kalau dirinya pada era itu sering dirumorkan sebagai tokoh yang membenci Katolik. Juga diiusuekan berseberangan dengan Ben Mboi yang Katolik. “Interaksi pribadi saya dengan Ben Mboi sebenarnya tidak ada masalah. Karena kami sama-sama jebolan SMP Kupang tahun 1950-an dan juga sama-sama berlatar belakang militer yang amat taat dengan garis komando dari atas. Gunjingan itu dimungkinkan mencuat karena saya selalu bersikap kritis menghadapi berbagai masalah atau kebijakan yang dinilai agak melenceng,” kata JN Manafe kepada Tim Buku.

Nah, selain tiga tokoh utama itu, simak pula testimoni sejumlah senior dan sesepuh Golkar yang semuanya dituangkan secara lugas dalam Buku “Jejak Karya Golkar NTT” edisi perdana yang rencananya dilaunching Rabu, 19 Desember 2018 di Hotel T-More Kupang, di hadapan publik dan para senior Golkar NTT yang sudah memberi warna perjalanan NTT dan Golkar selama ini.

“Buku Jejak Karya Golkar NTT ini adalah karya intelektual dan akademik dari pengurus dan keluarga besar Golkar NTT berdasar kisah para senior dan sesepuh. Buku ini juga memberi dampak elektoral bagi Golkar dan para caleg dalam meraih dan menggalang suara pemilih se-NTT, juga di masing-masing kabupaten/kota,” kata Ketua DPD Partai Golkar NTT, Melki Laka Lena.

Caleg DPR RI dari Dapil NTT 1 ini juga berterima kasih atas kerja ekstra Pak Frans Sarong dan seluruh tim penulis buku Jejak Karya Golkar NTT, sehingga bisa terbit tepat waktu. “Buku ini menjadi karya penting bagi Golkar NTT dan Indonesia juga masyaralat dan simpatisan Golkar,” tegas Laka Lena.

“Saya sangat mengapresiasi buku ini. Dengan kepeminpinan tokoh muda Melki Laka Lena, ada tanda-tanda Golkar ke depan bisa bagus. Ini terlihat dari karya buku ini. Saya sangat bangga dengan tokoh muda yang bisa mengumpulkan para senior dan memberikan pesan-kesan mereka yang pernah berjasa dengan Golkar. Besar harapan juga kepemimpinan anak muda dan keberadaan di pemerintahan, bisa sama-sama membesarkan partai lini tengah ini dan bisa bermanfaat bagi nusa dan bangsa khususnya masyarakat NTT,” kata politisi senior Golkar yang saat ini Wagub NTT. (jdz)