Jelang ‘Lengser’, Lebu Raya Masih Mutasi Sepuluh Pejabat Eselon II

KUPANG, mediantt.com – Masa jabatan Gubernur NTT Frans Lebu Raya akan berakhir pada 16 Juli 2018. Meski akan lengser, Lebu Raya masih sempat melakukan mutasi 10 pejabat eselon II untuk mengisi kekosongan jabatan dan menggeser sejumlah pejabat.

Pelantikan para pejabat eselon II itu dilakukan Jumat (8/6) di aula Fernandez, kantor gubernur. Sepuluh pejabat yang dilantik itu adalah Simon Tokan, mantan Kadis Perdagangan dimutasi menjadi staf ahli, Dr Yovita Mitak dari staf ahli menjadi Kepala Dinas Ketahanan Pangan NTT, Hj Husein, mantan Kadis Ketahanan Pangan dimutasi sebagai Kadis Perdagangan.

Sedangkan pengisian jabatan lowong, Isak Duka, Sekretaris Perumahan Rakyat menjadi Kadis Perhubungan, Abraham Maulaka
Kadis infokom, Domi Mere menjabat Kadis Kesehatan.

Petrus Kerong, Kepala Badan Pengembangan dan SDM, Marsianus Djawa dari Sekretaris Inspeltorat menjabat Kepala Ispektorat, Alex Lumba menjabat Kepala Biro Hukum Setda NTT dan Yusuf Lerrik Rubidara menjabat Kepala Biro Kerjasama Setda NTT.

Gubernur NTT Frans Lebu Raya mengatakan, mutasi ini adalah tahapan pemetaan pergeseran dari eselon yang sama, tahapan berikutnya fit and proper test untuk mengisi jabatan lowong. “Tapi harus ada persetujuan dari Kemendagri dan Komisi ASN, sehingga agak lama,” katanya.

Ia meminta pata pejabat yang dimutasi itu untuk bekerja dengan sebaik-baiknya, tahu tupoksi dan bertanggung jawab. “Saya minta Dinas Kominfo untuk tinggalkan paradigma departemen penerangan, karena zaman sudah canggih. Bekerjasamalah dengan TNI Polri untuk atisipasi hoax yang meresahkan warga,” ujarnya.

Ia juga meminta para kepala dinas terlantik untuk memperhatikan stafnya. “Jangan tujuh hari di luar daerah, dan jarang masuk kantor,” ujarnya, mengingatkan. (jdz)