Headline

Kunjungi SMA Negeri 3 Amarasi Timur, Ini Nasehat Wagub Nae Soi

KUPANG – Hari kedua berkantor, tepatnya Kamis (13/9), Wakil Gubernur NTT, Josef Nae Soi, mengunjungi SMAN 3 Amarasi Timur, Kabupaten Kupang. Sebab, pada Minggu (9/9), sekitar pukul 16.00 Wita, ruangan kelas sekolah tersebut yang terbuat dari alang-alang roboh, diterpa angin puting beliung. Akibatnya, siswa/i melakukan proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di bawah pohon.

Setelah menempuh perjalanan kurang lebih tiga jam dan melewati jalanan berbatu, rombongan Wagub tiba di lokasi, tepatnya di desa Enoraen, Kecamatan Amarasi Timur, pukul 13.30 Wita.

Saat bertemu siswa/i dan para guru, Wagub Nae Soi mengisahkan, dunia pendidikan adalah bagian tak terpisahkan dari hidupnya. “Saya adalah seorang guru. Saya baru 46 tahun jadi guru di universitas. Saya sangat mencintai sekolah dan pendidikan. Karenanya, setelah baca berita tentang sekolah ini tadi pagi, saya langsung ajak ibu Kadis (Kepala Dinas Pendidikan NTT, Red) untuk lihat kondisinya,” tutur Nae Soi.

Saat itu, Wagub Nae Soi juga memotivasi para siswa agar tidak berputus asa. Walaupun sekolah roboh, semangat tidak boleh roboh. Dalam keadaan terbatas, kreativitas para siswa tidak boleh kendur.

“Bapa pendidikan dunia yakni Aristoteles mengajar muridnya di bawah pohon. Sekolah yang didirikannya adalah Academico. Murid-muridnya seperti Plato begitu tersohor dan berpengaruh besar bagi perkembangan pemikiran dewasa ini. Sekali lagi jangan berkecil hati dengan kondisi ini. Tetap semangat belajar, ” jelas Nae Soi.

Wagub juga mengapresiasi para guru yang setia mengajar para murid walapun dalam kondisi sangat terbatas. “Para guru, jasamu sangat luar biasa. Jasamu tak terkira. Jasamu dalam mengantarkan generasi muda di sini pasti akan mendapatkan pahala dari Tuhan, “kata Nae Soi.

Dalam kunjungan itu, Nae Soi juga menyerahkan bantuan pribadi sebesar Rp 10 juta rupiah untuk membangun gedung sederhana dan sementara. Ia berharap, gedung kelas sementara itu dapat segera dibangun sehingga para siswa tidak lagi belajar di bawah pohon.

“Bantuan ini mungkin tidak seberapa tapi mudah-mudahan membantu untuk pembangunan gedung sementara. Bantuan ini semata karena saya adalah seorang guru serta cinta akan sekolah dan pendidikan. Untuk gedung permanennya, menjadi tugas dan perhatian dari Ibu Kadis Pendidikan NTT, “jelas Nae Soi.

Kepala Sekolah SMAN 3 Amarasi Timur, Dina A. Sakbana, mengungkapkan sekolah tersebut didirikan tahun 2012. Kondisi bangunannya sejak pertama berdiri sangat sederhana, terbuat dari alang-alang dengan dinding bebak. Hanya punya satu gedung permanen untuk ruang kantor, hasil sumbangan dari Kementerian Pendidikan pada tahun 2015.

“Pada hari minggu lalu (9/9), empat ruangan kelas roboh rata tanah diterpa angin puting beliung pada pukul 16.00 sore. Syukurlah kejadian ini terjadi pada hari libur sehingga tidak ada korban jiwa.Selama beberapa hari ini proses KBM berjalan seperti biasa walau di bawah pohon. Kami juga tetap menjalankan kewajiban upacara bendera setiap pagi, ” jelas Dina.

Dina juga menjelaskan, keadaan siswa dan guru yang mengajar di sekolah tersebut. Ada 78 siswa/i yang sedang menempuh pendidikan. Mereka diasuh oleh 11 orang guru, dengan perincian tiga guru PNS dan 8 guru honorer.
“Kami sudah sepakat dengan Kepala Desa, warga, komite serta orang tua murid untuk membangun kembali gedung kelas sederhana secara gotong royong selama satu minggu ke depan. Terima kasih kepada Bapak Wagub yang telah membantu kami untuk pembangunan gedung darurat ini,” kata Dina Sakbana.

Camat Amarasi Timur, Yakob Banesi, menyampaikan rasa bangga dan terima kasih atas kepedulian Wagub dan Pemerintah Provinsi NTT atas musibah yang terjadi pada SMAN 3 Amarasi Timur. “Terima kasih atas kunjungan perdana Bapak Josef Nae Soi. Mungkin kalau tidak ada bencana ini, kita tidak dapat bertemu di sini,” ungkap Yakob Banesi.

Wagub Nae Soi juga menjelaskan, sekolah-sekolah dengan kondisi sarana dan prasarana terbatas menjadi salah satu perhatian dirinya bersama Gubernur Viktor Laiskodat. “Saya sudah minta kepada Kadis Pendidikan untuk mendata SMA/SMK serta SLB yang kondisinya sangat memprihatinkan. Dengan dana APBD yang terbatas, kita akan prioritaskan sekolah-sekolah tersebut. Kami juga akan berupaya keras untuk mendapatkan bantuan lebih banyak dari pemerintah pusat di bidang pendidikan, ” kata Nae Soi.

Menanggapi hal ini, Kadis Pendidikan NTT, Johanna Lisapaly berjanji akan mendata keadaan sarana dan prasarana sekolah yang jadi kewenangan pemerintah provinsi. “Kita tentu optimis dengan komitmen kuat dari Gubernur dan Wakil Gubernur baru, kita akan mendapatkan bantuan pusat yang lebih banyak untuk memperbaiki sarana dan prasana sekolah-sekolah di NTT,” kata Johanna. (hms/aven)