Lebu Raya Minta Guru Jaga Kearifan Lokal Pendidikan

KUPANG – Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Drs. Frans Lebu Raya, Kamis (7/12), menghadiri Simposium Nasional yang digelar Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan (IKIP) Budi Utomo, Malang. Simposium sehari bertajuk “Melacak Kembali Kearifan Lokal Pendidikan di Indonesia Bagian Timur (IBT)”, bertujuan untuk membangun kesepahaman dalam meningkatkan kualitas guru berbasis kearifan lokal.

Kehadiran Gubernur Frans Lebu Raya dalam Simposium Nasional tersebut, atas undangan resmi Rektor IKIP Budi Utomo, Malang, Dr. Nurcholis Sunuyeko, M.Si. Kehadiran Gubernur Lebu Raya, di IKIP Budi Utomo, menjadi penting mengingat tema simposium dan sebagian besar mahasiswa IKIP Budi Utomo, berasal dari NTT.

Simposium Nasional yang mengikutsertakan Civitas Akademika IKIP Budi Utomo, Malang dan sesepuh pendidikan itu membahas terkait perkembangan pendidikan dan kualitas guru seiring dengan kemajuan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) dewasa ini. Sesuai dengan temanya, simposium tersebut menekankan pada proses belajar mengajar secara tatap muka atas dasar kearifan lokal pendidikan.

Gubernur Frans Lebu Raya, melalui kesempatan berbicara pada simposium bidang pendidikan itu, menggambarkan profil provinsi Nusa Tenggara Timur sebagai sebuah provinsi kepulauan di IBT. Dipaparkan juga perjalanan satu dekade kepemimpinannya dengan sejumlah program keberpihakan pada rakyat NTT.

Dikatakan Lebu Raya, guru seyogyanya memiliki komitmen yang kuat untuk membangun pendidikan di Tanah Air. Komitmen harus tumbuh dari diri sendiri dan jangan tergantung teknologi. “Saya berharap pelaksanaan proses belajar mengajar secara tatap muka langsung dengan murid sangat diperlukan. Jangan tergantung teknoligi tapi pertahankan kearifan lokal pendidikan kita,” ungkap Lebu Raya.

Gubernur Lebu Raya, minta sebagai guru harus memiliki daya juang , disiplin dan membangun kerjasama dalam bidang pendidikan. Dengan begitu, akan tercipta anak didik yang berkualitas sebagai modal dasar pembangunan bangsa. “Saya bangga dengan perjuangan para guru dalam memajukan pendidikan. Daya juang serta komitmen yang kuat menjadi penting dan dapat dipertahankan bagi kemajuan pendidikan,” tambahnya.

Rektor IKIP Budi Utomo, Dr. Nurcholis Sunuyeko,M.Si, mengatakan kebesaran IKIP Budi Utomo, Malang, tentu tidak terlepas dari dukungan mahasiswa terutama mahasiswa asal NTT. Sebanyak 40 persen mahasiswa asal NTT mengenyam pendidikan di IKIP Budi Utomo. “Ini hal yang luar biasa. Apalagi dengan kehadiran Gubernur NTT, Pak Frans Lebu Raya, menjadi kebanggaan tersendiri bagi segenap Civutas Akademika IKIP Budi Utomo, Malang,” kata Rektor Nurcholis Sunuyeko.

Melalui kesempatan itu, dilakukan penandatanganan nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) antara Rektor IKIP Budi Utomo, Malang, Dr. Nurcholis Sunuyeko dengan Gubernur Frans Lebu Raya, terkait bidang pendidikan. Turut mendampingi Gubernur, pada Simposium Nasional IKIP Budi Utomo, Malang, antara lain, Kepala Biro (Karo) Kesra, B. Badar, Karo umum, Sakarias Moruk, Kadis Peternakan NTT, Dany Suhadi, dan Sekretaris Dinas Pendidikan NTT, Alo Min. (hms/son/jdz)