Kunjungan Wisatawan ke NTT Sesuai Target RPJMD

KUPANG – Kunjungan wisatawan ke Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Peningkatan kunjungan wisatawan ke NTT melebihi target yang ditetapkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).

Hal ini tercantum dalam Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Akhir Masa Jabatan (LKPJ-AMJ) Gubernur NTT yang diserahkan kepada Ketua DPRD NTT, H. Anwar Pua Geno, pada Rapat Peripurna DPRD NTT dalam masa persidangan ketiga 2018, Jumat (9/3).

Data yang terungkap dalam LKPJ-AMJ tersebut, menunjukan kunjungan wisatawan mancanegara dan wisatawan domestik periode tahun 2013 hingga 2016 mengalami pertumbuhan yang membaik. Total kunjungan wisatawan tahun 2013 sebanyak 425.440 orang, terdiri dari wisatawan mancanegara 78.677 orang dan wisatawan domestik 346.763 orang.

Selanjutnya pada tahun 2016, angka kunjungan meningkat menjadi 745.851 orang atau wisatawan mancanegara sebanyak133.784 orang dan wisatawan domestik 612.067 orang. Dengan demikian, perkembangan kunjungan wisatawan ke NTT terjadi peningkatan 10 hingga 15 persen.

Laporan Gubernur Frans Lebu Raya, sebagaimana yang tersirat dalam LKPJ-AMJ, menyebut capaian paling tinggi kunjungan wisatawan ke NTT terjadi pada tahun 2016. Terbukti realisasi angka kunjungan wisatawan mancanegara mencapai 133.784 orang atau 118,40 persen dan wisatawan domestik 612.067 orang atau113,02 persen dan melampui target yang ditetapkan dalam RPJMD.

Ada juga dalam LKPJ-AMJ Gubernur NTT, terkait capaian rata-rata realisasi lama tinggal wisatawan di NTT yang juga melampui dari target. Kecuali tahun 2013 sebagai tahun awal pelaksanaan RPJMD, rata-rata lama tinggal wisatawan di NTT hanya mencapai 1,8 hari, yaitu lebih kecil dari target yang ditetapkan 2,25 hari.

Lama tinggal wisatawan dalam tahun 2014, target 2,5 hari dan realisasi 2,75 hari. Target 2,65 hari dan realisasi menurun 1,95 hari (2015) dan pada tahun 2016, terjadi lama tinggal wisatawan 3 hari melebihi dari target 2,75 hari.

Pencapaian pertumbuhan industri pariwisata seperti tercantum dalam delapan agenda pembangunan NTT, menurut Gubernur Lebu Raya, diupayakan melalui pelaksanaan event-event wisata, pembenahan obyek-obyek wisata unggulan, pembenahan infrastruktur dan fasilitas penunjang, peningkatan sumberdaya manusia (SDM) masyarakat di sekitar obyek wisata dan pelaksanaan festival budaya dalam mewujudkan salah satu destinasi unggulan di Indonesia (New Tourism Territory/NTT). (hms/son)