Headline

Luncurkan Program Gubug Mentari, Mahasiswa UM Siap Beri Solusi

MALANG – Sabtu (13/04/2019) bertempat di Balai Desa Sumberpucung, kelima Mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM), yakni Nisa Yuniar (Mahasiswa PLS), Irsyad Ammatullah (Mahasiswa PLB), Rizal Fanany (Mahasiswa Biologi), Izzatun Navis (Mahasiswa Pendidikan Matematika, dan Antoni Bagas Setiawan (Mahasiswa TEP), meluncurkan program Gubug Mentari sebagi wujud nyata kepedulian terhadap permasalahan masyarakat khususnya di Desa Sumberpucung.

Kepada mediantt.com, Selasa (7/5), Pelopor Gerakan Anti Diskriminasi bagi Penumpang Disabilitas Mahasiswa Berprestasi Fakultas MIPA UM, Rizal Fanany, menjelaakan, Program ini lahir sebagai jawaban atas permasalahan rendahnya pengembangan bakat bagi Anak Berkebutuhan Khusus (ABK), selain itu pengembangan bakat yang berpusat hanya di sekolah SLB BC PGRI Sumberpucung belum dirasa efektif tanpa ada sentuhan kepedulian dan peran aktif dari orangtua ABK.

Menyasar wali murid ABK SLB BC PGRI, program ini bertujuan memberikan edukasi dan pelatihan khusunya dalam aspek pengembangan bakat bagi ABK, salah satu program yang dicanangkan yakni pelatihan bahasa isyarat. Program ini menjadi tawaran solusi menyelesaikan sulitnya komunikasi antara wali murid dengan anaknya yang memiliki hambatan tuna rungu, sehingga diharapkan dengan komunikasi yang baik, orangtua dapat membantu untuk pengembangan bakat di rumah.

Antusiasme yang tinggi dan sambutan yang hangat dari wali murid sangat terasa dengan hadirnya 40 orang wali murid pada acara soft launching program Gubug Mentari. Acara ini juga dihadiri oleh Sekretaris Desa Sumberpucung Heri dan Kepala Sekolah SLB BC PGRI.

“Semoga program ini dapat berjalan lancar sampai akhir, kita ramaikan kegiatan dari anak-anak mahasiswa UM ini,” tutur Heri dalam sambutannya, sekaligus membuka acara soft launching Gubug Mentari.

Acara ini juga dimeriahkan dengan tampilnya adik binaan dari SLB BC PGRI, yakni Refi Eriliyanti dengan menampilkan tari tradisional. Refi merupakan penyandang tuna rungu yang berbakat dalam bidang tari khsusunya tari tradisional.

Salah satu kegiatan inti dari acara ini adalah pemaparan dari tim Gubug Mentari terkait arah program yang akan dijalankan. “Terhitung dari sejak hari ini hingga 3 bulan ke depan kami akan menjalankan beberapa program secara berkala. Oleh karena itu, kami butuh sanget bantuan dari bapak dan ibu untuk bersinergi dan membantu menyukseskan acara kami”, tutur Nisa, Ketua tim Gubug Mentari.

Acara selanjutnya yakni prosesi penandatangan kesediaan kerjasama antara mitra yakni SLB BC PGRI Sumberpucung dan tim Gubug Mentari, yang diwakili oleh ibu Minarti sebagai kepala SLB BC PGRI dan Nisa Yuniar sebagi ketua Gubug Mentari menandakan dimulainya program Gubug Mentari.

“Mari kita bersama-sama membantu menyukseskan program dari teman-teman mahasiswa UM, mereka memiliki banyak teori yang sudah mereka pelajari di bangku kuliah yang akan diterapkan untuk membantu memberi solusi di lapangan. Mari kita sambut dan ikuti kegiatannya,” tutur ibu Minarti di podium setelah prosesi penandatangan kerjasama.

Kegiatan terakhir yakni wawancara 40 wali murid SLB BC PGRI, kegiatan ini bertujuan memberikan gambaran utuh terkait permasalahan di lapangan, sehingga program yang dicanangkan benar-benar menjawab permasalahan di lapangan.

Program Gubug Mentari merupakan program pengabdian masyarakat yang didanai oleh KEMENRISTEKDIKTI, dengan fokus program pada pengembangan kemandirian bakat berbasis sumberdaya keluarga di SLB BC PGRI Sumberpucung Malang. (*/jdz)